Jenis – Jenis Pasir Dan Pemanfaatan Dalam Berbagai Bidang

Jenis - Jenis Pasir Dan Pemanfaatan Dalam Berbagai Bidang

Ada bermacam jenis-jenis pasir, pasti tidak asing mendengar kata “Pasir” ini, kalian pasti pernah saat kecil maina pasir sampai dimarahi orang tua kalian.

Karena terlalu asik bermain pasir baju dan  celana kalian jadi kotor dan berakhir dimarahi habis – habisan.

Selain itu pasir merupakan salah satu jenis bahan banggunan yang hampir atau bisa dikatakan wajib disetiap proses pembangunan. Matrial ini berbentuk butiran-butiran kecil.

Butiran-butiran tersebut memiliki ukuran yang berbeda-beda , nah di setiap butiran itu terbagi beberapa jenis.

Disetiap jenis ini ada pasir yang digunakan untuk bahan banggunan, namun tidak semua jenis pasir bisa digunakan untuk bahan banggunan.

Misalnya sebagai contoh kecil seperti jenis pasir pantai, jenis pasir ini kurang cocok untuk bahan utama membuat banggunan yang kokoh namun bisa untuk bahan campurannya dan bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain.

Jadi tidak semua pasir berfungsi sama dengan pasir lainnya ya.

 

Apa Itu Pasir..

Pasir adalah butiran-butiran kecil yang dikenal sebagai bahan banggunan/ matrial banggunan.

Pasir memiliki ukuran yang berbeda-beda dan memiliki nama sendiri seperti butiran pasir yang berukuran  1-2 mm disebut pasir kasar, sedangkan yang berukuran 1/16-1/18 mm disebut pasir halus.

Namun pada umumnya Butiran pasir umumnya berukuran sekitar 0,0625 sampai 2 mm. Butiran pasir bisanya berupa mineral tunggal, fragmen batuan ataupun biogenik.

Material granular yang lebih halus dari matrial pasir biasanya disebut sebagai lanau, dan yang lebih besar lagi disebut sebagai matrial kerikil. Pada umumnya pasir tersusun dari mineral silikat ataupun fragmen batuan silikat.

Selama ini mineral yang paling umum/banyak ditemukan sebagai penyusun dari pasir adalah mineral kuarsa.

Namun, pasir merupakan material campuran yang tersusun secara alami, yang tentunya bahwa pasir tidak hanya mengandung satu komponen tunggal saja(tersusun dari banyak komponen).

Pasir yang sudah terkonsolidasi/tergabung adalah jenis batuan yang dikenal sebagai batu pasir.

 

Proses Pembentukan Pasir

Pasir terbentuk karena proses pelapukan fisik dan kimia yang terjadi pada batuan.

Proses ini biasanya dipelajari secara berbeda, namun kenyataannya kedua proses ini berjalan beriringan karena keduanya cenderung saling berhubungan dlm proses pelapukan.

Pelapukan secara kimia adalah faktor terpenting dlm proses pembentukan pasir secara menyeluruh, dikarenakan proses ini terjadi secara alami atau efektif di lingkungan yang lembab ataupun panas.

Sedangkan pelapukan fisik terjadi di tempat-tempat yang dingin dan kering. Pelapukan pasir biasanya terjadi di bawah tanah.

Batuan yang tertutup tanah akan menyebapkan batu menjadi lembap, yang berakibat mempercepatnya proses disintegrasi batuan.

Granit adalah jenis batuan yang cocok untuk contoh bagus dari proses pembentukan pasir. Granit sebelum mengalami proses pelapuk, terdiri dari mineral-mineral, yaitu:

  • Kuarsa
  • Potassium feldspar (K feldspar)
  • Mineral aksesori: biotite, amphibole, atau muskovit
  • Sodium Plagioclase feldspar (Na feldspar)

 

Komposisi Pasir

Pasir adalah kompulan material yang sudah ada sebelum pelapukan batuan terjadi. Pasir terbentuk dari proses yang sangat keras, di mana hanya yang terbaik yang bisa bertahan.

Terbaik yaitu mampu menahan kuatnya proses pelapukan yang terjadi dialami dan menjadi sebuah butiran pasir. Kuarsa merupakan mineral dari berbagai jenis mineral penyusun pasir yang biasa ditemukan pada sampel butiran pasir.

Mineral-mineral seperti turmalin, zirkon, rutil, dll, juga sangat mudah mengalami proses pelapukan, namun jarang terdapat pada komposisi pasir.

Mineral-mineral pembentuk batuan yang lainnya seperti amphibole dan juga mika kerap ditemukan terkandung di dalam sampel pasir, meskipun hanya sedikit jumlahnya.

Kelompok-kelompok ini termasuk dalam mineral yang tidak tahan kepada proses pelapukan, contoh kecilnya seperti olivin dan piroksen.

Namun, beberapa pasir ada yang sebagian besarnya terdiri dari piroksen dan olivine dengan sedikit dari campuran magnetit, sering disebut juga sebagai black sand (pasir hitam) dan bisa ditemukan di pantai atau pun beberapa gunung berapi.

Bagaimanakah hal seperti itu dapat terjadi? Pasir pantai seperti ini biasanya terdapat pada daerah vulkanik aktif (gunung berapi). Piroksen dan olivin merupakan mineral umum sebagai penyusun dari batuan mafik, contoh basalt.

Pasir hitam sudah menjadi fenomena khas dari daerah kepulauan vulkanik samudra, di mana granit dan batuan felsik lainnya tidak ditemukan.

Kebanyakan dari beberapa sampel pasir, butiran pasir tersusun atas mineral-mineral tunggal. Meskipun terkadang pasir juga mengandung fragmen dari batuan (fragmen litik).

Granit terkadang terdisintegrasi menjadi sebuah butiran mineral yang berbeda, tapi filit dan basal cenderung muncul sebagai fragmen litik dalam suatu komponen pasir.

Hal tersebut bisa terjadi dikarena filit dan basal merupakan batuan yang bertekstur halus. Fragmen litik ini biasanya kerap terbentuk di daerah-daerah di mana erosi dapat terjadi sangat cepat, contohnya di daerah pegunungan.

 

Tekstur dan Transportasi Sedimen Pasir

Para ahli geologi mendeskripsikan bahwa pasir dengan mengukur kebundaran dan distribusi ukuran butirnya. Dengan melakukan hal itu mereka bisa memperoleh titik terag tentang asal-usul pasir tersebut.

Kebundaran dari suatu pasir biasanya memberikan informasi tentang seberapa jauhkah rute transportasi dari sedimen, dan distribusi dari ukurannya membantu para ahli geologi untuk menentukan dari lingkungan mana sedimen tersebut diendapkan.

Pasir dari sungai umumnya terpilah buruk, sedangkan pasir yang berasal dari pantai atau gurun lebih bulat dan terpilah dengan baik. Ukuran rata-rata dari butiran pasir ditentukan oleh energi dari media transport tersebut.

Semakin kuat kecepatan arusnya (baik itu arus sungai maupun gelombang laut) maka semakin kuat juga arus tersebut membawa material yang lebih berat atau besar lagi.

Pada dasarnya media transport dari pasir adalah arus sungai. Butiran pasir biasanya bergerak melompat-lompat terhadap kecepatan dari arus sungai.

Mode gerakan ini dikenal sebagai saltation. Sedangkan lanau, material sedimen yang beratnya jauh lebih ringan dari butirn pasir, cenderung bergerak dengan melayang-layang terhadap kecepatan arus dari sungai.

Gerakan ini disebut suspended load. Butiran endapan dari pasir yang diangkut oleh sungai pada akhirnya diendapkan di mulut sungai, di mana kecepatan arus sungai mulai menurun.

Setelah itu, gelombang laut mengangkut sedimen pasir menuju garis pantai. Butiran sedimen pasir yang telah dibawa oleh sungai itu juga diendapkan di flood plain, channel bar maupun point bar.

 

Jenis – Jenis Pasir Dan Pemanfaatan Dalam Berbagai Bidang

1. Pasir Gunung

Pasir jenis ini banyak ditemukan di indonesia terutama dipulau jawa dan sumatra, karena dipulau jawa dan sumatra teletak diatas jalur lempeng tektonik yang menyebapkan terjadinya gempa bumi, gunung berapi dan pembentukan dataran tinggi dan tentunya menghasilkan pasir gunung yang hasil dari erupsi.

Umumnya pasir ini berwarna hitam pekat dengan karakter keras dan kasar, sangat baik untuk pondasi dan pengecoran bangunan.

Tempat penambangan pasir gunung : Sukabumi, Cianjur, Sumbang, Bogor, Jonggol, Cilegon, Yogyakarta, dan lainnya.

2. Pasir Sungai

Selain dari gunung berapi sungai merupakan salah satu penghasil pasir di indonesia. Sungai-sungai yang melimpah ruah itu adalah salah satu bukti kekayaan alam di indonesia,

sedangkan pasir gunung dan pasir sungai masih lebih baik pasir sungai karena pasir sungai sudah tercuci dengan baik secara alami dan tidak meninggalkan lumpur.

Pasir ini baik untuk bahan bangunan seperti pengecoran, campuran semen, campuran membuat paving, dan masih banyak lagi.

3. Pasir Beton

Pasir beton adalah butiran-butiran mineral keras dan tajam berukuran antara 0,075 – 5 mm dan memiliki warna agak kehitam- hitaman,

jika ada butiran yang berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari 5% berat. Pasir beton kerap digunakan sebagai pekerjaan cor-coran struktur pada kolom, balok dan pelat lantai,dsb.

4. Pasir Elod

Pasir elot adalah jenis pasir yang paling halus diantara jenis pasir lainnya, apabila dikepal akan mengumpal dan apabila dilepas tetap mengumpal tidak puyar,
karena sifat dari pasir elod yang halus tidak bagus digunakan untuk bahan bangunan, namun cocok untuk bahan pembuatan batako, beton pancang, dan bahan cor yang dicetak terlebih dahulu.

5. Pasir Merah

Pasir merah sedikit lebih kasar dari pasir beton, dan ciri-cirinyapun hampir sama dengan pasir beton dan terdapat batuan kerikil yang lebih besar sehingga sangat cocok untuk bahan cor-coran.

Peluang Usaha Yang Terdapat

Pasir dapat menjadi tempat atau sebagai pluang usaha, dalam bidang ini banyak orang yang melakukannya kususnya orang-orang didaerah dekat sungai maupun lereng gunung.

Hal ini disebapkan karena matrial yang melimpah dan mudah diambil bahkan masih ada yang menggunakan cara tradisonal untuk menambang pasir namun lebih efisien dan mudah bila menggunakn mesin dan alat-alat bantu lainnya.

Karena harga dari alat dan mesin moderen mahal hanya para penambang pabrik atau para pengusaha pasir saja yang menggunakannaya. Tidak hanya itu resikoyang dihadapi oleh para penambang pasir.

Nah, begitu saja informasi tentang Jenis – Jenis Pasir Dan Pemanfaatan Dalam Berbagai Bidang. Jika anda masih tertarik dengan artikel lainnya anda boleh mengunjungi atikel tentang :  Resep Mie Tek Tek Kuah Jawa Yang Sederhana Dan Menyehatkan.