Cara Menentukan Reorder Point untuk Stok Toko

Cara menentukan reorder point penting bagi pemilik usaha yang ingin menjaga ketersediaan barang. Reorder point atau ROP merupakan batas stok yang menunjukkan kapan Anda perlu melakukan pemesanan kembali.

Dengan menentukan batas tersebut, Anda tidak perlu menunggu barang benar-benar habis sebelum membeli stok baru. Cara ini juga membantu Anda mengurangi risiko kehabisan produk yang banyak dicari pelanggan.

Banyak pemilik usaha masih mengandalkan perkiraan ketika membeli barang. Cara tersebut mungkin cukup ketika penjualan masih sedikit.

Namun, ketika jumlah transaksi meningkat, Anda membutuhkan perhitungan yang lebih teratur agar waktu pemesanan sesuai dengan kebutuhan toko.

Apa Itu Reorder Point?

Reorder point merupakan titik ketika Anda perlu melakukan pemesanan barang kembali. Perhitungannya mempertimbangkan jumlah penjualan, waktu tunggu dari supplier, dan stok pengaman.

Misalnya, sebuah toko menjual rata-rata 10 produk setiap hari. Supplier membutuhkan waktu tiga hari untuk mengirim pesanan. Anda perlu memperhitungkan kebutuhan selama masa tunggu tersebut agar stok tidak habis sebelum barang baru datang.

Mengapa Reorder Point Penting?

Reorder point membantu Anda menentukan waktu pembelian berdasarkan data. Anda dapat menghindari pembelian terlalu cepat maupun terlambat.

Selain itu, perhitungan ROP membantu menjaga stok tetap tersedia. Pelanggan tetap dapat membeli produk yang mereka cari tanpa harus menunggu toko menerima kiriman berikutnya.

Data reorder point juga membantu Anda mengatur modal. Anda dapat menyesuaikan jumlah pembelian dengan pola penjualan dan kebutuhan persediaan.

Cara Menentukan Reorder Point

1. Hitung Rata-Rata Penjualan Harian

Pertama, cari tahu jumlah barang yang terjual setiap hari. Anda dapat menggunakan data penjualan selama beberapa minggu atau bulan.

Kemudian, jumlahkan seluruh barang yang terjual dan bagi dengan jumlah hari dalam periode tersebut.

Hasil perhitungan tersebut menjadi gambaran kebutuhan stok harian toko.

2. Ketahui Lead Time Supplier

Selanjutnya, cari tahu berapa lama supplier membutuhkan waktu untuk memenuhi pesanan. Waktu tersebut disebut lead time.

Jika supplier biasanya membutuhkan tiga hari, Anda perlu menyiapkan stok yang cukup untuk memenuhi penjualan selama tiga hari tersebut.

Catat waktu pengiriman secara rutin karena setiap supplier dapat memiliki waktu pengiriman yang berbeda.

3. Tentukan Stok Pengaman

Stok pengaman atau safety stock berguna untuk menghadapi kondisi yang tidak terduga. Misalnya, penjualan tiba-tiba meningkat atau supplier mengalami keterlambatan.

Anda dapat menentukan jumlah stok pengaman berdasarkan pola penjualan dan kondisi pengiriman. Produk yang memiliki permintaan tinggi biasanya membutuhkan perhatian lebih.

4. Gunakan Rumus Reorder Point

Setelah mengetahui data tersebut, Anda dapat menghitung reorder point dengan rumus:

ROP = Rata-rata penjualan harian × Lead time + Safety stock

Contohnya, toko menjual 10 produk per hari, lead time supplier tiga hari, dan memiliki safety stock 10 produk.

Maka perhitungannya:

ROP = (10 × 3) + 10 = 40 produk

Artinya, ketika stok mencapai sekitar 40 produk, Anda dapat mulai melakukan pemesanan kembali.

Pantau Stok Secara Berkala

Perhitungan reorder point perlu Anda sesuaikan ketika kondisi penjualan berubah. Jika permintaan meningkat, jumlah stok yang Anda perlukan juga dapat berubah.

Anda dapat menggunakan aplikasi persediaan barang untuk membantu memantau perubahan stok dan melihat kondisi persediaan dengan lebih teratur.

Selain itu, sistem pengelolaan stok dapat membantu Anda mencatat pergerakan barang sehingga data lebih mudah digunakan saat menentukan waktu pembelian.

Kesimpulan

Cara menentukan reorder point dapat dimulai dengan menghitung rata-rata penjualan harian, mengetahui lead time supplier, dan menentukan safety stock. Setelah itu, gunakan data tersebut untuk menghitung batas stok yang menjadi tanda waktu pemesanan kembali.

Dengan reorder point yang sesuai, Anda dapat menjaga ketersediaan barang sekaligus mengurangi risiko stok kosong. Evaluasi perhitungannya secara berkala agar tetap sesuai dengan perubahan penjualan dan kondisi supplier.