Yuk Belajar Cara Menanam Padi Yang Baik dan Benar

Terima kasih telah berkunjung website kami. Kali ini kami akan membahas Cara menanam padi yang baik dan benar.

Berbicara tentang padi sudah barang tentu ini adalah tanaman yang paling dibutuhkan di dunia. Tanaman berbahasa latin Oryza sativa L ini juga merupakan tanaman budidaya sangat penting di Indonesia.

Meskipun dalam kenyataannya produksi padi di dunia menempati urutan ketiga setelah jagung dan gandum. Namun tanaman ini tetap menjadi sumber karbohidrat utama sebagian besar penduduk di seluruh dunia.

Sedangkan di Indonesia sendiri padi menempati urutan pertama sebagai makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Akan tetapi perlu disayangkan sampai waktu ini produksi padi dalam skala nasional belum mencukupi kebutuhan dalam negri.

Dengan kata lain Negara kita belum siap untuk melakukan swasembada beras. Seharusnya sebagai negara agraris dengan hamparan lahan persawahan yang sangat luas, hasil produksi padi di Indonesia sangat melimpah. Bisa dikatakan minimal sanggup memenuhi kebutuhan dalam negri.

Namun begitu mengenaskan sampai sekarang kita hanya bisa mengimpor beras. Celakanya negara kita nomor satu dalam hal impor beras. Sungguh keadaan yang memprihatinkan.

Untuk itu sebagai warga negara yang baik dengan berlimpahnya area persawahan, maka kita perlu memanfaatkannya sebaik mungkin demi memajukan bidang pertanian seperti yang pernah dialami saat pemerintahan presiden pertama Soekarno. Pada saat itu bahkan pertanian kita sempat dijuluki sebagai “macan asia”.

Maka pembaca yang budiman Anda harus mengetahui cara menanam padi yang baik dan benar untuk dapat menghasilkan padi yang memuaskan.

Cara Menanam Padi yang Baik dan Benar agar Tidak Merugi

Berikut langkah yang dapat dilakukan agar hasil panen padi dapat berhasil dan melimpah. Mohon agar dapat dipelajari dengan lebih seksama:

Persiapan Tanah

Langkah pertama menanam padi yang baik adalah dengan membersihkan lahan dari gulma/ rumput liar menggunakan parang. Rumput yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk binatang ternak. Jika ada yang kering dapat dibakar.

Buatlah saluran irigasi kemudian aliri lahan menggunakan air. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pembajakan sehingga mendapatkan tanah yang gembur dan lunak.

Pada langkah penggemburan ini Anda dapat melakukannya dengan menggunakan traktor, Bajak, Jika tanah tidak begitu luas dapat menggunakan cangkul. Jika tanah sudah terlihat gembur, genangilah lahan dengan air hingga mencapai ketinggian 5 sampai 10 cm.

Tata cara mengatur ketinggian air yaitu dengan membuka dan menutup akses keluar masuknya air melalui saluran irigasi. Selanjutnya biarkan air menggenang selama kurang lebih 2 minggu agar tanah semakin berlumpur sehingga racun di dalam tanah ternetralisir oleh air.

Persiapan Bibit

Teknik cara menanam padi yang baik berikutnya adalah persiapan bibit yang baik sehingga akan menghasilkan panen padi dengan kualitas bagus. Berikut cara mengetahui benih padi yang berkualitas baik:

  • Lakukan perendaman pada benih padi kurang lebih sebanyak 100 butir di dalam air dalam kurun waktu 2 jam.
  • Benih yang sudah direndam lalu letakan di atas kain basah. Tunggu kemudian hitunglah benih padi yang berkecambah. Jika padi yang berkecambah lebih dari 90 butir. Maka artinya benih itu bermutu tinggi dan baik untuk dibudidayakan.

Penyemaian Padi

Dalam tahap persemaian ini ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan. Adapun langkah-langkah nya adalah:

  • Rendam benih padi dalam waktu sehari semalam. Angkat dan tiriskan biarkan selama dua hari sampai berkecambah.
  • Dilanjutkan dengan mempersiapkan media persemaian padi. Yaitu seluas 500 m2 untuk setiap 1 hektar lahan persawahan. Selalu upayakan agar kondisi tanah berair atau kondisi tanahnya becek berlumpur.
  • Berikutnya pemberian pupuk pada lahan semai dengan takaran 10 gr Urea ditambah 10 gr TSP ( takarannya untuk setiap 1 meter persegi  lahan persemaian)
  • Lakukan proses tanam pada bibit padi yang telah berkecambah tadi pada lahan persemaian yang sudah disiapkan. Cara menanam bibit padi yang baik yaitu dengan menaburkan bibit secara merata pada lahan semai.

Penanaman Padi

Langkah-langkah penanaman padi ini dilakukan dengan memindahkan bibit dari lahan semai ke media tanam persawahan. Berikut langkah-langkah yang harus Anda kerjakan:

  • Bibit yang akan ditanam harus dalam umur yang masih muda. Ciri-cirinya adalah bibit baru berdaun 2 sampai 3 helai. Yaitu dalam rentang umur tidak lebih dari dua mingguan ( bagusnya ketika masih berusia 12 hari).
  • Metode penanaman bibit padi diperbolehkan satu lubang untuk dua tanaman sekaligus. Namun lebih baik lagi apabila untuk satu lubang hanya untuk satu tanaman benih saja.
  • Pada proses penanaman bibit padi ini. Langkah terbaik adalah dengan melihat kondisi tanah jangan sampai  banyak air yang tergenang. Sedangkan untuk kedalaman bibit jangan terlalu dalam cukup antara 1-15 cm. Kemudian buat bentuk perakaran seperti huruf (L), supaya akar dapat tumbuh sempurna.
  • Cara menanam padi yang baik ini harus dilakukan dengan sejajar dan rapi. Alangkah lebih baik dalam menanam padi waktu pengerjaannya dalam satu tahun dilakukan secara dua tahap. Pertama bulan Oktober dan untuk yang kedua adalah media pertengahan bulan April.

Penyiangan

Penyiangan adalah membersihkan lahan dari gulma / tumbuhan liar yang mengganggu. Langkah ini bisa dibilang sangat penting mengingat padi akan terhambat tumbuhnya jika proses penyiangan ini tidak dilakukan secara berkala.

Proses penyiangan sudah dapat dilakukan ketika umur masa tanam padi telah menginjak umur 3 minggu. Untuk penyiangan berikutnya dapat dilakukan secara rutin setiap 3 minggu sekali.

Proses Pemupukan

Kesuksesan budidaya tanaman padi tidak lepas dari cara pemupukan tanaman padi yang benar. Maka dari itu cara memberikan pupuk padi, dilakukan dengan cara:

  • Tahap pertama. Dilakukan saat tanaman berusia 7-15 hari sejak masa tanam. Jenis pupuk yang bisa digunakan adalah TSP dan urea dengan takaran 100:50 kg per hektar.
  • Kemudian pemberian pupuk tahap kedua dapat dilakukan ketika tanaman berusia 25-30 hari. Pupuk yang dapat digunakan adalah urea 50 kg/ hektar dan phonska 100 kg/hektar.
  • Proses pemupukan tahap terakhir dilakukan ketika tanaman ini berusia 40-45 hari. Anda tetap dapat menggunakan pupuk urea dengan tambahan Za dengan takaran 50:50 kg/ hektar.

Waspadai Serangan Hama

Jenis hama yang biasa menyerang padi adalah orong-orong, tikus, belalang, walang sangit hingga wereng. Pengendalian hama yang sangat dianjurkan sekali adalah yaitu dengan cara alami dengan membiarkan hewan pemangsa agar  tetap hidup untuk mengatasi serangan hama tersebut.

Misalnya adalah hama tikus. Sebenarnya pembasmian ular sawah di area lahan yang dianggap membahayakan manusia sebenarnya adalah tindakan yang kurang tepat.

Sebab habitat ular tersebut dapat menekan perkembangbiakan hama tikus dengan cara memangsanya. Sehingga serangan hama ini dapat dikendalikan dan tidak menganggu.

Dengan cara tersebut maka pengendalian hama penyakit dapat dilakukan secara aman bagi kelangsungan hidup ekosistem sawah. Sedangkan untuk hama penyakit, Anda dapat menyemprotkan pestisida sesuai dengan takaran yang sesuai.

Pemanenan

Proses cara menanam padi yang baik dan benar pada bagian terakhir. Ciri- ciri padi yang sudah siap panen adalah padi/ gabah sudah berwarna kuning dan buah padi terlihat menunduk karena sudah banyak terisi beras. Cara memanen dapat menggunakan sabit bergerigi maupun striper. Sedangkan untuk menghindari kehilangan hasil panen yang banyak.

Upayakan untuk melakukan pemanenan tepat dalam waktunya. Kemudian langsung rontokan padi dari tanamannya setelah disabit. Bisa gunakan terpal atau tikar sebagai alas, agar hasil panen tidak menyebar dan terbuang si-sia.

Itulah dia cara menanam padi yang baik dan sukses. Dengan suksesnya Anda sebagai petani padi. Maka akan mendorong hasil padi dalam negri untuk meroket naik sehingga tanpa perlu lagi untuk impor dari negara lain. Salam sukses. Selamat bertani.

Itulah artikel cara menanam padi yang baik dan benar, semoga bermanfaat.