
Jajanan tradisional atau jajanan kampung memang selalu melekat di hati. Walaupun di jaman modern seperti ini sudah banyak bertebaran makanan tradisional dari kelapa.
Berbagai macam campuran bahan yang mahal dan tidak biasa, tetap rasanyanya tidak ada yang bisa menggantikan posisi jajanan kampung. Sebagai negara yang beriklim troplis, pohon kelapa tumbuh dengan sangat subur di Indonesia.
Pohon kelapa dinilai pohon bernilai ekonomis, karena hampir seluruh bagiannya bisa diolah, termasuk parutan buah kelapa yang diolah menjadi jajanan khas Indonesia dengan rasa perpaduan manis dan gurihnya kue memberikan sensasi tersendiri yang selalu membuat ketagihan.
Saat kecil, pasti kita sering pergi ke pasar untuk berburu jajanan kampung. Ada kue cucur, kue lapis, kue klepon, kue serabi, kue getuk, lemper, dan masih banyak lagi. Tapi ada juga jajanan kampung yang terbuat dari kelapa dan banyak peminatnya.
Moms termasuk salah satu orang yang suka jajanan kampung yang terbuat dari kelapa? Ayo, ingat tidak ada apa saja? Yuk kita bernostalgia dengan jajanan kampung dari kelapa!
Berbahan dasar tepung ketan, klepon merupakan jajanan kampung dari kelapa yang memiliki bentuk bulat dan sensasi cukup unik ketika memakannya.
Kue ini berisi gula merah di dalamnya, dengan tekstur yang kenyal dan berwarna hijau. Untuk memakan klepon, tidak bisa menggigit berulang kali. Kita harus memakannya dalam satu kali gigit.
Hal ini tentu untuk menghindari gula merah yang menetes atau muncrat ketika digigit. Meski tidak berbahan dasar kelapa, kue ini wajib dinikmati dengan parutan buah kelapa yang menyelimutinya. Jika tidak disantap bersama parutan kelapa, pasti ada yang kurang.
Siapa yang tidak tau kue pancong? Kue yang satu ini adalah kue khas Betawi yang terbuat dari tepung beras, santan kelapa, dan juga kelapa parut kasar. Kue ini berbentuk setengah lingkaran sesuai dari bentuk cetakannya.
Cara membuatnya cukup mudah karena dimasak dengan cara dibakar di atas api hingga matang. Kue ini disajikan dengan taburan gula pasir yang membuat rasanya menjadi semakin enak.
Di era modern, kue pancong juga hadir dengan berbagai variasi topping, seperti cokelat, meses, susu kental manis dan keju.
Selain kue pancong, kue rangi juga asalnya dari Betawi dan menggunakan kelapa parut dalam adonannya. Kenapa dinamakan kue rangi? Itu karena kue rangi memiliki aroma yang wangi saat dibakar.
Dengan ini kue rangi sudah jarang ditemukan dan sangat langka, meskipun ada beberapa penjual keliling atau kue rangi kaki lima yang bisa dilihat di ibu kota atau daerah-daerah lain di Indonesia.
Kue rangi biasanya dijadikan sebagai jajanan atau cemilan yang murah meriah dengan harga satu baris atau satu deret berisi 6 rangi seharga Rp 500 sampai Rp 1.000.
Moms pasti tahu gemblong dong. Jajanan kampung yang terbuat dari tepung ketan putih, kelapa muda, santan, margarin, dan garam. Pembuatan gemblong adalah dengan digoreng dalam minyak panas hingga matang merata.
Uniknya, bagian luar gemblong dilapisi dengan gula aren atau gula pasir yang dipanaskan. Alhasil, jajanan kampung dari kelapa ini akan terasa krispi di luar dan empuk di bagian dalamnya.
Kue yang lebih dikenal sebagai kue oleh-oleh khas Semarang ini juga terbuat dari kelapa. Jika Moms pernah memakan kue ini, pasti akan tahu jika bagian dalam wingko babat merupakan campuran tepung dan parutan kelapa.
Benar sekali, kue ini terbuat dari kombinasi tepung ketan, kelapa, dan gula, sehingga rasanya sangat nikmat untuk disantap, apa lagi bila tersaji hangat.
Berpindah ke Yogyakarta, kue khas Yogya ini terbuat dari bahan makanan dari kelapa, tepung beras, dan gula pasir atau gula jawa. Biasanya kue ini memiliki 3 warna yaitu merah muda, hijau dan juga putih.
Warnanya yang beragam dan rasanya yang enak gurih membuat kue ini menjadi oleh-oleh favorit wisatawan yang datang ke Yogyakarta.
Tak hanya itu, geplak juga menjadi oleh-oleh yang ideal untuk dibawa bepergian karena cukup praktis dan sangat awet hingga berbulan-bulan asalkan dimasukkan dalam wadah rapat dan tertutup untuk menjaga kualitasnya. Jangan lupa untuk membeli kue ini saat berlibur di Yogyakarta sebagai oleh – oleh.
Biasanya dijadikan kue khas lebaran ini dibuat dari tepung beras ketan, campuran margarin, kelapa parut tua, gula pasir dan vanili. Kue ini memiliki rasa yang manis dan gurih.
Uniknya, meski dari luar tekstur kue sagon terlihat keras dan padat, namun saat digigit teksturnya sangat lembut. Aroma wanginya pun sangat menggoda.
Dikenal dengan cara pembuatannya yang sangat unik dengan cara dikukus dalam wadah bamboo sehingga mengeluarkan bunyi seperti peluit. Kue putu terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan garam dan kelapa parut.
Semua bahan dicampur lalu dimasukkan setengahnya dalam cetakan bamboo kemudian isi dengan gula merah. Sisa adonan ditutup lalu dikukus hingga matang. Kue putu dihidangkan dengan kelapa parut.
Kue ini memiliki 2 warna yaitu hijua dan putih yang menggunakan pewarna alami dari daun suji. Menikmati aneka makanan olahan kelapa yang beraroma gurih dan harum , akan semakin lengkap ditemani secangkir teh hangat ataupun kopi. Selamat menikmati aneka makanan dari kelapa.
Olahan kelapa yang satu ini terbuat dari tape alias peuyeum khas Jawa Barat dan buah kelapa. Ternyata dalam pembuatannya, kue ini memiliki waktu yang singkat yaitu satu setengah jam mulai dari awal hingga selesai pembuatan.
Tape kelapa muda memanfaatkan bahan tape yang mudah dilihat di daerah Bandung, Jawa Barat ataupun Bondowoso, Jawa Timur.
Selain tape dimakan langsung atau dijadikan pelengkap es campur, namun jika ditambah dengan adonan bahan kepala muda. Wah, rasanya berubah menjadi lebih gurih dan beraroma harum yang membangkitkan selera makan.
Kue yang asalnya dari Manado ini merupakan camilan yang terbuat dari buah kelapa dan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Biasanya kue ini dibuat ada dua cara yaitu dipanggang atau tidak dipanggang. Teksturnya cenderung lembut di dalam.
Kue ini terbuat dari gula, tepung, susu, mentega, dan parutan kelapa. Klappertaart sendiri berasal dari kata “klappe” yaitu kelapa dan “taart” yang berarti kue.
Maka dari itu, kue yang berbahan baku kelapa ini mudah dilihat di kalangan ekspatriat ataupun keluarga yang masih memiliki darah Belanda di Indonesia.
Oke sobat demikian tentang makanan tradisional dari kelapa , dapat langsung anda praktekan dirumah dan bandingkan dengan kari ayam yang biasa anda temui di tempat makan.
Keluarga andapun pasti akan semakin betah makan dirumah karena selalu dimanjakan dengan masakan anda yang lezat.
Sebagai penulis di lintasusaha.com, saya sangat tertarik pada perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang teknologi IT. Saya juga senang belajar berbagai hal dan berbagi informasi seputar dunia bisnis serta tips terbaru dengan pembaca.