
Bisnis Breeding sapi adalah salah satu pilar yang utama dalam usaha peternakan sapi karena mempunyai keterkaitan dengan penyediaan bibit yang sesuai standar.
Kata breeding itu sendiri merupakan kosakata dalam bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia yang berarti pembiakan.
Pembiakan pada sapi yang termasuk pilar utama dalam usaha peternakan karena dapat memengaruhi tumbuh kembang sapi.
Jika bibit sapi yang berkualitas dan dirawat dengan baik, ternak pun akan menghasilkan sapi yang sehat dan daging yang berkualitas.

Pembibitan pada hewan sapi merupakan sumber utama pemasok sapi bakalan bagi usaha penggemukan sapi di Indonesia.
Selain itu, sapi yang diimpor dari Australia juga merupakan sumber sapi bakalan yang penting bagi usaha penggemukan, walaupun perannya yang masih relatif kecil (Hadi et al., 1999a).
Pada sumber utama pada daging sapi bagi konsumsi nasional masih tergantung pada usaha pembibitan di dalam negeri yang berupa peternakan rakyat.
Tersendatnya produktivitas pada sapi dalam negeri adalah salah satunya disebabkan oleh minimnya para pelaku usaha di sektor pembibitan.
Usaha pada pembibitan sapi masih dianggap belum menjanjikan keuntungan karena dianggap sebagai usaha dengan hasil yang sudah lama. Sampai saat ini, usaha pembibitan pada sapi belum ditangani secara baik karena sebagian besar lebih tertarik pada usaha penggemukannya.
Padahal, usaha pembibitan sapi sangat prospektif karena tidak akan mungkin usaha sapi dapat berjalan tanpa adanya ketersediaan bibit atau bakalan. Dengan demikian, kebutuhan bakalan sapi akan terus-menerus untuk selalu ada.
Kebutuhan bibit/ bakalan sapi selalu meningkat setiap tahunnya. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya permintaan pada daging sapi sehingga dibutuhkan bakalan berkualitas yang juga siap dibesarkan untuk diambil dagingnya.
Hal ini akan menjadikan investasi usaha peternakan khususnya pada pembibitan sapi di Indonesia akan sangat menguntungkan.
Inilah mengapa, negara lain juga mulai melirik investasi peternakan yang ada di Indonesia. Salah satunya, di Australia yang bersedia bekerja sama dalam bidang pembibitan pada sapi di Indonesia bagian timur.
Dalam bisnis breeding sapi juga perlu dibudidayakan dan dipelihara dengan baik agar memperoleh hasil yang maksimal. Berikut faktor-faktor yang harus diperhatikan:
Dalam memilih bibit calon indukan pada sapi harus dilakukan secara tepat karena nantinya bibit tersebut akan berpengaruh terhadap produktivitas induk. Seleksi bibit sapi dilakukan berdasarkan pada performa anak dan individu calon bibit, dengan mempergunakan kriteria seleksi sebagai berikut:

Bisnis breeding sapi juga diberikan pakan yang berkualitas terlebih untuk sapi dara atau calon induk. Pakan yang bagus mengandung protein yang kasar 16—18%.
Pemberian pakan dengan pemeliharaan sistem intensif/ semi intensif, yaitu sapi yang dikandangkan setiap hari dengan diberikan pakan rata-rata 10% dari bobot badan dan pakan tambahan 1-2% dari bobot badan.
Pakan tambahan yang dapat berupa dedak halus, bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu yang diberikan dengan cara mencampurkan ke dalam rumput, selain itu dapat juga ditambahkan mineral.
Bisnis pembibitan pada sapi potensial untuk dikembangkan karena permintaan dan kebutuhan pasar yang terus meningkat serta usaha pembibitan akan berjalan dengan baik apabila memperhatikan faktor-faktor dalam pemeliharaan pembibitan.