
Bisnis Kambing Kurban – Jenis binatang ternak yang paling prospektif dan menguntungkan untuk dijadikan lahan bisnis adalah kambing dan sapi. Selain itu jumlah pasokan kedua jenis binatang ini belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Pada saat menjelang hari raya Idul Adha, tingginya permintaan menyebabkan harga daging kedua jenis binatang ini meroket. Kambing memiliki sejumlah keunggulan yang lebih menarik dibandingkan sapi.
Dilihat dari segi pemuliaannya, ternak ini lebih mudah dalam pemeliharaan dan perawatannya, dan masa panennya juga lebih pendek. Bukan hanya itu harganya yang lebih rendah dibandingkan sapi menyebabkan target pasar bisnis binatang ini dapat menjangkau sasaran konsumen yang lebih luas.

Meskipun memiliki banyak pesaing di pasar, Anda tidak perlu takut tidak memiliki pelanggan. Nyatanya, bisnis hewan kurban tetap menjadi salah satu bisnis yang paling banyak dicari dan dibutuhkan oleh para umat muslim, terutama menjelang bulan Dzulhijjah di mana umat muslim akan melakukan berbagai kegiatan kurban pada saat Hari Raya Idul Adha.
Bisnis kambing kurban merupakan bisnis yang sangat menguntungkan, apalagi mengingat bahwa permintaan hewan kurban selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Banyak pebisnis baru maupun para peternak yang memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Oleh karena itu, jika kamu tertarik untuk menjalankan bisnis hewan kurban menjelang Idul Adha, yuk simak tips-tips berikut agar bisnis kamu sukses dan berjalan lancar!
Sebelum memulai bisnis hewan kurban, tentunya kamu harus mencari tahu dengan informasi yang jelas mengenai hewan yang akan dijual. Pastikan bahwa kamu mengetahui dengan benar jenis hewan kurban macam apa yang akan kamu jual dan kondisi hewan tersebut memenuhi persyaratan hewan kurban untuk Idul Adha 2022 secara agama.
Jika Anda bukan seorang peternak, maka kamu juga harus mencari peternak yang terpercaya untuk menyuplai bisnis kamu dengan hewan kurban yang sehat dan layak untuk dijual. Sebelum memutuskan untuk menjual hewan kurban tersebut, pastikan juga bahwa kondisi hewan tersebut sehat secara fisik dan bebas dari penyakit.
Selain itu, pastikan juga bahwa umur hewan tersebut sudah memenuhi persyaratan berkurban, yaitu minimal umur 1,5 tahun. Dengan memastikan hal-hal tersebut, maka kamu bisa menghindari adanya hewan tidak layak kurban pada bisnis hewan kurban milik kamu sehingga bisa meminimalisir kerugian.
Dalam berbisnis kambing akan lebih menguntungkan bila memanfaatkan momentum datangnya hari raya Iedul Adha atau yang dikenal dengan lebaran kurban . Saat ini dengan harga ternak ini akan melambung berlipat-lipat dibandingkan pada hari biasa.
Bukan hanya itu, jika Anda ingin mengambil keuntungan yang cukup besar, manfaatkan momentum bisnis ini untuk menggemukkan binatang kurban ini.
Supaya dengan menyambut datangnya hari raya qurban tersebut, usaha budidaya ini setidaknya harus dilakukan sejak 6 bulan sebelumnya. Meskipun proses penggemukan bisa dilakukan lebih singkat lagi waktunya, namun seringkali penambahan berat badannya tidak banyak.
Apabila dalam perawatannya kurang baik dan bibit mengalami stres, malah bisa menyebabkan kematian dan kerugian bisnis. Dan sehabis itu beli bibit atau anakan kambing langsung dari peternak dan pilih yang berkualitas dan sehat agar selama proses penggemukan dapat memberikan hasil yang optimal.
Pada saat proses penggembukan ini, pada bulan pertama dan kedua, bibit akan mengalami proses penyesuaian atau adaptasi setelah berpindah ke lingkungan yang baru. Apabila mengalami stres, bibit akan mengalami penurunan bobot tubuh.
Biasanya penambahan bobot baru terjadi pada bulan ketiga masa pemeliharaan. Dalam pemeliharaan biasa saja, penambahan bobot ini umumnya sekitar 2 kg perbulan. Apabila dilakukan perawatan dengan pemberian pakan yang baik, bobot anakan bisa mencapai 5 kilo per bulan.
Seharusnya penambahan bobot badan bibit dapat dipacu dengan pemberian tambahan pakan konsentrat dan vitamin.
Supaya anda tau, tidak sedikit pebisnis yang melakukan pemeliharaan selama 6 bulan mampu mendapatkan keuntungan hingga 30 persen per ekor dari harga jual.
Pada pengalaman tahun lalu, saat lebaran kurban, harga kambing jenis Jawa sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta, sedangkan jenis gibas atau domba dijual dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 juta. Kita harus membayangkan, kalau bisa menjual 100 ekor saja, maka keuntungannya sudah mencapai Rp 30 juta hingga Rp 50 juta. Lumayan kan!
Untuk memilih bibit atau anakan kambing yang baik untuk dijual saat datangnya hari raya kurban, berikut tips berdasarkan pengalaman para pebisnis dan peternak yang dapat Anda perhatikan, yaitu :
Seharusnya bibit kambing atau bakalan yang bagus memiliki tanduk yang runcing dan tajam. Dan jangan memilih bibit yang tanduknya tumpul atau malah tidak memiliki tanduk.
Ada yang bentuk badan bibit terlihat panjang dan tidak kerdil. Pada bentuk seperti ini sangat bagus untuk proses penggemukan.
Kita harus memilih bibit yang bulunya mengkilat dan tidak suram. Walaupun bulu binatang ini umumnya kotor dan mudah dibersihkan, namun jika Anda teliti tentu akan dapat membedakan warna dasar dari bulunya.
Dan juga pilih ternak yang matanya bening, terlihat bersih, dan tidak ada bercak marah. Dengan mata yang bening menampilkan binatang dalam kondisi sehat.
Memilih bibit yang tingginya sekitar 60 cm dan berat minimal 20 kg. Walaupun demikian, bila bibit terlihat kurus sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah karena nantinya juga akan dilakukan penggemukan.

Kita dapat memungkiri beternak kambing merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilakukan di pedesaan, atau tempat yang jauh dari pusat kota.
Alasannya sangat mudah yakni ketersediaan pangan yang sulit didapat di daerah perkotaan, selain itu penduduk di desa masih dapat memahami keberadaan kandang kambing dan bau yang ditimbulkannya. Pada umumnya para petani di desa mempunyai hewan ternak berupa ayam, kambing, ataupun sapi.
Dengan adanya hewan ternak ini mereka berharap dapat memperoleh tambahan penghasilan selain dari bertani di sawah. Bagaimanakah bila kita yang berada di perkotaan ingin beternak kambing atau sapi?
Dengan ditemukannya jalan satu-satunya adalah menjalin hubungan mitra usaha dengan penduduk di pedesaan, biasanya seorang peternak atau petani mau merawat dan membesarkan kambing milik orang lain dengan persyaratan dan manfaat yang mereka inginkan.
Dengan kerjasama ternak kambing ada 2 jenis, yang pertama menggunakan sistem bagi hasil penjualan. Selain dari itu akad kedua yakni sistem anakan turn, yaitu anak yang pertama milik peternak sedangkan anak kedua untuk pemodal, dan seterusnya.
Dan karena itu penting bagi pembaca untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari akad kerja sama tadi.
Selesai menentukan akad kerja yang sama, selanjutnya yang penting yaitu menentukan kriteria mitra bisnis. Seharusnya semua peternak di desa bisa dijadikan mitra.
Dengan langkah yang baik jika kita sudah mempunyai beberapa persyaratan bagi mereka yang ingin mendapatkan modal usaha. Memilih hal pertama yang harus diperhatikan dari seorang peternak yang baik adalah mereka yang sudah berpengalaman untuk memelihara binatang ternak sebelumnya, baik itu kambing ataupun sapi.
Dalam pengalaman beternak itu, sang pemodal tidak perlu repot-repot mengajar dan membimbing peternak dalam membesarkan kambing. Bukan hanya itu, pengalaman juga menunjukkan keahlian dan keberhasilan seseorang dalam merawat kambing atau sapi.
Mencari berbagai informasi di desa yang dipilih tentang siapa saja nama yang masuk daftar berpengalaman tersebut, kemudian melakukan pendekatan dan kunjungan bisnis langsung ke rumah mereka. Dan orang-orang akan dengan senang hati menyambut kedatangan para tamu, karena itu memang kebiasaan baik yang hilang di perkotaan.
Dan kita harus bertanya juga pada beliau tentang potensi usaha peternakan bila dilakukan saat ini. Dalam pembicaraan tersebut setidaknya telah terbangun kepercayaan dari kedua belah pihak. Setelah itu membuat rencana bersama untuk pembangunan kandang dan pembelian anakan kambing.
Bisnis kambing kurban ini sangat menguntungkan bila sang peternak telah memiliki kandang yang cukup untuk menampung beberapa kambing sekaligus. Selain itu memang biaya untuk membuat kandang kambing lumayan besar, tergantung dari target ternak dan hasil keuntungan yang dibidik oleh pemodal.
Kita harus membuatlah kandang kambing yang dapat mempermudah peternak untuk memberikan makanan, sekaligus kemudahan pembersihan kotoran kambing dari kandang.
Seringnya kunjungan anggota kandang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan kambing. Dengan adanya kandang sehat akan membuat kambing merasa nyaman, jauh dari stres, dan doyan makan. Karena pertumbuhan kambing akan cepat dan semakin gemuk mereka akan menambah nilai jualnya.
Pada masa kini, perkembangan teknologi terus membantu banyak pebisnis dalam mempromosikan bisnis mereka. Denagn adanya bisnis hewan kurban yang tadinya hanya memanfaatkan spanduk, poster, atau promosi dari mulut ke mulut sekarang sudah bisa menggunakan media sosial untuk mempromosikan bisnis mereka menjelang Hari Raya Idul Adha.
Kita harus mempromosikan secara online juga biasanya memerlukan biaya yang jauh lebih sedikit dibandingkan promosi secara langsung. Bukan hanya itu, promosi secara online juga memungkinkan kamu untuk menjangkau pasar yang lebih luas sehingga bisa mendatangkan semakin banyak pelanggan ke bisnis hewan kurban milikmu.
Memperhatikan langkah yang perlu kamu lakukan saat menjalankan bisnis hewan kurban adalah menjual hewan kurban tersebut. Mempertimbangkan penjualan secara online maupun offline, karena keduanya memiliki kelebihan masing-masing.
Menjual hewan kurban secara offline pada saat Idul Adha memungkinkan pelanggan untuk memeriksa kondisi hewan kurban secara langsung. Dengan cara ini banyak disukai karena pelanggan bisa bercakap-cakap dengan penjual mengenai hewan yang dijual sebelum mereka memutuskan untuk membeli hewan kurban tersebut.
Karena, pelaku usaha bisa mendapatkan keuntungan berlipat. Jangan heran jika banyak pelaku usaha yang tertarik menjalankan usaha ini, meskipun bisnis hewan kurban sering dijadikan salah satu musim bisnis.
Kandang siap pakai: Rp3 juta
5 ekor kambing kurban umur 5 bulan : Rp 500 ribu x 10 = Rp5 juta
Oleh karena itu, diperlukan dana awal sebesar Rp8 juta.
Biasanya dalam bisnis ini kita akan sangat memerlukan keperluan lain, misalnya seperti pakan dan vitamin serta obat-obatan untuk hewan yang biayanya diprediksi mencapai Rp1 juta per bulan.
Sementara itu, biaya belum termasuk biaya lainnya apabila Kamu belum memiliki lahan ternak.
Dan ada juga beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha ternak kambing
Setelah kambing kurban tersebut berusia 15 bulan atau lebih, satu ekor kambing kurban bisa dijual dengan harga Rp2,5 juta atau lebih. Dan karena itu kamu harus merawat kambing selama sepuluh bulan lebih.
Maka hasil yang dapat kita peroleh: Rp2,5 juta x 10 = Rp25 juta
Ada beberapa keuntungan yang diperoleh: Rp25.000.000 – Rp9.000.000 = Rp16.000.000

Jika Kamu ingin menjual sapi sebagai hewan kurban, maka kamu memerlukan modal sekitar Rp 80 juta lebih. Hasil modal tersebut sudah bisa mencangkup investasi awal dan biaya operasional. Berikut rinciannya.
Ternak sapi 5 ekor: Rp10 juta x 5 = Rp50 juta
Peralatan tempat makan dan lainnya: 1 juta
Sewa lahan: Rp15 juta
Kandang: Rp7 juta
Jumlah modal awal: Rp73 juta
Untuk pengoperasional pada bisnis hewan kurban biasanya biaya yang dibutuhkan untuk merawat hewan kurban. sekira-kiranya, diperlukan biaya sekitar Rp7 juta lebih untuk kebutuhan operasional yang biasanya terdiri atas:
Tagihan listrik, udara, dan lainnya: Rp1,2 juta
Makanan tambahan: Rp450 ribu per bulan
Konsentrat: Rp3 juta per bulan
Vaksin: Rp450 ribu per bulan
Untuk Obat dan Vitamin : Rp1,2 juta per bulan
Jumlah biaya operasional: Rp6,3 juta
Seharusnya, pendapatan yang bisa diperoleh tergantung berapa lama usia sapi ketika diambil. Dalam satu ekor sapi dapat dirawat selama 6 hingga 12 bulan atau mungkin hingga mencapai usia 3 tahun. Pada saat diambil saat berusia 6 bulan, maka seekor sapi dapat dijual dengan harga sekitar Rp25 juta per ekor. Walaupun kamu memiliki 5 sapi berusia 6 bulan, maka kamu bisa mendapatkan Rp 125 juta.
Meski begitu, selain bisnis kambing kurban, hewan ternak sapi juga bisa menjadi peluang usaha lain, yakni kotoran sapi. Dalam setiap hari , sapi dapat menghasilkan sekitar 20 kg kotoran. Maka hasil per bulannya, terdapat sekitar 3000 kg kotoran. Apabila harga per kg kotoran adalah Rp 1500, maka kamu bisa mendapatkan sekitar Rp 4,5 juta rupiah.
Total penjualan yang diperoleh adalah Rp129.500.000. Sementara itu, keuntungan yang bisa didapat antara lain Rp129.500.000 – Rp79.300.000 = Rp50.200.000
Sebagai salah satu bisnis yang diminati menjelang Idul Adha, bisnis kambing kurban dapat memberikan potensi keuntungan besar bagi pelaku usaha. Tentu saja, keuntungan tersebut akan diperoleh jika Kamu menjalankan bisnismu secara tepat. Kita harus melihat asupan hewan kurban terpenuhi secara teratur.
Seperti dijelaskan di awal bahwa bisnis kambing kurban dapat disesuaikan dengan jadwal hari raya kurban. Di hari-hari kurban tersebut, para bisnis kambing kurban dapat memperoleh keuntungan 50 hingga 100 % lebih dari penjualan di hari-hari biasa. Selamat berternak kambing
Nah, itulah dia penjelasan singkat tentang bisnis kambing kurban. Jadi, siapa nih yang udah niatan buat berbisnis kambing kurban. artikel ini bisa sangat bermanfaat loh,bisa juga menjadi poin utama kamu meraih kesuksesan kamu dalam berbisnis kambing kurban.
kalau masih bingung dengan penjelasan diatas, bisa mencari referensi dari sumber-sumber yang lain juga, intinya tetap harus semangat yahh dalam berbisnis
Selain itu ada kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan artikel diatas adalah, bisnis kamibing kurban bisa menjadi suatu bisnis yang sangat diperluka dikalangan umat muslim menjelang hari raya kurban atau hari raya idul adha.