Cara Berternak Domba yang Benar dan Baik

Cara berternak domba merupakan salah satu bisnis yang sangat menguntungkan, tak heran dari kegiatan budidaya ternak domba yang sudah dilakukan sejak jaman dulu kala. Ada beberapa yang bisa dihasilkan dari berternak domba yang sangat manfaat untuk manusia yaitu seperti bulu, daging, dan susu yang bisa dijual.

Agar anda bisa sukses dalam berbudidaya domba yaitu Anda harus mengetahui cara berbudidaya domba yang baik dan benar sehingga bisa mendapatkan hasil yang menguntungkan dan baik. Terutama bagi pemula, harus banyak belajar terutama pada proses pemeliharaan ternak yang baik yang benar.

Tidak seperti di luar negeri budidaya domba untuk diambil bulunya sebagai wol, di Indonesia sendiri domba kebanyakan hanya diambil dagingnya saja. Domba memiliki harga jual yang cukup tinggi meningkat ketika di pasaran terutama permintaan pasar yang semakin tinggi dikarenakan dombanya dalam posisi bagus dan sehat.

Sebelum menjalankan usaha dalam berbudidaya cara beternak domba yang benar, Anda harus memperhatikan beberapa hal-hal yang sangat penting seperti memilih jenis indukan, lokasi dan struktur kandang yang baik dan bersih, kebutuhan pakan dan perawatan. Agar menghasilkan domba yang bagus dan sehat.

Manfaat Domba Bagi Manusia

Kambing dan  domba  merupakan ternak potong kecil yang memiliki pangsa pasar tersendiri, khususnya penggemar sate. Sebagai ternak potong, hasil ikutan kambing dan  domba  juga dimanfaatkan untuk mendukung industri kerajinan (kulit) dan kotorannya dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik.

Daging domba memiliki manfaat bagi kesehatan yang mirip. Misalnya daging kambing maupun daging domba mengandung protein atau asam amino yang baik untuk menjaga massa otot, meningkatkan stamina serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Di berbagai daerah, domba sering digunakan  sebagai hewan penggembala untuk mengelola vegetasi dan memelihara pelestarian lingkungan . Hewan ternak domba juga bisa membantu menjaga pertumbuhan tanaman dengan merumput, sehingga bisa mencegah tumbuhan liar yang sangat berlebihan dan bisa mengatur ekosistem alami.

Keunikan Pada Domba

Daya ingat domba cukup baik, bahkan kurang sama dengan daya ingat manusia, lo. Oleh karena itu, domba mampu mengingat puluhan orang disekitarnya dalam satu tahun. Hal unik lain dari domba adalah kemampuan hidup mandiri . Bahkan seekor domba pun bisa menyembuhkan dirinya sendiri jika sakit.

Makanan Domba Sehari-hari

Secara umum jenis pakan yang digunakan untuk ternak domba adalah  pakan hijauan, pakan konsentrat dan pakan tambahan . Makanan hijauan terdiri dari dua macam yaitu hijauan segar dan hijauan yang kering. Contoh hijauan segar berupa rumput-rumputan adalah rumput gajah yang segar, rumput benggala, rumput raja dan rumput pembohong.

Jenis-jenis Domba yang Ada Di Indonesia

Di Indonesia sendiri hanya terdapat dua jenis domba yakni domba lokal dan domba silangan. Dua jenis domba ini memiliki postur tubuh yang berbeda, sehingga mudah dikenali. Berikut 2 jenis domba : 

– Domba Lokal

Untuk jenis domba lokal yang sering dibudidayakan oleh masyarakat yaitu domba ekor tipis dan ekor tebal. Biasanya untuk domba jenis ekor tipis ini, domba jantan memiiki tanduk sedangkan, ekor tebal domba jantan tidak memiliki tanduk.

– Domba Silang

Sedangkan untuk jenis domba silangan seperti salah satunya domba garut yang merupakan silangan dari domba lokal, domba merino. Dombanya pun memiliki postur yang gagah dan sehat.

Cara berternak domba yang benar bisa dengan dua cara yakni dengan digembala dan kandang (gedogan). Namun, bagi Anda yang sibuk dengan pekerjaan cara gembala tidaklah cocok, selain itu harus digembala di ladang yang hijau.

Untuk bisa menjadi pengelola usaha pembibitan kambing domba ada beberapa pengetahuan budidaya kambing domba yang perlu difahami oleh setiap pengelola usaha pembibitan kambing domba diantaranya pemilihan bibit, sistem reproduksi, pemberian pakan, sistem perkandangan, pencegahan dan pengendalian penyakit

Pencegahan dan Cara yang Ternak Domba yang Benar 

1. Pemilihan Pembibitan

Pemilihan bibit merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan betul oleh setiap pengelola usaha pembibitan.Bibit kambing domba perlu dilakukan yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan keturunan kambing domba yang dihasilkan.

Ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan

A. Calon Induk harus memenuhi persyaratan

1). tidak terlalu gemuk dan tidak cacat,

2) menggabungkan normal dan simetris,

3) kaki lurus dan kuat,

4) dianjurkan untuk memilih induk yang bagus  berasal dari keturunan kembar. B. Calon Pejantan persyaratan yang harus dipenuhi

1) sehat dan tidak cacat,

2) aktif dan besar nafsu kawinnya,

3) dada dalam, kaki yang tegak, lurus dan kuat,

4) penampilan gagah, hak tinggi,

5) buah zakar normal berjumlah 2 dan sama besarnya.

2. Sistem reproduksi untuk pengembang pembibitan ternak domba yang benar

Birahi pada kambing domba betina yang dicampur dengan

1) ternak akan gelIsah dan ribut,

2) sering menggerak gerakan ekornya,

3) pada bagian luar alat kelamin akan tampak merah, bengkak, hangat dan keluar lendir yang dikenal dengan istilah 3 A (Abang, Abuh dan Anget),

4) menerima atau mau dikawini kambing domba pejantan,

5) nafsu makannya berkurang.

Waktu yang tepat untuk mengawinkan kambing domba dapat mengacu pada pedoman berikut :

1. Kambing domba dikawinkan 12-18 jam setelah terlihat tanda tanda birahi muncul.

2. Agar masa birahi tidak terlewat, sebaiknya kambing domba betina yang birahi dicampurkan dalam kandang kambing domba jantan

3. Bila perkawinannya gagal itu artinya tidak terjadi kebuntingan yang dapat dilihat dengan munculnya kembali tanda birahi kedua pada kambing domba betina perlu dilakukan perkawinan kembali kambing domba.

4. Menghindari perkawinan domba yang sedarah atau masih satu keturunan yaitu perkawinan domba antara anak bapak atau , anak dengan induk atau anak dengan anak dari keturunan kambing domba yang sama.

3. Pemberian Pakan pada Ternak Domba yang Benar

Pemberian pakan pada domba merupakan salah satu faktor penting yang harus dilakukan oleh petrernak domba menjadi kepedulian  ternak pembibitan kambing domba. Selain faktor penting, pemberian pakan juga akan menentukan keberhasilan perkembangan kambing domba. Pemberian pakan pada kambing domba harus mampu memenuhi persyaratan gizi pakan untuk kebutuhan pertumbuhan bibit ternak.

pakan harus terdiri dari pakan hijauan yang di olah terlebih dahulu dengan menggunakan salah satu produk yaitu produk mesin appo, pakan konsentrat atau pakan tambahan yang akan melengkapi gizi pakan yang ada pada hijauan uan pakan ternak.Pemberian pakan tambahan dianjurkan untuk diberikan 2 minggu sebelum ternak dikawinkan, 2 minggu setelah ternak bunting dan 4 minggu sebelum dan setelah ternak melahirkan

4. Sistem Perkandangan

Kandang yang dapat digunakan untuk tempat berlindung bagi hewan ternak juga harus dapat berfungsi memudahkan dalam pengontrolan hewan ternak, sebagai tempat bagi ternak melakukan aktivitas istirahat, perkawinan, makan minum dan melahirkan.

Model kandang yang bagus yaitu dianjurkan untuk cara berternak domba berupa kandang panggung tipe ganda atau tunggal dengan persyaratan pada dasar lantai kandang mempunyai celah selebar 1,5 – 2 cm agar kencing dan kotoran kambing domba dapat turun ke bawah dengan lancar, kandang dilengkapi dengan tempat pakan dan minum pada bagian kolong kandang bisa berfungsi menampung kotoran dan kencing kambing domba yang dapat diolah menjadi pupuk kandang.

5. Pencegahan dan Pengendalian

 Sebagai pengelola usaha pembibitan ternak domba sudah sewajarnya untuk mengetahui pengetahuan tentang kesehatan hewan domba, utamanya penyakit yang biasa menyerang kambing domba diantaranya kudis, sakit mata, kembung perut, cacingan dan mencret.

Keunggulan Berbisnis Ternak Domba yang Benar

Berikut Beberapa Keunggulan Berbisnis Domba :

1. Bisnis yang Tidak Pernah Mati

Berbisnis  hewan domba menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati dan tidak merugikan. Karena setiap domba sering digunakan oleh kaum muslim untuk berqurban pada hari lebaran haji idul adha, selain itu banyak masyarakat yang menyukai olahan sate atau warung makan ,yang saat ini menyediakan menu makanan yang enak berbahan dasar daging domba. Setiap usaha beternak domba bisa dilakukan oleh semua kalangan. 

2. Perlengakapan dan Peralatan Berternak Domba Mudah Di Cari  

Bisnis domba tidak perlu membutuhkan perlengkapan yang sulit dan banyak. Semuanya masih tersedia di sekitar kita. Karena diantaranya kandang yang bisa dibuat dengan bahan dasar bambu, tempat minum bisa menggunakan ember, tempat makan, selang dan terpal dan lain-lain. Jika kita mempunyai lahan yang belum terpakai maka kandang domba bisa dibuat di lahan yang belum terpakai tersebut,yang penting domba bisa tinggal dengan aman.

3. Pemasaran Domba Mudah 

Salah satu cara untuk memasarkan domba ini kepada warga bisa menjualnya di pasar atau pengepul. Atau jika para warga memiliki saluran yang banyak bisa mencoba untuk menawarkan domba tersebut. Selain itu Warga bisa menawarkan kepada pecinta hewan dengan harga yang tinggi jika memang domba yang sudah ternak  sangat berkualitas.

4. Tinggi Harga Jual 

Harga domba ini cukup tinggi, jika dombanya sangat sehat dan bagus. Karena semakin domba tersebut berkualitas dan posturnya besar maka harganya juga semakin tinggi dan melunjang. Seperti biasnya harga domba tinggi saat mendekati Idul Adha atau Qurban karena banyak yang mencari untuk di qurbankan.

Harga Jual Domba Di Indonesia

Tabel Harga Domba Di Indonesia
1. Domba ekor gemuk jantan dewasa Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 3.850.000,00- Rp. 3.700.000,00-
Harga Terendah Rp. 3.450.000,00- Rp. 3.250.000,00-
2. Domba ekor gemuk jantan muda Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 2.900.000,00- Rp. 2.750.000,00-
Harga Terendah Rp. 2.850.000,00- Rp. 2.600.000,00-
3. Domba ekor gemuk jantan cempe Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 1.800.000,00- Rp. 1.700.000,00-
Harga Terendah Rp. 1.700.000,00- Rp. 1.650.000,00-
4. Domba ekor gemuk betina dewasa Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 2.300.000,00- Rp. 2.150.000,00-
Harga Terendah Rp. 2.200.000,00- Rp. 2.100.000,00-
5. Domba ekor gemuk betina muda Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 1.800.000,00- Rp. 1.650.000,00-
Harga Terendah Rp. 1.750.000,00- Rp. 1.600.000,00-
6. Domba ekor gemuk betina cempe Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 1.350.000,00- Rp. 1.250.000,00-
Harga Terendah Rp. 1.250.000,00- Rp. 1.150.000,00-
7. Domba ekor jantan kurus dewasa Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 1.550.000,00- Rp. 1.400.000,00-
Harga Terendah Rp. 1.400.000,00- Rp. 1.300.000,00-
8. Domba ekor kurus jantan muda Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 1.600.000,00- Rp. 1.450.000,00-
Harga Terendah Rp. 1.450.000,00- Rp. 1.400.000,00-
9. Domba ekor kurus jantan cempe Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 1.350.000,00- Rp. 1.150.000,00-
Harga Terendah Rp. 1.300.000,00- Rp. 1.250.000,00-
10. Domba ekor betina kurus dewasa Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 1.750.000,00- Rp. 1.600.000,00-
Harga Terendah Rp. 1.650.000,00- Rp. 1.550.000,00-
11. Domba ekor kurus betina muda Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 1.550.000,00- Rp. 1.450.000,00-
Harga Terendah Rp. 1.500.000,00- Rp. 1.350.000,00-
12. Domba ekor kurus betina cempe Harga Jual Harga Beli
Harga Tertinggi Rp. 750.000,00- Rp. 700.000,00-
Harga Terendah Rp. 650.000,00- Rp. 600.000,00-

Jangkuan Waktu Domba Bisa Beranak

Cara berternak domba mempunyai beberapa keuntungan di lihat dari tahap pemeliharaannya, yaitu cepat berkembangbiak, dapat beranak lebih dari satu ekor dan dapat beranak dua kali dalam setahun, berjalan dengan jarak yang lebih dekat saat digembalakan sehingga mudah dalam 5 pemberian pakan, pemakan rumput.

Keuntungan Cara Berternak Domba yang Benar

Cara berternak domba bisa menjadi pilihan bagus bagi siapa saja yang ingin berbisnis. Meskipun masih ada peternak yang terbentur oleh keterbatasan modal, usaha beternak domba memiliki prospek cerah dengan potensi keuntungan yang menarik.
Secara umum, ada tiga keuntungan yang bisa didapat, jika domba dipilih sebagai hewan ternak. Berikut ulasannya.

A. Berkembang Biak Cepat

Ternak domba juga dapat melahirkan 3 kali dalam 2 tahun. Setiap kali beranak, domba dapat melahirkan hingga samapi kembar tiga. Kemampuan domba beranak Iebih dari dua ekor, disebut prolifik. Sifat ini dipengaruhi oleh gen fekunditas domba, serta Iingkungan yang baik dan sangat mendukung.
Adanya sifat prolifik pada domba akan membantu peternak yang ingin meningkatkan jumlah dombanya dalam waktu singkat. Misalnya, peternak memiliki 4 ekor betina bunting yang usia kebuntingannya sama. Jika setiap betina melahinkan tiga ekor domba, peternak akan memiliki 12 ekor anakan domba dalam satu kali periode melahirkan.
Jadi, dalam dua tahun, jumlah domba anakannya menjadi 36 ekor. Seiring dengan bertambahnya jumlah domba, keuntungan yang didapat peternak juga akan sangat meningkat. Katakanlah dalam setahun, peternak mampu menjual 40 ekor domba dari hasil pembibitan sendiri (bukan beli bakalan). Sudah sangat jelas, keuntungan yang didapat mencapai angka Rp20.000.000.

B. Mudah Beradaptasi dan Memiliki Daya Tahan Tubuh yang Kuat

Cara berternak domba dikenal sebagai ternak yang memiliki daya adaptasi yang cukup baik. Hewan domba juga dapat mampu bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan, termasuk di daerah yang panas. Keunggulan ini karena domba memiliki bulu yang tebal melingkari sekujur tubuhnya.
Bulu domba tersebut bisa berfungsi menahan penguapan melalui permukaan kulit sehingga domba tidak cepat merasa haus dan lapar. Selain itu, bulu tebal pada domba juga bisa membuat tubuhnya lebih tahan terhadap penyakit-penyakit yaitu kulit dan kembung.

C. Modal Relatif Kecil

Cara beternak domba cocok dilakukan di perdesaan, bahkan dalam skala rumah tangga. Usaha ini tidak memerlukan modal besar, karena pemeliharaan dapat dilakukan di kandang yang sederhana. Selain itu, pakan utama yang di berikan pada domba yaitu, seperti rumput dan daun, di beberapa daerah mudah diperoleh. Begitu juga dengan harga bakalan domba yang relatif murah, yaitu Rp850.000—Rp5.000.000 per ekor.

Penyebab Serangan Penyakit Ternak Pada Domba

Berbagai jenis-jenis penyakit pada ternak domba bisa disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, dan jamur. Namun, Anda harus mengetahui penyebab muncul berbagai jenis patogen atau penyakit tersebut. Mengetahui penyebab penyakit pada domba,para ternak akan membantu untuk mengatasinya penyembuhan pada domba tersebut.

1. Kandang yang Kotor

Penyebab kandang kotor karena kotoran kambing bercampur dengan sisa pakan dan udara kencing kambing. Hal-hal tersebut akan membuat menyebabkan penyakit pada domba dan kandang menjadi bau sehingga membuat sirkulasi udara di dalam kandang tidak baik karena kadar amoniak meningkat.

Kandang yang kotor dan bau merupakan sumber penyakit bagi domba. Bakteri, virus, parasit, dan sumber penyebab penyakit lainnya bisa menular lewat kotoran dan sisa pakan yang membusuk di kandang tersebut. Terlebih banyak penyakit yang menular melalui sisa-sisa kotoran tersebut.

2. Pemberian Pakan yang Tidak Tepat

Penyebab serangan penyakit pada ternak domba selanjutnya yang harus anda perhatikan adalah pemberian pakan dan memperhatikan kesehatan pada domba. Domba akan mendapatkan nutrisi dari pakan yang anda berikan.Ingat Sumber penyakit yang datang bisa juga berasal dari pakan yang anda berikan.

Pemberian pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi pakan tentu saja membuat domba kehilangan banyak nutrisi. Hal ini akan membuat imunitas tubuh domba menurun dan lebih mudah terserang penyakit.

Memberikan pakan yang tidak berkualitas, seperti berubah warna, berubah bentuk, dan berubah bau akan membuat domba mudah sakit dan gampang terserang penyakit. Oleh karena itu, Anda juga harus menjaga pakan fisik dan nutrisi pakan agar tetap baik dan bersih.

3. Bibit Domba yang Tidak Sehat

Pemilihan bibit domba yang tidak sehat dan tidak bersih dari yang kecil akan membuat domba tersebut sangat mudah terserang penyakit dan sakit juga saat dewasa. Selain itu, bibit domba yang berasal dari induk domba yang sering sakit juga bisa menularkankan penyakit imunitas tubuh yang sama lemahnya.

Jenis Penyakit Pada Domba

Cara Ternak Kambing

Ada berberapa jenis penyakit yang biasa menyerang hewan ternak domba, mulai dari serangan virus, bakteri, hingga parasit dan penyakit-penyakit yang lain. Mengetahui berbagai penyakit domba dan cara berternak domba sangat penting untuk menjaga kelancaran bisnis ternak domba yang Anda jalani.

1. Mencret

Mencret adalah salah satu jenis penyakit yang menyerang sistem pencernaan domba. Penyebab domba mencret adalah sebuah bakteri bernama Escherichia coli yang berkembang karena lingkungan kandang yang terlalu kotor dan udara yang sangat bau akibat dari tidak membersihkan kandang. Pemberian antibiotik dan pakan yang berkualitas sangat efektif untuk mengatasi penyakit yang satu ini.

2. Radang Pusar

Seperti nama penyakitnya, gejala dari penyakit ini bisa dilihat pada luka pada bagian pusar domba. Penyebab utama dari penyakit yang satu ini adalah pemotongan pusar yang tidak bersih ketika proses melahirkan.

Biasanya penyakit yang satu ini hanya menyerang anakan domba yang baru lahir. Karena proses pemotongan pusar tidak berjalan dengan baik, maka pusar domba tercemar oleh bakteri.

Penggunaan antibiotik yang diberikan air hangat dan ditekan ke pusar bisa menjadi pengobatan alternatif yang efektif bagi domba yang menderita penyakit radang pusar.

3. Cacar Mulut

Domba yang berusia kurang dari 3 bulan sangat rentan terserang penyakit cacar mulut hingga menyebabkan kesulitan untuk makan ataupun minum susu dari induknya. Jika terus dibiarkan, domba yang sakit cacar mulut akan mati karena kelaparan.

Pemberian sulfa yang dioles ke bagian mulut yang sakit menjadi langkah pengobatan penyakit cacar mulut pada domba yang sangat bagus.

4. Tidak Mau Makan

Domba yang tidak mau makan atau tidak nafsu makan bisa dikategorikan sebagai suatu penyakit atau gejala awal dari suatu penyakit. Hal yang paling berbahaya dari hilangnya nafsu makan domba adalah kematian. Penyebab domba tidak mau makan sedang mengidap penyakit atau mengalami stres.

Oleh karena itu, Anda harus segera memeriksa ketika melihat ada domba yang kehilangan nafsu makan agar domba tidak menyebabkan kematian. Domba dari berbagai usia bisa saja kehilangan nafsu makannya.

5. Radang Limpa

Limpa merupakan suatu organ yang terletak di dekat dada hewan domba. Manusia dan sebagian makhluk di bumi pada umumnya memiliki limpa. Pada domba, limpa bisa menjadi radang dengan gejala demam yang tinggi, hingga darah yang keluar dari hidung dan anus.

Penyebab penyakit radang limpa adalah bakteri bernama bacillus anthracis yang menular dari lingkungan yang sangat kotor, akibat tidak menjaga kebersihan. Pemberian antibodi bisa menjadi langkah awal untuk mengatasi penyakit radang limpa pada domba.

6. Penyakit Mulut dan Kuku

Gejala penyakit dan mulut kuku adalah melepuh pada bagian mulut dan kuku domba. Penyakit mulut dan kuku bisa disebabkan oleh virus dan dapat menular dengan sangat cepat. Penyakit ini juga termasuk zoonosis atau menular ke manusia. Jika ada kambing yang terserang penyakit ini biasanya terjadi penurunan kualitas dan bisa menyebabkan kematian.

Jika ada kejadian penyakit ini sebaiknya langsung di laporkan ke petugas setempat untuk segera di tangani dan tidak menyebar ke ternak lainnaya. Selain domba FMD bisa menyerang sapi, babi dan kambing.

7. Perut Kembung

Pemberian pakan yang tidak tepat atau terlambat itu juga dapat membuat domba mengalami perut kembung. Penyakit perut kembung dapat Anda kenali dari perut yang membesar pada satu sisi dan sulit untuk buang air besar. Penyebab kembung bisa disebabkan oleh pemberian pakan hijau-hijauan yang segar dan masih mengandung uap yang terlalu banyak. Jika terus dibiarkan, penyakit ini bisa membuat domba mati.

8. Cacingan

Ada berberapa banyak jenis cacing yang bisa menginfeksi  kepada hewan ternak domba, seperti cacing hati, cacing gelang. Gejala yang terlihat menyebabakan nafsu makan menurun, domba cenderung lemas, bulu Nampak kusam, mata sayu, berat tambah menurun/kurus, diare atau kotoran encer, dan kotoran cenderung lebih bau terkadang terdapat cacing yang ikut keluar dan akhirnya domba mati terserang penyakit.

Untuk pencegahan sebaiknya diberikan obat cacing minimal 6 bulan sekali dan untuk pengobatan bisa diberikan obat cacing sesuai dengan petunjuk label obat di sertai dengan peningkatan kebersihan kandang.

9.Kudi

Domba juga bisa terserang penyakit kulit karena lingkungan yang kotor, seperti kandang yang kotor. Kudis juga dapat menyerang domba dari segala usia dan degala hal. Meski terlihat sepele, nyatanya penyakit kudis dapat membuat domba kehilangan nafsu makan hingga akhirnya mati kelaparan.

Penyakit ini pada umumnya disebabkan oleh tungau yakni  Sarcoptes  sp  yang menyerang pada telinga, hidung atau mulut. Parasit ini berada di bawah kulit sehingga akan terbentuk seperti kudis atau keropeng yang gatal pada domba.

Untuk pengobatannya dengan pemberian salep yang mengandung sulfur atau bisa dengan pemberian injeksi antiparasit yang dilakukan oleh petugas serta memastikan kebersihan kandang lebih terjaga.

Kesimpulan : Jika kita ingin cara berternak domba yang benar, kita harus mengetahui terlebih dahulu cara berternak domba yang baik dan benar.