Cara Mengecek Stok Barang Sebelum Restock

Cara mengecek stok barang sebelum restock membantu kamu menentukan produk yang benar-benar perlu dibeli. Jangan hanya melihat rak yang mulai kosong. Sebaliknya, stok yang terlalu sedikit juga dapat membuat pelanggan kecewa karena barang yang mereka cari sudah habis.

Pengecekan rutin membuat jumlah persediaan lebih mudah dipantau. Selain itu, kamu bisa menggunakan modal dengan lebih bijak karena pembelian barang menyesuaikan kebutuhan toko.

Persiapan Sebelum Melakukan Restock

Sebelum menghubungi supplier, siapkan catatan stok dan tentukan area yang akan diperiksa. Mulai dari rak penjualan, gudang, hingga tempat penyimpanan tambahan.

Perhatikan juga produk yang paling sering terjual. Informasi tersebut bisa menjadi pertimbangan saat menentukan barang yang perlu dibeli kembali.

Mengecek Jumlah Barang yang Tersedia

Setelah persiapan selesai, lakukan pengecekan secara langsung. Jangan hanya mengandalkan perkiraan karena jumlah barang di rak belum tentu menunjukkan persediaan sebenarnya.

Hitung Produk di Rak Toko

Mulailah dengan menghitung produk yang masih berada di rak. Catat barang yang jumlahnya mulai menipis dan perhatikan produk yang paling sering dibeli.

Cek seluruh bagian rak agar tidak ada produk yang terlewat. Jika toko memiliki beberapa area penjualan, lakukan pemeriksaan pada setiap bagian.

Cek Persediaan di Gudang

Selanjutnya, periksa stok yang masih tersimpan di gudang. Hitung produk yang siap dijual dan pisahkan barang yang rusak, bocor, atau tidak layak jual.

Periksa Kondisi Barang

Jumlah produk bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Pastikan barang masih dalam kondisi baik dan layak dijual.

Untuk makanan dan minuman, periksa juga tanggal kedaluwarsanya. Produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa bisa kamu prioritaskan untuk dijual terlebih dahulu.

Membandingkan Stok Fisik dan Catatan

Setelah menghitung barang secara langsung, cocokkan hasilnya dengan catatan persediaan. Cara ini membantu kamu menemukan selisih sebelum melakukan pembelian.

Cari Selisih Jumlah Produk

Misalnya, catatan menunjukkan ada 35 botol minuman, tetapi hasil pengecekan hanya menemukan 32 botol. Artinya, terdapat selisih tiga botol yang perlu dicari penyebabnya.

Selisih bisa terjadi karena transaksi belum tercatat, barang rusak, hilang, atau kesalahan saat melakukan pencatatan.

Periksa Barang yang Belum Tercatat

Cek kembali transaksi penjualan dan barang yang baru masuk dari supplier. Bisa saja ada produk yang sudah terjual tetapi belum dikurangi dari catatan atau barang baru yang belum ditambahkan.

Dengan pemeriksaan ini, jumlah stok yang kamu gunakan untuk menentukan restock akan lebih akurat.

Menentukan Produk yang Harus Dibeli

Setelah mengetahui jumlah persediaan sebenarnya, buat daftar produk yang perlu dibeli. Jangan langsung membeli semua barang yang terlihat menipis.

Perhatikan Barang yang Cepat Terjual

Produk dengan penjualan tinggi perlu mendapatkan perhatian lebih. Jika stoknya sudah mendekati batas minimum, segera masukkan ke daftar restock.

Sementara itu, barang yang jarang terjual tidak perlu dibeli dalam jumlah besar. Cara ini membantu mengurangi risiko penumpukan.

Tentukan Batas Minimum Persediaan

Tentukan jumlah minimum untuk setiap produk. Saat stok mencapai batas tersebut, kamu bisa mulai menyiapkan pembelian berikutnya.

Batas minimum dapat berbeda untuk setiap barang karena kecepatan penjualan dan kebutuhan pelanggan tidak selalu sama.

Pencatatan Persediaan agar Lebih Praktis

Jika jumlah produk semakin banyak, pencatatan manual bisa membuat proses pengecekan membutuhkan waktu lebih lama. Kamu dapat menggunakan aplikasi pencatatan stok barang untuk membantu mencatat barang masuk, barang keluar, dan jumlah persediaan.

Setelah data tercatat dengan rapi, kamu bisa lebih mudah mengetahui produk yang mulai menipis. Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah aplikasi pencatatan stok barang

Untuk tips lain, kamu juga bisa membaca 7 Cara Cek Stok Barang agar Tidak Kehabisan atau Menumpuk sebagai referensi tambahan.

Kesimpulan

Cara mengecek stok barang sebelum restock dapat dimulai dengan menghitung produk di rak, memeriksa gudang, mengecek kondisi barang, lalu mencocokkannya dengan catatan.

Setelah itu, tentukan produk yang perlu dibeli berdasarkan jumlah persediaan dan kecepatan penjualan. Dengan pengecekan rutin, kamu bisa mengurangi risiko kehabisan barang, mencegah stok menumpuk, dan mengelola modal dengan lebih baik.