Cara Ternak Kambing Etawa dengan Tepat dan Benar

Kambing etawa adalah  kambing yang didatangkan dari india yang juga disebut kambing Jamnapari. Tinggi kambing jantan berkisar antara 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina hanya mencapai 92 sentimeter. Pada kali ini kita akan membahas tentang cara ternak kambing etawa.

Bobot jantan bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram. Telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung. 

Keturunan silangan ( hibrida ) kambing etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai kambing “peranakan etawa” atau “PE”. cara ternak kambing etawa. Ada baiknya kita mempersiapkan hal – hal yang diperlukan sehingga nantinya kita tidak perlu direpotkan oleh kebutuhan kecil yang dibutuhkan. Diantaranya :

  1. Kita wajib melihat kunjungan ke depan dan pasar yang kita tuju. Apakah kambing etawa kita akan diambil dagingnya, susunya, atau dijadikan sebagai kambing kontes. Karena perawatan untuk masing-masing jenis tersebut berbeda-beda.
  2. Gali informasi sebanyak mungkin kepada rekan atau orang yang lebih dulu menerjuni bisnis ini. Karena dengan begitu kita sedikit akan mengetahui kesulitan dan kelebihan dalam budidaya kambing etawa.
  3. Buatlah catatan mengenai anggaran biaya untuk usaha. Untuk awalan, jangan terlalu banyak mengeluarkan uang untuk membeli banyak kambing indukan. Secukupnya karena dengan pengalaman nantinya anda akan semakin matang.
  4. Pelajari lokasi kandang dan media dari peternak kambing yang Anda kenal. Banyak yang bertanya tentang kelembaban, kesuburan rumput, hama, dll. Sehingga anda dapat mencari tempat yang sesuai dengan habitat terbaik kambing etawa.
  5. Persiapkan obat-obatan dan rajin-rajinlah berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat. Bila perlu anda dapat berkonsultasi dengan Dinas Peternakan setempat.
  6. Bila ada seminar atau workshop tentang ternak, dapat anda ikuti agar menunjang ilmu anda sehingga tidak kebingungan jika nantinya ada kendala dalam beternak.
  7. Berdoa dan siap mental merupakan kunci sukses dalam ternak kambing etawa

Setelah memahami dan menerapkan beberapa hal di atas, barulah kita bisa memulai tindakan untuk beternak kambing etawa.

Hal hal yang perlukan untuk cara ternak kambing etawa

Memelihara kambing etawa pada dasarnya hanya terdiri dari tiga hal. Pengadaan,Pakan dan Pelaksanaan. Jika kita dapat melakukan hal ketiga tersebut dengan baik, maka segalanya akan baik – baik saja. Namun tidak mudah, terutama dalam pelaksanaan ini merupakan beberapa hal yang harus disiapkan sebelum mulai beternak kambing etawa

Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
       1. Pengadaan bibit/induk kambing etawa
       2. Pakan kambing
       3. Kandang kambing etawa
       4. dan lain-lain

1. Pengadaan bibit/induk kambing etawa

Dalam pengadaan kambing hendaknya kita beli indukan atau bibit dari peternak yang sudah terpercaya. Karena dengan begitu kita dapat mengetahui track record dari kambing tersebut. Kambing yang bagus untuk kita gunakan sebagai pejantan adalah memiliki punggung yang lurus/tidak bengkok, tubuh yang besar dan gagah, kaki yang kokoh, berumur lebih dari 1,5 tahun dan tidak ada cacat. Sedangkan indukan etawa yang bagus menurut para peternak pada umumnya adalah Jinak, kaki lurus, berputing dua buah, bertubuh proporsional dan simetris lurus, hak tinggi cenderung tinggi dan sehat tanpa cacat. Berikan vitamin setibanya kambing di lokasi/kandang hingga beberapa hari. Karena dapat mencegah penyakit dalam proses adaptasi di lingkungan yang baru.

Seperti kambing etawa betina grade A dengan tinggi 65cm dibanderol mulai dari Rp.2.050.000, tersedia juga kambing etawa betina grade A dengan tinggi 70cm mulai dari Rp.2.550.000. Temukan juga kambing etawa betina dengan tinggi 75cm – 85cm mulai dari Rp.5.000.000 hingga Rp.8.500.000.

2. Pakan kambing etawa

 

Salah satu cara ternak kambing etawa .Pemberian pakan pada budidaya kambing etawa tidak dapat sama ratakan. Harus kita sesuaikan dengan kebutuhan gizi pada usia tertentu. Sebisa mungkin pakan mengandung, protein, vitamin, karbohidrat, mudah dicerna dan tentunya mudah didapat sekaligus murah. Pakan kambing di pedesaan pada umumnya adalah rumput/hijauan dengan diselingi kacang-kacangan yang mengandung vitamin dan mineral. Namun sekarang sudah banyak yang menggunakan pakan buatan melalui beberapa proses. Karena mengandung gizi lebih tinggi dan dapat kita 
Memberikan rumput juga harus kita kira-kira dengan berat badan kambing. Maksimal pemberian pakan tambahan/rumput 15% dari berat badan kambing. Untuk merangsang dan mempercepat pertumbuhan kita bisa menambahkan vitamin dan premix yang banyak tersedia di toko peternakan. Berikan pakan secukupnya sebanyak 2x sehari pagi dan sore secara rutin agar kesehatan kambing tetap terjaga.
Untuk Air, berikan takaran 2 liter per ekor per hari nya. Tambahkan garam yodium secukupnya juga pada air minum.

Pelaksanaan Ternak Kambing Etawa

  1. Kandang Kambing Etawa : Syarat utama kandang bagi kambing etawa adalah kebutuhan sinar matahari yang cukup, bersih, agak jauh dari rumah dan hawa angin dapat masuk sebagai ventilasi. Tujuan terkena sinar matahari yaitu mencegah kotoran dan bakteri yang cepat tumbuh di lingkungan kandang. Untuk pembuatan kandang akan kami posting pada artikel selanjutnya.
  2. Kambing Etawa setidaknya bisa beranak 3 kali dalam dua tahun. Tapi usahakan agar kambing dapat beranak lebih banyak dari itu. Oleh karena itu hal yang harus jadi patokan anda dalam cara budidaya kambing etawa adalah usia kambing bisa disebut dewasa pada usia setengah tahun sampai satu tahun. Kawinkan setelah usia benar – benar matang, yaitu antara 11-12 bulan. Kadang ada pula yang 10 bulan sudah matang dan dewasa. Bobot harus lebih dari 50kg pada usia produksi tersebut. Birahi kambing bertahan selama 1-2 hari dan dapat bertahan selama 2 atau 3 minggu. Tanda bila kambing mulai birahi adalah kambing terlihat mondar – mandir karena merasa tidak nyaman, kurang doyan makan, ekor terus bergerak dan dikibaskan, keinginan membesar dan terus bergerak (diam bila kambing dinaiki), buang air kecil tidak teratur/sering.
  3. Waktu bunting dari indukan/kambing betina kurang lebih 5 bulan, dan masa melahirkan sampai masa istirahat adalah 2 bulan. Pada saat – saat tersebut jagalah pola makan dan kebersihan kambing. 
  4. Setelah memasuki masa panen dan berhasil, terus rawat dan tingkatkan produksi dan budidaya. Karena semua bagian dari kambing etawa baik itu daging, susu, kotoran dan kulitnya akan laku dijual. Biasanya pada usia lebih dari 1,5 tahun berat badan kambing sudah sulit untuk naik lagi. Pada saat itu, siasati penjualan saat kambing sedang naik daun. Dengan begitu kambing tetap dapat terjual dengan harga yang lumayan. Perkiraan harga kambing dapat dihitung dari berat x 50 persen karkas x harga daging kambing eceran.

3.Kandang kambing

Salah satu cara ternak kambing etawa adalah dengan menyiapkan kandangnya.
Ini merupakan hal hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang kambing:

 

  1. Penghematan ruang dan bahan baku. Untuk menghemat ruang, pintu diintegrasikan dengan sekat. Dengan cara ini pemakaian kayu juga lebih hemat karena tidak membutuhkan balok yang terlalu banyak
  2. Kemudahan dan efisiensi biaya manajemen kandang. Bagi peternak pemula, kandangnya memudahkan dalam beternak bukan malah menyusahkan. Karena itu lantai dibawah k
  3. andang tidak disemen. Karena lantai tidak disemen maka peternak tidak perlu susah membersihkan tiap hari dengan air. Pemakaian air akan menambah biaya produksi. Selain dengan lantai tanah, kandang tidak lembab karena urine kambing diserap tanah. Tentunya ini juga menjelaskan sifat tanah tempat kandang bersifat menyerap atau tidak. Dengan memanfaatkan tanah sebagai media penyerap, bau urin kambing dapat dikurangi (karena sebenarnya urin adalah sumber bau). Hal ini penting terutama jika kandang dekat dengan perumahan penduduk. Beberapa peternak mungkin ragu-ragu jika lantai tanah meniadakan pemanfaatan urin. Argumen ini benar dan tidak salah. Namun bagi peternak pemula sebaiknya mendahulukan yang penting, mudah dan murah terlebih dahulu daripada fokus pada hal yang memiliki nilai ekonomis kecil.

MANFAAT MENJANJIKAN DARI TERNAK KAMBING

Kambing merupakan hewan ternak yang memiliki sumber protein hewani penting. Maka dari itu, daging kambing sangat diminati masyarakat. Tidak hanya daging, susu, kulit, dan kotoran kambing yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Contohnya pemanfaatan kotoran kambing untuk pupuk organik. Oleh karena itu, kambing menjadi hewan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.

Ternak kambing merupakan kegiatan beternak atau memelihara kambing dengan tujuan komersial, konsumsi pribadi, atau sebagai hewan peliharaan. Daging kambing memiliki nilai jual yang lumayan tinggi dan bernilai. Saat hari raya Iduladha, harga kambing dapat meningkat hingga beberapa persen.

Lalu apa saja manfaat beternak kambing?. Berikut manfaat dari beternak kambing.

  1. Sumber pendapatan

Beternak kambing dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil dengan cara menjual daging, susu, atau hasil lainnya seperti kulit atau kotoran kambing sebagai pupuk organik. Kambing juga dapat dijual sebagai hewan ternak hidup.

  1. Pengelolaan lahan

Kambing dapat membantu menjaga lahan dengan cara memakan rerumputan dan semak-semak yang tumbuh disekitarnya.

  1. Pemupukan alami

Kotoran kambing memiliki nutrisi yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Pupuk kambing membantu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan yang sehat.

  1. Pengelolaan sampah

Beternak kambing dapat membatu mengurangi sampah organik seperti sisa makanan atau dedaunan. Kambing dapat memakan sampah ini dan mengurangi jumlah yang harus dibuang.

  1. Sumber pangan

Daging dan susu kambing dapat menjadi sumber pangan yang bernilai gizi tinggi dan dapat menjadi alternatif lain selain susu sapi. Produk-produk susu kambing seperti keju, yoghurt atau susu kambing segar memiliki nilai gizi yang baik.

  1. Investasi

Beternak kambing merupakan usaha yang dapat bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Kambing memiliki tingkat reproduksi yang tinggi dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik sehingga dapat menjadi investasi dalam jangka panjang bagi peternak.

Perkiraan Modal Bisnis Hewan Ternak Sapi dan Kambing

Salah satu cara ternak kambing etawa adalah harus mengetahi PerkiraaModal untuk Bisnis Hewan Ternak Sapi dan Kambing –  Hari raya Idul Adha sebentar lagi tiba. Pada umumnya, terdapat tiga hal yang tidak boleh dilewatkan saat Hari Raya Idul Adha, yaitu shalat Idul Adha, pelaksanaan ibadah haji, dan berkurban bagi yang mampu.

Momen besar umat Islam ini tentunya akan dirayakan bersama keluarga tercinta dengan berkumpul bersama untuk mempererat tali persaudaraan. Selain ajang silaturahmi bersama keluarga, momen Idul Adha juga menghadirkan banyak sekali peluang usaha yang bisa dicoba, terutama berjualan hewan kurban.

Nah, jika kamu tidak hanya ingin berjualan hewan kurban, bisa juga mencoba beternak. Ternak yang dimanfaatkan sebagai hewan kurban adalah sapi dan kambing.

Berikut ini adalah perkiraan modal dalam usaha ternak hewan sapi dan kambing!

Estimasi Modal Usaha Ternak Hewan Kambing

Pada dasarnya, usaha ternak kambing bisa dimulai dengan modal 10 juta Rupiah. Bisnis yang satu ini berpeluang besar dan menguntungkan karena selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Para peternak rumahan umumnya memelihara hewan berkaki empat ini di rumahnya.

Namun, cara beternak seperti ini belum tergolong sebagai peternakan profesional. Sebab, sifatnya memang hanya dijual saat butuh uang saja. Bukan sengaja dibisniskan untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Padahal jika dijalankan secara serius, bisnis ini sangat menjanjikan. Perolehannya bisa jutaan Rupiah per bulan.

Modal yernak kambing

Untuk para pemula, estimasi dana yang dibutuhkan untuk keperluan kandang, bibit, pakan rumput, vitamin, dan lain-lainnya.

  • Kandang modern siap pakai (bisa beli online) sekitar Rp 3.000.000.
  • Harga bibit dengan usia 5 bulan @Rp 500.000,- x 10 campur betina dan jantan = Rp 5.000.000.

Total investasi awal  Rp 8.000.000.

  • Pakan rumput, vitamin, dan lainnya per bulan Rp 1.000.000.

Total biaya di awal Rp 9.000.000.

Perkiraan ini mengikutkan biaya gaji dan sewa lahan karena bisnis ini ideal dilakukan di pedesaan. Di mana kebanyakan orang senang memulainya sendiri dari lahan yang sudah ada.

Keuntungan ternak kambing

Pendapatan Rp 2.500.000,- per ekor setelah dirawat selama 10 bulan. Artinya total usia kambingnya 15 bulanan.

Rp 2.500.000,- x 10 = Rp 25.000.000,-.

Biaya operasional per bulan Rp 1.000.000 x 10 = Rp 10.000.000,-.

Jadi, keuntungannya selama 10 bulan adalah Rp 25.000.000 – Rp 10.000.000,- = Rp 15.000.000,-.

Pendapatan per bulannya adalah Rp 15.000.000,- : 10 = Rp 1.500.000,-

Perkiraan harga ini bisa meningkat saat permintaan kambing sedang banyak-banyaknya, misalnya pada momen Idul Adha nanti. Harganya bisa lebih mahal.