
Sebelum mulai berjualan, kamu perlu membuat estimasi modal usaha agar tahu berapa dana yang harus disiapkan. Perkiraan ini membantu kamu melihat kebutuhan bisnis dari awal, mulai dari membeli perlengkapan, stok, membayar operasional, sampai menyediakan dana cadangan.
Tanpa perhitungan yang jelas, kamu bisa saja menghabiskan terlalu banyak uang untuk satu kebutuhan dan kekurangan dana untuk pengeluaran lainnya. Karena itu, buat estimasi berdasarkan kondisi bisnis yang sebenarnya dan sesuaikan dengan kemampuan modal yang kamu punya.
Estimasi modal usaha adalah perkiraan jumlah dana yang kamu perlukan untuk memulai dan menjalankan bisnis pada periode awal. Jumlahnya tidak selalu sama karena setiap jenis usaha memiliki kebutuhan berbeda.
Misalnya, bisnis makanan membutuhkan bahan baku dan kemasan, sedangkan toko retail membutuhkan stok barang dan perlengkapan toko. Bisnis jasa mungkin membutuhkan lebih sedikit stok, tetapi membutuhkan dana untuk peralatan dan promosi.
Agar perhitungannya lebih lengkap, masukkan beberapa kebutuhan berikut.
Hitung semua perlengkapan yang kamu butuhkan sebelum mulai berjualan. Contohnya meja, rak, alat produksi, timbangan, wadah, atau peralatan pendukung lainnya.
Prioritaskan barang yang benar-benar menunjang kegiatan bisnis. Kamu bisa membeli perlengkapan tambahan setelah bisnis mulai menghasilkan.
Tentukan dana untuk membeli stok pertama. Sesuaikan jumlahnya dengan perkiraan penjualan agar kamu tidak menyimpan terlalu banyak barang.
Untuk bisnis baru, kamu bisa memulai dengan stok dalam jumlah terbatas. Setelah mengetahui produk yang paling diminati pelanggan, kamu bisa meningkatkan jumlah pembelian.
Masukkan pengeluaran seperti sewa tempat, listrik, air, internet, transportasi, kemasan, dan gaji jika kamu memiliki karyawan.
Perkirakan biaya tersebut untuk beberapa bulan pertama agar kamu memiliki gambaran kebutuhan dana setelah bisnis berjalan.
Sediakan sebagian dana untuk kebutuhan yang tidak terduga. Dana ini bisa membantu ketika harga bahan naik, peralatan rusak, atau penjualan belum sesuai target.
Misalnya kamu ingin membuka usaha minuman kecil dengan kebutuhan berikut:
Perlengkapan: Rp2.000.000
Stok awal: Rp2.500.000
Sewa tempat: Rp1.500.000
Operasional bulan pertama: Rp1.000.000
Promosi: Rp500.000
Dana cadangan: Rp1.000.000
Total estimasi modal:
Rp2.000.000 + Rp2.500.000 + Rp1.500.000 + Rp1.000.000 + Rp500.000 + Rp1.000.000 = Rp8.500.000
Jadi, kamu membutuhkan sekitar Rp8,5 juta berdasarkan contoh tersebut.
Kalau kamu ingin menghitung kebutuhan modal secara lebih rinci, kamu bisa membaca Cara Menghitung Modal Usaha untuk Memulai Bisnis dari Nol sebagai panduan tambahan untuk menyusun berbagai komponen biaya.
Jangan hanya menggunakan perkiraan kasar. Cari tahu harga perlengkapan, stok, sewa, dan kebutuhan lainnya sebelum membuat perhitungan.
Kamu juga bisa membandingkan harga dari beberapa penjual untuk menemukan pilihan yang sesuai dengan anggaran. Setelah itu, tambahkan dana cadangan agar perhitungan tidak terlalu mepet.
Selain menghitung modal awal, kamu perlu mencatat setiap pengeluaran ketika bisnis mulai berjalan. Aplikasi pencatat transaksi bisa membantu kamu mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih teratur.
Dengan catatan tersebut, kamu bisa membandingkan estimasi awal dengan pengeluaran sebenarnya. Dari sana, kamu bisa mengetahui apakah perhitungan awal sudah sesuai atau perlu diperbaiki.
Membuat estimasi modal usaha membantu kamu mengetahui gambaran dana yang diperlukan sebelum menjalankan bisnis. Hitung perlengkapan, stok awal, biaya operasional, promosi, dan dana cadangan agar kebutuhan bisnis bisa terlihat lebih jelas.
Jangan membuat estimasi hanya berdasarkan perkiraan. Gunakan harga yang mendekati kondisi sebenarnya dan lakukan pencatatan setelah bisnis berjalan. Dengan begitu, kamu bisa mengelola modal dengan lebih terarah dan menyesuaikan pengeluaran berdasarkan kondisi keuangan bisnis.