
Tahukah kamu ada banyak sekali pilihan jenis dan contoh aplikasi cms yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan strategi content marketing, lho. Dalam sebuah pengembangan website, kamu pasti memerlukan alat untuk memudahkanmu mengelola konten-konten yang ada di dalamnya.
Nah, untuk membantumu menemukan alat atau platform terbaik, kami sudah merangkum beberapa opsi aplikasi CMS yang bisa kamu coba. Langsung saja mari kita simak pembahasan di bawah ini sampai selesai!

Salah satu aplikasi CMS yang mungkin sering didengar adalah WordPress. Dengan adanya WordPress creator sangat terbantu untuk mengelola konten website yang teroptimasi di perangkat desktop maupun mobile.
Mulanya, WordPress diperuntukkan sebagai software untuk mengembangkan suatu blog. Seiring berjalannya waktu, sekarang ini WordPress berkembang menjadi platform CMS terpopuler.
Karena interface-nya yang sederhana dan mudah digunakan, WordPress sangat cocok untuk bisnis kecil dan blogger pemula yang belum memiliki banyak sumber daya untuk mengoptimalkan desain tampilan web.
CMS Hub adalah bagian dari ekosistem aplikasi HubSpot, ini juga merupakan software CMS yang ternyata digunakan oleh brand ternama, lho. Salah satu yang menggunakannya adalah Trello digunakan untuk mengelola company blog mereka.
CMS Hub memberikan kemudahan bagimu untuk menghubungkannya dengan beberapa aplikasi lain, termasuk Gmail, Facebook Ads, dan Twitter. Jadi, kamu dapat memonitor data-data dari banyak platform di satu tempat saja.
Bagi pemula dan bisnis kecil, tak perlu khawatir karena CMS Hub juga memiliki lebih dari 3,500 template free dan ada juga yang berbayar. Keduanya dimanfaatkan untuk mempercantik konten website.
Drupal merupakan aplikasi content management system yang cocok bagi seorang developer. Ini khusus bagi yang ingin mengembangkan website yang mampu menampung traffic dan data dalam jumlah besar. Kamu dapat memulainya dari nol ataupun menggunakan template yang ada.
Sedikit berbeda dengan WordPress, tema yang terdapat pada Drupal dapat dikonfigurasi sedemikian rupa. Jadi, jika memiliki kemampuan coding yang baik, kamu dapat merancang website sesuai yang diinginkan. Salah satu kelemahan Drupal adalah tidak terlalu ramah bagi pemula karena interface yang ada di dalamnya terbilang cukup sulit.
Selain itu, template atau tema berbayar yang terdapat biasanya hasil buatan para developer handal. Jadi, biayanya cenderung lebih mahal. Walaupun termasuk ke dalam CMS open source (dapat diakses siapa pun selama mereka memiliki kode khususnya), Drupal dinilai memiliki keamanan yang cukup tinggi.
Joomla merupakan alternatif yang tepat bagi pemula yang mencari CMS serbaguna sama seperti Drupal namun pengaplikasiannya yang mudah seperti WordPress. Dengan Joomla, kamu tentunya dapat mengatur sendiri beberapa komponen yang ada di website, seperti:
Selain itu, kamu perlu melakukannya melalui backend setting. Oleh karenanya, diperlukan seseorang yang setidaknya telah memiliki skill pemula dalam web development.
Rekomendasi aplikasi CMS berikutnya adalah WooCommerce. Pada dasarnya, WooCommerce bukan termasuk ke dalam software CMS. Akan tetapi, platform ini dapat berfungsi sebagai plugin WordPress. Jadi, kamu perlu menggunakan WordPress supaya bisa menginstal WooCommerce.
Beberapa kelebihan WooCommerce yaitu:
Sementara itu kekurangannya adalah kamu perlu memanfaatkan tema dari WooCommerce meskipun ada banyak tema menarik di WordPress. Hal ini perlu dilakukan untuk pengoptimalan fungsi dan fitur yang ada.
Di atas merupakan informasi seputar jenis dan contoh aplikasi CMS yang perlu kamu ketahui. Jika tertarik, kamu bisa mencoba salah satu aplikasinya mulai dari sekarang, lho.
Untuk memperdalam pengetahuan lagi terkait cms anda bisa mengunjungi laman macam macam contoh cms, disini telah dijelaskan secara mendetail terkait dengan pengertian hingga manfaatnya.
Nama Sasya Dinda Ayu, Berasal dari cirebon, Pelajar dari SMKN1 Mundu dan mengambil jurusan teknik komputer jaringan