Cara Ternak Ayam Petelur Mudah untuk Pemula

Cara Ternak Ayam Petelur – Halo, sobat. Apa kabar? Apa kalian tahu apa itu Ayam Petelur?

Ayam Petelur ialah ayam betina dewasa yang dapat menghasilkan telur. Telur yang dihasilkan itu banyak dan secara terus – menerus. Dengan begitu teman, ayam jenis ini dapat dimanfaatkan telurnya untuk dijual.

Sobat tahu tidak? Karena saat ini peternak ayam petelur baru bermunculan dan permintaan pasar yang terus meningkat, sehingga supply telur kepasaran pun belum tercukupi.

Pada artikel Cara Ternak Ayam Petelur kali ini saya akan tunjukan Cara Ternak Ayam Petelur bagi pemula seperti sobat. Lalu apa saja yang harus dilakukan untuk Cara Ternak Ayam Petelur saat pertama kali? Simak Cara Ternak Ayam Petelur berikut ini

Apa itu Ternak ?

Cara Ternak Ayam Petelur

Lalu apa itu Ternak ?

Ternak, hewan ternak atau rajakaya dalam bahasa Jawa adalah hewan yang dengan sengaja dipelihara sebagai sumber pangan, sumber bahan baku industri, atau sebagai pembantu pekerjaan manusia, sob.

Usaha pemeliharaan ternak disebut sebagai peternakan (atau perikanan, untuk kelompok hewan tertentu) dan merupakan bagian dari kegiatan pertanian secara umum.

Ternak dapat berupa binatang apa pun termasuk serangga dan vertebrata tingkat rendah seperti ikan dan katak.

Namun begini sob, dalam percakapan sehari-hari orang biasanya merujuk kepada unggas dan mamalia domestik, seperti ayam, angsa, kalkun, atau itik untuk unggas, serta babi, sapi, kambing, domba, kuda, atau keledai untuk mamalia.

Sebagai tambahan, di beberapa daerah di dunia juga dikenal hewan ternak yang khas seperti unta, llama, bison, burung unta, dan tikus belanda mungkin sengaja dipelihara sebagai ternak, sob.

Jenis ternak bervariasi di seluruh dunia dan tergantung pada sejumlah faktor seperti iklim, permintaan konsumen, daerah asal, budaya lokal, dan topografi. Kurang Lengkap ? Cek Disini.

Cara Berternak Ayam Petelur

1. Persiapan lokasi/kandang

jenis-kandang-ayam-petelur

Sobat tahu? Sebelum kita memulai usaha ternak ayam petelur, Kita harus mempersiapkan kandangnya dulu, Penempatan lokasi/kandang juga harus diperhatikan sob, Karena jika tidak tentu akan timbul masalah nantinya.

Usahakan lokasi kandang jauh dari permukiman warga, Bertujuan untuk menghindari bau yang timbul dari kotoran ayam atau dari ayam itu sendiri.

Lokasi yang jauh dari keramaian juga dapat mengurangi resiko stress pada ayam, serta untuk mencegah penyebaran wabah penyakit terhadap manusia, sob.

Lokasi dapat dijangkau alat transportasi juga penting untuk memudahkan pengawasan serta pemeliharaan.

Adapun jenis kandang ayam dapat digunakan untuk budidaya ayam petelur terdapat dua tipe.

  • Yang pertama yaitu kandang umparan/koloni.

kandang-baterai-ayam-petelurKandang model ini biasanya adalah semua ayam diletakkan dalam satu kandang sob. Kelemahan kandang ini adalah telur ayam bececeran di lantai, Sehingga butuh waktu lebih lama untuk mengumpulkan telur-telur ayam dihasilkan.

  • Yang kedua yaitu kandang baterai.

kandang-baterai-ayam-petelurKandang model ini yang paling banyak digunakan oleh para peternak ayam petelur sob, Karena memang didesain khusus untuk ayam petelur, Agar memudahkan kita saat panen/pengumpulan telur.

Kandang baterai juga dipercaya dapat meningkatkan produksi telur, Sebab ruang geraknya terbatas, Sehingga tidak menghabiskan energi yang dihasilkan untuk bergerak, dan ayam lebih fokus untuk produksi telur, begitu sob.

Kandang model ini hanya bisa diisi dengan 1 ayam dalam 1 kandang, Supaya tidak memakan tempat, Kandang bisa dibuat bersusun/bertingkat, maksimal 4 tingkat.

Usahakan sinar cahaya matahari bisa masuk  ke kandang sobat, dan sirkulasi udara teratur.

2. Memilih bibit ayam yang berkualitas

Bibit Ayam Berkualitas
Sobat, bibit ayam merupakan salah satu faktor yang paling menentukan dalam keberhasilan dan kelangsungan usaha peternakan. Kesalahan awal dalam pemilihan bibit atau rendahnya kualitas bibit yang dipelihara, akan berdampak jangka panjang yaitu rendahnya produktivitas.
 
Pemilihan bibit yang baik dan unggul akan memberikan kontribusi dan hasil yang optimal serta menguntungkan bagi usaha peternakan sobat.
 
Untuk mendapatkan dan memilih bibit unggul ayam petelur yang akan dipelihara, secara umum haruslah memenuhi beberapa syarat, sob.
Syarat tersebut antara lain adalah :
 
  1. Ayam petelur harus sehat dan tidak cacat fisiknya.
  2. Pertumbuhan dan perkembangan normal.
  3. Ayam petelur berasal dari bibit yang diketahui keunggulannya.
Sedangkan untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken)/ayam umur sehari, ada beberapa pedoman teknis sob, yaitu:
 
  1. Anak ayam (DOC ) berasal Dari induk ayam sehat.
  2. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya.
  3. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
  4. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
  5. Ukuran berat badan antara 35-40 gram.
  6. Tidak ada letakan tinja diduburnya.

Pemilihan Bibit dan Calon Induk

Penyiapan bibit ayam petelur yang berkriteria baik, tergantung pada 3 hal sebagai berikut sob :

a. Konversi Ransum

Sobat, konversi ransum merupakan perbandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dalam menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut dengan ransum per metric weight unit telur.

Ayam Petelur baik akan makan sejumlah ransum dan menghasilkan telur Ayam lebih banyak/lebih besar daripada sejumlah ransum yang dimakannya.

Bila ayam itu makan terlalu banyak dan bertelur sedikit maka hal ini merupakan cermin buruk bagi ayam itu sendiri sob.

Begini sob, bila bibit ayam mempunyai konversi yang kecil maka bibit itu dapat dipilih, nilai konversi ini dikemukakan berikut ini pada berbagai bibit ayam dan juga dapat diketahui dari lembaran daging Ayam sering dibagikan pembibit kepada peternak dalam setiap promosi penjualan bibit ayamnya.

b. Produksi Telur

Produksi telur sudah barang tentu menjadi perhatian utama. Untuk itu, Ayam dipilih adalah bibit Ayam dapat memproduksi telur banyak.

Namun, konversi ransum tetap menjadi pertimbangan utama sebab ayam rule produksi telurnya tinggi tetapi makannya banyak juga tidak menguntungkan.

c. Prestasi bibit di lapangan/di peternakan

Apabila kedua hal diatas telah baik maka kemampuan ayam untuk bertelur hanya dalam sebatas kemampuan bibit itu sob. Adalah tidak mungkin memaksakan bibit ayam petelur supaya bertelur lebih banyak, Ayam melebihi kemampuannya.

Atau sobat mengharapkan ayam petelur mengkonsumsi ransum lebih sedikit Dari pada kebutuhannya. Sebagai contoh, prestasi beberapa jenis bibit ayam petelur diantaranya yaitu :

  1. Babcock B-300 v: berbulu putih, jenis ringan, produksi telur (hen house) 270, ransum 1,82 kg/dosin telur.
  2. Dekalb Xl-Link: berbulu putih, jenis ringan, produksi telur (hen house) 255-280, ransum 1,8-2,0 kg/dosin telur.
  3. Hisex white: berbulu putih, jenis ringan, produksi telur (hen house) 288, ransum 1,89 gram/dosin telur.
  4. H & W nick: berbulu putih, jenis ringan, produksi telur (hen house) 272, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur (Inang Sariati).

3. Cara pemberian pakan yang benar

Memberi Makan Ayam Dengan Benar

Tata cara pemberian pakan ayam petelur adalah salah satu kunci keberhasilan budidaya juga sob. Hal ini karena pakan sangat erat kaitannya dengan untung rugi usaha sob, mengingat pakan ayam petelur tidak murah.

Kalau pemberian pakan tidak pas bisa jadi rugi. Kalau pakan terlalu banyak boros dan kalau sedikit ayam tidak produktif, begitu sob. Belum lagi harus memberi pakan ayam sesuai kebutuhan tingkatan umur sob.

Untuk itu Saya mencoba memberi data sedikit mengenai hal itu. Seperti yang sudah diketahui sob, pakan Ayam dibedakan berdasarkan umur, yaitu periode starter, grower, layer.

Periode Stater adalah ayam umur 0 – empat minggu (anak ayam)

Saat Grower adalah ayam umur empat – enam belas minggu (masa pertumbuhan)

Periode layer adalah ayam umur enam belas minggu – sampai akhir (masa produksi telur)

Sobat boleh menggunakan yang sudah jadi, tinggal beli saja banyak dijual di toko peternakan sudah dikemas atau bisa juga meracik sendiri asal sesuai kandungan gizi.

Kalau ingin membuat sendiri ini ada patokan kandungan gizi yang harus dipenuhi menurut SNI sebagai berikut sob :

Persyaratan Mutu Pakan

Waktu pemberian pakan ayam petelur

Pemberian pakan ayam petelur dapat diberikan 2 kali sehari pada pagi hari dan sore sob.

Sobat, kebutuhan pakan dalam 1 hari untuk 1 ekor ayam adalah 100 gram. Pembagian dan waktu pemberian pakan ayam petelur sbb sob :

1. Jam Tujuh pagi diberikan 30 % sampai 40 %
2. Jam Tiga sore diberikan 60 % sampai 70 %

Pemberian pakan Ayam lebih banyak sore hari karena keinginan makan ayam lebih besar pada jam tersebut sob. Usahakan juga pemberian pakan tepat waktu agar menghindari ayam stress.

Sebenarnya masih banyak yang perlu diperhatikan dalam hal pakan ayam petelur sob, tapi pada umumnya kira kira demikian. Untuk skala budidaya pemula Saya rasa sudah cukup. 

4. Menjaga Kebersihan Kandang untuk Cara Ternak Ayam Petelur

Salah satu kunci keberhasilan terjaganya kualitas daging ayam adalah dengan menjaga kandang ayam broiler tetap bersih dan bebas dari hama, bakteri, dan penyakit sob.

Peternakan yang memiliki kandang ayam petelur yang terjaga akan menghasilkan daging yang berkualitas.

Sobat yang selalu menjaga kebersihan kandang ayam broilernya merupakan salah satu peternak yang mementingkan kualitas peternakannya.

Anda yang dengan rutin menjaga kebersihan kandang ayam broiler di peternakannya juga akan menghasilkan daging ayam yang beraroma segar.

Sobat pasti sudah tahu bahwa salah satu penentu segar tidaknya daging ayam yang beredar di pasaran adalah dengan mengetahui dari aromanya.

Daging ayam kurang sehat akan memunculkan bau yang kurang sedap dan cenderung berbau anyir dan busuk.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan daging ayam segar yang pada umumnya akan memberikan aroma khas daging ayam broiler yang segar dan tidak amis, cenderung anyir, serta berbau busuk sob.

Tips Membersihkan Kandang Ayam untuk Cara Ternak Ayam Petelur

  • Semprot dengan desifektan dan insektisida setelah ayam keluar, keluarkan semua peralatan dari kandang.
  • Buang dan bersihkan semua kotoran dari kandang.
  • Semprot seluruh bagian kandang dengan air sabun atau deterjen, gunakan tekanan rendah.
  • Kerok dan sikat sampai bersih sisa kotoran ayam dari slat dan dari permukaan kandang lain ketika masih basah. Untuk membilas, semprot dengan air yang bertekanan tinggi atau gunakan air hangat.
  • Lakukan perbaikan kandang dan perawatan lantai apabila dibutuhkan seperti pemberian garam dapur untuk membunuh cacing, kapur untuk membunuh Coccidia, tawas untuk membunuh kutu.
  • Bersihkan ruang peralatan, gudang pakan dan fasilitas-fasilitas lain dalam area kebun, sapu, sikat dan hilangkan sarang laba-laba. Untuk kandang menggunakan bin atau tangki penyimpanan pakan, buang sisa pakan pada bin, dan bersihkan atau sikat bin.
  • Musnahkan hama tikus dan serangga.

5. Masa Panen Cara Ternak Ayam Petelur

Panen Ayam Petelur

Berapa lama ayam petelur akan menelur?

Hasil utama dalam budidaya ayam petelur adalah berupa telur dihasilkan oleh ayam. Sebaiknya sobat memanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan kandungan telur disebabkan oleh virus dapat terhindar/terkurangi.

  • Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul sepuluh – sebelas.
  • Pemungutan kedua pukul satu – dua.
  • Pengambilan ketiga (terakhir) sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul tiga – empat.

Telur selanjutnya diletakkan di atas nampan telur. Telur abnormal harus dipisahkan dari telur normal.

Pengumpulan

Letakkan diatas nampan telur semua telur yang sudah dihasilkan. Dalam pengambilan dan pengumpulan telur, Sobat harus langsung memisahkan antara telur yang normal dengan yang abnormal.

Telur normal adalah telur yang oval, bersih dan kulitnya mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63 cc sob.

Telur yang abnormal misalnya telurnya kecil atau terlalu besar sob, kulitnya retak atau keriting, bentuknya lonjong.

Setelah telur sobat dikumpulkan, selanjutnya telur yang kotor karena terkena litter atau tinja ayam dibersihkan.

Telur terkena litter dapat dibersihkan dengan amplas besi halus, dicuci secara khusus atau dengan cairan pembersih. Biasanya pembersihan dilakukan untuk telur tetas.

Setelah diambil dari kandang, telur tersebut segera dibersihkan. Ada dua cara membersihkan:

Membersihkan dengan cara kering

Cara ini, telur cukup dilap satu persatu dengan kain atau amplas. Pembersihan cara ini lebih disukai dan muda, tetapi membutuhkan waktu dan tenaga sob.

Membersihkan dengan cara basah

  • Telur dicuci dengan air suam-suam kuku.
  • Untuk mencegah pencemaran bakteri dapat digunakan NaOH 0.35% .artinya 35ml NaOH + satu Liter air.
  • NaOh dapat dibeli diapotik, tiap 1 liter air dapat mencuci 12 butir telur.
  • Untuk melindungi tangan, gunakan sarung tangan.
  • Masukkan telur yang akan dicuci.
  • Telur yang sudah dicuci segera dikeringkan dan letakkan dalam egg tray.
  • Air pencuci diganti secara berkala untuk mencegah pencemaran.

Telur yang baik dilihat dari bentuk luarnya adalah:

  • Bentuk telur harus normal, yaitu bulat telur.
  • Telur dalam keadaan bersih.
  • Kulit telur rata.
  • Telur tidak cacat atau retak.

Apabila sobat ingin melihat kualitas (mutu) telur lebih jauh dapat dilakukan dengan cara berikut :

Meneropong Telur

Meneropong Telur Ayam

Sobat dapat menggunakan sinar matahari atau lampu pijar. Telur yang masih segar/baru akan terlihat:

  • rongga udara (ada di Ujung telur) kecil
  • kulit telur mulus, pori-pori kerabang kecil
  • tidak ada noda di dalam isi telur
  • kuning telur di tengah, tidak bebas bergerak

Merendam Telur dalam Air

Cara lain untuk mengetahui kualitas telur dapat dilakukan dengan merendamnya dalam air bersih sob, begini :

  • Telur yang busuk akan mengambang
  • Telor yang melayang dalam air kualitasnya kurang baik
  • Telur yang baik akan tenggelam

Memecahkan Telur

Untuk mengetahui keadaan isi telur, sobat dapat melakukan pemecahan. Cara ini cocok dilakukan dalam rumah tangga sebelum digunakan.

Caranya adalah telur dipecahkan di atas cawan piring. Telur yang baik akan terlihat :

  • permukaan kuning telur tinggi dan bentuknya bulat.
  • kuning telur terletak di tengah putih telur.
  • putih telur kental.

Mengepak Telur

  • Telur yang sudah dipilih kemudian dikemas kedalam plastik tipis berbentuk kotak (banyak dijual di toko plastik).
  • Lubangi kotak-kotak tersebut di beberapa tempat untuk sirkulasi udara.
  • Masukkan telur-telur yang besarnya seragam ke dalam kotak plastik. Telur bagian tumpul letakkan di atas.
  • Tiap kotak plastik yang kecil bisa berisi 8-10 butir.
  • Beri Cap atau Label dengan nama peternak atau nama kelompok, lalu tutup.
  • Telur ayam siap untuk dipasarkan.

Menyimpan Telur

Sobat, dalam skala rumah tangga telur yang sudah dibeli kadang-kadang tidak langsung dikonsumsi, tetapi disimpan. Untuk itu sobat perlu mengetahui beberapa hal antara lain :

  • Menyimpan telur dalam suhu kamar sebaiknya tidak lebih dari 7 hari (sejak ditelurkan). Telur ditaruh pada nampan telur dengan meletakkan telur bagian tumpul di atas.
  • Menyimpan telur dalam Kulkas, dapat bertahan sampai 7 minggu. Posisi telur sama dengan yang ditaruh pada nampan telur.

Demikianlan tahapan cara ternak ayam petelur bagi pemula yang bisa saya sampaikan, Semoga bisa membantu Sobat yang ingin memulai usaha ternak ayam petelur.

Apabila cara ternak ayam petelur diatas masih ada yang kurang sobat bisa menambahkan pada komentar agar lebih bermanfaat. Mungkin selain untuk Cara Ternak Ayam Petelur anda juga ingin baca Cara Membuat Pakan Lele.

Mari belajar bersama, Terima Kasih.