proses dalam usaha penggemukan sapi

– Keunggulan Usaha Penggemukan Sapi

keunggulan merupakan sebuah sistem dimana sistem tersebut memilik daya tarik kuat kepada seseorang untung menyelami lebih dalam tentang usaha. Karena dari keunggulan tersebut para pengusaha mendapatkan keuntungan sehingga dapat memacu motivasi pengusaha untuk terus mengembangkan usahanya, seperti keunggulan usaha penggemukan sapi. Jika Anda belum mengetahuinya, simak ulasan berikut.

1.Kandungan gizi tinggi

Daging sapi yang menjadi primadona bagi masyarakat di seluruh dunia merupakan salah satu keunggulan beternak sapi yang paling diketahui oleh masyarakat. Selain enak, daging sapi bergizi tinggi. Warnanya yang merah-cokelat segar dengan serat yang relatif halus mengandung protein 18 persen, lemak 3 persen, karbohidrat 1,2 persen, kadar abu 0,7 persen, kadar air 75,5 persen, dan vitamin A 600IU/gram.

2.Mudah diperdagangkan

Salah satu daging konsumsi yang memiliki banyak permintaan adalah daging sapi sehingga pemasaran daging sapi terbilang mudah dan mneguntungkan. Saat ini permintaan daging sapi relatif tinggi, bahkan ketika menjelang hari raya umat muslim. Selain permintaan tinggi, harga daging juga tinggi. Hal ini lah yang membuat usaha penggemukan sapi masih memiliki peluang.

3.Usaha relatif praktis dan mudah

Usaha ini lebih praktis dibandingkan menghasilkan bibit. Selain lebih praktis, waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama dan biaya pemeliharaan yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Penggemukan realtif lebih mudah dilakukan dari pedet atau anakan sapi.

Pakan yang diberikan untuk menggemukkan sapi sudah banyak yang menjual dan bahkan bisa menggunakan pakan alternatif dari limbah pertanian yang relatif lebih murah. Untuk menggemukkan, Anda tidak membutuhkan sapi betina sehingga bisa hanya menggunakan sapi jantan yang memiliki pertumbuhan lebih cepat.

4.Hemat tempat

Usaha penggemukan sapi dapat dilakukan di pekarangan rumah atau suatu ruangan atau petak-petakan yang disediakan khusus untuk satu ekor sapi. Di kampong, biasanya warga desa berinvestasi penggemukan sapi yang dirawat di halaman rumah.

5.Perputaran modal lebih cepat

Usaha penggemukan sapi tidak membutuhkan waktu yang lama dan relatif singkat sehingga perputaran modal terbilang cukup cepat. Hal ini dikarenakan penggemukan menggunakan pedet atau bakalan yang sudah tumbuh. Modal yang dikeluarkan juga hanya sebatas modal investasi seperti kandang dan modal produksi.

–Kekurangan dalam usaha penggemukan sapi

1.Sistem pemeliharaan dan keterbatasan modal 

 Keterbatasan modal yang dimiliki membuat peternak harus menggunakan sistem ternak yang membutuhkan modal kecil, yaitu tradisional. Peternak sangat bergantung pada kondisi alam, seperti urusan pakan. Kondisi ini kerap dialami oleh peternak-peternak kecil di desa yang sering menjadikan ternak sapi sebagai usaha sampingan sehingga pertumbuhan sapi berjalan lebih lambat.

Sistem pemeliharaan tradisional umumnya tidak dilakukan dengan ilmu pengetahuan yang memadai mengenai breeding, feeding, dan manajemen.

2.Pemasaran yang Kurang Menarik dalam usaha penggemukan sapi

Dalam usaha sapi ini banyak peternak yang terhambat pada proses pemasaran, apalagi sapi merupakan makhluk hidup yang harus dipasarkan segera ketika ukurannya sudah mencapai maksimum. Namun, sayangnya masih banyak peternak yang belum mempersiapkan cara pemasaran yang baik. Selain itu, pemasaran daging hingga saat ini masih bergantung pada musim-musim tertentu seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

3.Iklim

Indonesia merupakan negara tropis. Iklim tersebut terkadang menjadi kendala bagi peternak sapi. Suhu tinggi yang terjadi pada musim kemarau dapat menyebabkan sistem metabolisme sapi terganggu sehingga pertumbuhan sapi menjadi terhambat. Kendala tersebut semakin besar ketika bibit-bibit ternak sapi potong yang digunakan berasal dari daerah subtropis dengan daya adaptasi yang kurang baik.

Musim kemarau yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan peternak sulit mendapatkan pakan hijauan.

4.Terbatasnya Fasilitas dalam usaha penggemukan sapi

Keterbatasan fasilitas dapat menimbulkan efek langsung pada usaha ternak sapi potong. Keterbatasan yang sering dialami adalah komunikasi dan kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk di suatu daerah menyebabkan sumber daya alam pakan ternak menjadi terbatas atau sempit. Selain itu, ternak kehilangan lapangan penggembalaan.

5.Kurangnya Pemahaman yang Benar Mengenai Ternak

Ada baiknya dalam memulai sesuatu harus didasari dengan pengetahuan yang cukup, agar kita bisa meminimalisasi segala kerugian dan hambatan yang mungkin akan kita temui selama menjalani usaha tersebut. Pengetahuan tersebut, dapat diperoleh melalui pengalaman ataupun pembelajaran.