Tanaman Yang Cocok di Tanah Tandus Dan Gersang

Tanaman Yang Cocok di Tanah Tandus Dan Gersang

Tanaman Yang Cocok di Tanah Tandus

Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai Tanaman Yang Cocok di Tanah Tandus.

Tanah tandus merupakan salah satu tanah yang tidak subur dan tidak banyak mengandung humus.

Sehingga tanah tandus ini tidak cocok apabila untuk pertanian.

Adapun faktor yang dapat mempengaruhi tanah tersebut menjadi tandus adalah tanah tersebut kehilangan humus akibat erosi.

Berikut adalah beberapa jenis tanaman yang di kenal tidak membutuhkan air dalam jumlah yang banyak.

1. Mentimun

Meskipun buahnya memiliki kadar air yang terbilang sangat banyak, akan tetapi sebenarnya tanaman ini tidak membutuhkan air yang banyak.

Justru tanaman mentimun ini membutuhkan kondisi yang terbilang hangat dan panas dengan intensitas matahari yang sangat banyak untuk dapat tumbuh dengan subur dan dapat menghasilkan buah banyak.

Tanaman mentimun ini rata-rata pada umumnya membutuhkan 75 hari dari awal tanam hingga awal pemanenan berlangsung.

2. Terong

Sama halnya dengan mentimun, tanaman terong ini juga tidak membutuhkan air terlalu banyak dan dapat tumbuh baik dengan kondisi panas.

Terong ini dapat mulai untuk Anda panen setelah tanaman terong telah berumur 70 hingga 80 hari setelah masa tanam.

3. Labu

Tanaman labu ini akan dapat tumbuh lebih cepat apabila di tanam pada tempat yang panas daripada di tanam di tempat dingin.

Rasanya pun juga akan lebih manis apabila di bandingkan dengan labu yang di tanam di daerah yang dingin.

Rata-rata labu ini dapat Anda panen pada umur 50-60 hari setelah tanam.

4. Kacang Panjang

Pemeliharaan yang relatif lebih mudah dari tanaman serupa membuat petani di Indonesia lebih tertarik untuk menanam tanaman ini.

Selain itu, kacang panjang ini juga memiliki nilai jual yang terbilang cukup tinggi, jadi tak heran apabila banyak yang membudidayakannya.

Ketika ladang sedang kering, pada umumnya petani akan beralih dan menanam kacang panjang karena ketahanannya pada kondisi kering yang terbilang cukup tinggi.

5. Jagung

Apabila Anda menanam jagung pada musim kemarau, maka hal tersebut adalah pilihan yang cukup bijak.

Sebab tanaman jagung ini juga akan dapat tumbuh dengan baik itu di kondisi tanah yang tidak memiliki banyak air.

Nilai jualnya yang juga terbilang cukup tinggi, maka bisa menjadi pertimbangan apabila ingin beralih menanam komoditas ini barang satu kali masa tanam.

Jagung ini pada umumnya dapat di panen setelah berumur 60 sampai 100 hari setelah tanam.

Tergantung pada perawatan yang di lakukan.

6. Umbi-umbian

Baik tanaman singkong maupun ubi jalar ini memerlukan jumlah air yang sedikit untuk bisa tumbuh subur.

Tanaman singkong dan ubi jalar ini terkenal tidak manja terhadap air dan dapat untuk di tanam di manapun dan kapanpun.

Terlebihi lagi jika di rawat dengan baik, maka hasil panen dari komoditas ini bisa melimpah.

7. Kedelai

Menanam kedelai jenis komoditas ini juga termasuk menggiurkan dan baik apabila Anda tanam pada saat musim kemarau dan lahan yang kering.

Kedelai ini dapat mulai Anda panen apabila kedelai telah memasuki umur 75 hingga 90 hari setelah tanam.

Dengan pengelolaan yang baik dan benar, komoditas-komoditas ini akan dapat menghasilkan produk yang tidak akan mengecewakan.

Namun perlu untuk Anda perhatikan pula tanaman apa yang cocok untuk daerah masing-masing.

Mulai dari ketinggian lokasi di atas permukaan laut hingga kadar pH dari tanah.

Perhatikan pula varietas yang ingin Anda tanam, pastikan sesuai dengan kondisi lahan kering yang hendak Anda gunakan sebagai media.

Komoditas-komoditas ini tentu juga memerlukan perawatan dan walaupun komoditas ini tahan terhadap kekeringan, bukan berarti tanaman ini tak perlu untuk Anda siram.

Tanah tandus ini memang tidak produktif apabila Anda jadikan sebagai lahan pertanian.

Namun sebenaranya kondisi dari tanah ini juga dapat untuk Anda perbaiki dengan upaya pelestarian tanah.

Upaya Pelestarian

Didalam Tanaman Yang Cocok di Tanah Tandus ini, untuk melestarikan dan memperbaiki tingkat dari kesuburan tanah lahan Anda, maka Anda bisa melakukan beberapa metode sebagai berikut ini.

1. Pemberian Pupuk dan Materi Organik

Pupuk terutama NPK juga akan dapat menambah nutrisi esensial dari tanah.

Yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium sedangkan pupuk kandang atau kompos juga akan menambah materi organik dalam tanah.

Keduanya ini juga akan dapat memperbaiki kondisi topsoil lahan.

2. Kontrol pH 

Apabila pH terlalu asam maka tanah juga dapat di beri batuan kapur, namun apabila terlalu alkalis, tanah tersebut dapat di beri belerang.

3. Kontrol Salinitas

Salinitas yang tinggi ini tidak akan dapat memungkinkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan sempurna.

Salinitas yang tinggi ini juga akan dapat di koreksi dengan penambahan asam humat yang berasal dari degradasi materi organik.

Senyawa ini juga dapat mengikat anion dan kation sehingga dapat menurunkan salinitas.

3. Pembajakan

Pembajakan tanah baik dengan cara manual maupun dengan menggunakan traktor ini berfungsi untuk membalikan tanah dan membuat tekstur tanah menjadi gembur.

Gembur ini sendiri berarti lapisan tanah yang memiliki banyak rongga sehingga tanaman akan dapat tumbuh dengan memanfaatkan oksigen yang ada di dalam tanah.

4. Penjagaan Ekosistem Tanah

Makhluk hidup yang ada di dalam tanah seperti cacing juga dapat di tambahkan pada media tanah.

Begitu pula dengan konsorsium mikroba pada tanah.

Cacing ini akan dapat memproses bahan organik menjadi kascing yaitu berupa materi yang dapat berguna untuk penyubur tanah (vermicompos).

Mikroba tanah ini juga akan melakukan daur nitrogen dan daur karbon yang berguna untuk kesuburan pada tanaman.

5. Penggantian Tanaman

Penggantian tanaman ini berguna untuk menambah kesuburan dari tanah dengan menambah materi organik tanah.

Contohnya pada proses penanaman lahan dengan tanaman kacang.

Hal tersebut akan meningkatkan kandungan nitrogen tanah akibat adanya simbiosis tumbuhan kacang dengan bakteri.

6. Reboisasi Tanaman

Di dalam Tanaman Yang Cocok di Tanah Tandus, tanah yang gundul juga akan memberikan dampak akibat hutan gundul dapat untuk ditanami ulang.

Yaitu dengan cara penanaman secara bertahap sebelum di jadikan sebagai lahan pertanian untuk memperbaiki struktur dari tanah dan menambah lapisan topsoil.

7. Remediasi Lahan 

Tanah yang telah terkontaminasi polutan akan dapat di remediasi untuk menghilangkan kontaminasi yang barang kali terkandung di dalam tanah.

Sebaiknya remediasi ini Anda lakukan dengan cara penambahan mikroorganisme (bioremediasi) atau tanaman (fitoremediasi) sehingga tanah tidak akan memiliki kelebihan dari suatu senyawa kimia.

8. Mineralisasi Lahan

Tanah yang kekurangan mineral ini dapat Anda atasi dengan cara menambahkan batuan yang telah di pecahkan.

Dengan proses mekanik dari pelapukan oleh cuaca, maka kandungan mineral dari batuan yang telah dipecahkan dapat akan terlarut dan akhirnya terdeposisi dalam tanah.

Penyiraman harus tetap harus Anda berikan seperlunya saja.

Itu tadi artikel mengenai Tanaman Yang Cocok di Tanah Tandus yang dapat kami bagikan.

Semoga dengan hadirnya artikel Tanaman Yang Cocok di Tanah Tandus ini akan dapat membantu Anda didalam usaha pertanian yang sedang Anda tekuni, sekian.