menggemukkan sapi jantan dengan mudah

Upaya Menggemukkan Sapi Jantan

menggemukkan sapi jantan

A. Sejarah Sapi Di Indonesia

Pada tahun1917 pemerintah Hindia Belanda mencoba menggemukkan sapi jantan jenis sapi Ongole secara besar-besaran dari negara India.

Untuk menghasilkan jenis sapi yang unggul, pada 1936 pemerintah Hindia Belanda mengharuskan untuk semua sapi jantan Jawa dikebiri.

sedangkan sapi betinanya harus dikawinsilangkan dengan sapi Ongole yang telah diimpor dari negara india .

Dari pahama kebijakan ini setidaknya telah banyak diperoleh sapi-sapi dengan kualitas unggul dari hasil persilangan di berbagai daerah.

Upaya pemerintah hindia belanda mengembangbiakkan sapi juga dilakukan sejak awal dekade sekitar tahun 1950-an.

Kisahnya dimulai ketika Presiden republik Indonesia Ir Sukarno menggarap tahap pembangunan bernama Rencana Kesejahteraan Istimewa pada tahun 1950.

Pada saat itu ahli peternakan yang berasal dari negara Denmark Prof. B. Seit sedang memperkenalkan metode inseminasi buatan kepada para dokter hewan di seluruh Indonesia.

Fakultas Hewan dan Lembaga Penelitian Peternakan (FKH LPP) kota Bogor, tempat Seit bekerja, diberikan tugas pemerintah untuk membangun stasiun Inseminasi Buatan di beberapa daerah sentra peternakan sapi perah/susu.

Para dokter hewan yang dilatih Seit lalu berpencar di berbagai daerah seperti di Jawa dan Bali untuk mendirikan stasiun inseminasi buatan.

Ada beberapa dokter hewan yang berangkat ke Ungaran dan Kedu di Jawa Tengah, Pakong dan Grati Jawa Timur, Cikole di Jawa Barat, dan Baturati di Bali.

FKH LPP Bogor sendiri difungsikan sebagai stasiun untuk melayani di daerah Bogor dan sekitarnya.

dokter hewan tersebut itu bertugas untuk melakukan inseminasi.

Sayangnya program yang telah dibuat ini tidak intensif dilakukan. Pelayanan inseminasi buatan bersifat hilang timbul.

Akibatnya masyarakat disekitar tak cukup berani untuk menaruh kepercayaan.

Program Rencana Kesejahteraan Istimewa juga hanya bertahan kurang lebih dua tahun.

Namun demikian balai-balai inseminasi buatan yang telah didirikan itu mampu berjasa untuk membantu mengembangbiakkan sapi, meskipun baru sapi penghasil susu saja.

Pemerintah pada Orde Baru menganggap program inseminasi buatan sebagai langkah yang strategis untuk mendongkrak perkembangbiakan sapi pada peternakan rakyat di indonesia.

Keberhasilan ekspor yang telah memicu pemerintah untuk menyediakan lebih banyak sapi lagi yang siap dipasok ke luar negeri.

Maka dari itu pemerintah di indonesia mencoba untuk menggalakkan kembali inseminasi buatan di berbagai daerah di indonesia.

Evaluasi pada pelaksanaan inseminasi buatan dilakukan pada 1970.

Pemerintah menyimpulkan, semen/sperma cair perlu diganti dengan semen beku yang pastinya lebih awet dipakai dan dibawa ke berbagai tempat inseminasi.

Masyarakat di Selandia Baru, pada tahun 1973, telah berbaik hati memberikan sumbangan semen beku secara gratis kepada pemerintah Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri, inseminasi buatan telah berhasil mendongkrak perkembangbiakan sapi di indonesia sejak dekade 1960.

Menurut catatan Badan Pusat dan Statistik, ekspor dari sapi potong pada tahun 1968 sekitar 34.541 ekor.

Jumlah ini semakin meningkat menjadi sebanyak 72.490 ekor pada tahun 1970.

Untuk menyebarluaskan sapi jenis unggul dan sapi hasil persilangan, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1967.

Undang-undang tersebut berisi tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan Dan Kesehatan Hewan.

Di dalamnya terkandung upaya pemerintah dalam menyebarluaskan ternak secara merata di seluruh wilayah di Indonesia, Istilahnya adalah pewilayahan ternak.

Usaha Indonesia Untuk Mengimpor Kembali Sapi Unggul

Langkah/ usaha untuk mengimpor sapi unggulan kembali dilakukan ketika Presiden Soeharto mendatangkan sapi-sapi unggul di berbagai luar negeri, terutama sapi dari negara Australia.

Di Tapos sapi-sapi itu hendak dikawin silangkan dengan sapi-sapi lokal di Indonesia sehingga didapatnya bibit berjenis sapi unggul.

Maka saya  datangkan sapi-sapi unggul dari berbagai luar negeri untuk dikembangkan dan dikawin disilangkan dengan sapi-sapi lokal yang ada di Indonesia.

seperti: Persilangan antara sapi jenis Brahman Australia dengan jenis Anggus, dan hasil dari silangannya diberi nama ‘Brangus’ yang merupakan singkatan dari Brahman dan Anggus.

Sapi jenis Santra Gertrudis disilangkan dengan sapi Madura, menghasilkan jenis  yang disebutsapi ‘Matralis’.

Begitu juga dengan kambing Suffolk yang berasal dari negara Australia disilangkan dengan Gibas yang akan menghasilkan ‘Safbas’, tuturnya dalam biografinya.

Pada tahun 1978 merupakan tahun terakhir Indonesia mampu mengekspor sapi potong yang jumlahnya hanya sekitar 400 ekor saja.

Sejak saat itu peternakan rakyat di indonesia lebih banyak memasok kebutuhan daging didalam negeri saja, Bahkan karena impor daging dari Australia mulai dibuka.

Tapos tampaknya telah menginspirasi banyak pengusaha ternak untuk melakukan impor bibit.

Tercatat mulai pada tahun 1990, Indonesia mulai melakukan impor sapi bakalan.

Menurut ahli peternakan Sri Rahayu, impor sapi bakalan mulai dilakukan pada tahun 1990 sejumlah 8.061 ekor, Dan pada dua belas tahun kemudian angka ini meningkat drastis hingga sejumlah 429.615 ekor.

Karena krisis ekonomi, pemerintah indonesia pernah mengurangi impor sapi bakalan pada tahun 1997 – 2001.

Hasilnya, sapi-sapi lokal terkuras oleh permintaan sehingga dalam waktu yang tidak lama, populasi sapi lokal di Indonesia menurun drastis.

Seperti tak punya pilihan lain, pada tahun 2002 Indonesia kembali meningkatkan impor sapi bakalan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi.

Negara Indonesia sangat bergantung pada impor daging asal Australia, karena australia merupakan sumber dari 90,06 persen impor sapi hidup dan 46,70 persen impor daging sapi dan jeroan.

Selandia Baru juga merupakan sumber impor 32,52 persen daging sapi dan jeroan.

Negara lain yang juga termasuk eksportir daging sapi ke Indonesia, dengan jumlah yang lebih kecil antara lain Amerika Serikat dan Kanada.

B. Mengenal Sapi.

menggemukkan sapi jantan

Sapi merupakan hewan ternak golongan dari suku Bovidae dan anak dari suku Bovinae.

hewan sapi yang telah ternak dan biasanya digunakan untuk menggemukkan sapi jantan membajak sawah yang sering dinamakan Lembu.

hewan sapi dipelihara untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai pangan manusia.

Hasil sampingan dari sapi antara lain seperti kulitjeroantanduk, dan kotorannya juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia seperti sebagai pupuk kandang.

Di sejumlah tempat didunia, sapi juga digunakan sebagai penggerak alat transportasi, pengolahan lahan tanah (bajak), dan alat industri yang lain seperti peremas tebu.

Karena banyak kegunaan dan manfaat dari sapi ini, sapi telah menjadi bagian dari berbagai kebudayaan manusia sejak lama.

Kebanyakan sapi yang diternak masyarakat merupakan keturunan dari jenis sapi liar yang dikenal sebagai Auerochse atau Urochse dalam bahasa Jerman berarti “sapi kuno”.

nama ilmiah sapi adalah Bos primigenius yang sudah punah di Eropa sejak 1627. Namun, terdapat beberapa spesies sapi liar lain yang keturunannya dilokalkan, termasuk sapi bali yang juga diternakkan di wilayah Indonesia.

C. Usaha masyarakat untuk menggemukan sapi jantan.

Usaha yang diterapkan pada peternak untuk menggemukkan sapi jantan mayoritas masih menggunakan pola tradisional dan masih dalam skala bisnis sambilan.

Hal tersebut diakibatkan oleh banyaknya investasi apabila dilakukan secara besar dan modern, dengan skala kecilpun maka akan memperoleh keuntungan jikalau dilakukan dengan komitmen budidaya modern.


D. Penggemukan Sapi Jantan.

menggemukkan sapi jantan adalah proses pemeliharaan sapi jantan di dalam keadaan tubuh sapi yang kurus untuk ditingkatkan bobot badannya lewat pembesaran daging di dalam pas relatif singkat antara 3-5 bulan.

A. Berikut beberapa hal mengenai jenis-jenis sapi adalah :
1. Sapi Bali.

menggemukkan sapi jantan

Sapi bali mempunyai warna merah dengan warna putih kaki dari lutut ke bawah sampai ke pantat, punggungnya bergaris hitam (garis belut).

Keunggulan dari sapi ini, dia bisa beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan yang baru.

2. Sapi Ongole.

menggemukkan sapi jantan

jenis sapi ini berwarna putih dan warna hitam, di salah satu bagian tubuhnya bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasi dari sapi ini terbilang sangat baik.

ongole ini sudah disilangkan dengan sapi Madura, yang keturunannya sering disebut disebut Peranakan Ongole (PO) yang cirinya hampir sama dengan sapi Ongole namun kapabilitas produksinya lebih rendah.

3. Sapi Brahman.

menggemukkan sapi jantan

brahman memiliki warna tubuh coklat hingga coklat tua, dengan warna putih disalah satu bagian kepalanya.

Daya pertumbuhan sapi ini relatif cepat, maka dari itu sapi ini sering menjadi primadona bagi peternak sapi karena pertumbuhan nya yang terbilang cepat.

4. Sapi Madura.

menggemukkan sapi jantan

Badan dari sapi ini mempunyai punuk, tubuhnya berwarna kuning hingga merah bata,  Jenis sapi ini mempunyai daya pertumbuhan yang cenderung rendah.

5. Sapi Limousin.

menggemukkan sapi jantan

Mempunyai ciri berwarna hitam dan mempunyai variasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih di area moncong kepalanya, tubuh dari sapi ini juga berukuran besar.

B. Memilih Sapi Jantan Untuk Digemukkan.

Pemilihan bakal untuk menggemukkan sapi jantan dibutuhkan ketelitian, kejelian dan pengalaman, berikut adalah ciri-ciri bakalan sapi jantan yang baik :

1. Berumur di atas 2,5 tahun.
2. Benis kelamin jantan.
3. Memiliki bentuk tubuh yang panjang, bulat dan lebar, panjang dari tubuh sapi jantan yang ideal sekitar 170 cm, tinggi pundak sekitar  135 cm, lingkar dada sekitar 133 cm.
4. Tubuh kurus, tulang menonjol, namun sehat (dalam artian kurus gara-gara kurang pakan, bukan gara-gara sakit).
5. Pandangan mata terlihat bersinar cerah dan bulu halus.
6. Kotoran yang dikeluarkan normal (tidak mencret).

E. Cara Merawat Sapi Agar Cepat Gemuk Dan Besar

Kandang Sapi.

Secara umum, kandang mempunyai dua tipe, yaitu secara individu dan kelompok.

Pada kandang individu, setiap sapi mendiami tempatnya sendiri yang berukuran kurang lebih 2,5 X 1,5 m.

Tipe individu ini bisa memacu menggemukkan sapi jantan untuk lebih pesat, karena tidak terjadinya peristiwa persaingan di dalam pakan dan mempunyai area gerak terbatas.

Pada kandang kelompok, bakal sapi di dalam satu masa menggemukkan sapi jantan diletakkan didalam satu kandang.

Satu ekor sapi membutuhkan area yang lebih luas daripada kandang individu.

Kelemahan dari jenis kandang ini yaitu berlangsungnya persaingan di dalam memperoleh pakan antara sapi yang satu dengan yang lain.

Sapi yang lebih kuat cenderung cepat pertumbuhannya daripada sapi yang lemah, gara-gara kurang memperoleh pakan.

Pakan Sapi.

Berdasarkan proses pencernaannya, sapi termasuk hewan ruminansia.

karena pencernaan sapi melewati tiga proses, yaitu di dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif di dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis sesudah melewati rumen.

Penelitian memperlihatkan bahwa menggemukkan sapi jantan dengan mengandalkan media pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan butuh proses yang cukup  lama.

Salah satu cara untuk mempercepat penggemukan sapi adalah dengan memadukan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat.

Konsentrat yang bisa digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nanas dan masih banyak lagi.

Konsentrat diberikan terlebih dahulu untuk menggemukkan sapi jantan dan memberikan pakan mikrobia rumen.

supaya saat pakan hijauan masuk kedalam rumen, mikrobia rumen tersebut sudah siap dan aktif mencerna pakan hijauan.

Keperluan pakan (dalam berat kering) per tiap ekor adalah 2,5% berat badannya.

Hijauan yang biasa digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.

Penentuan kualitas dari pakan yaitu berdasarkan tinggi rendahnya takaran nutrisi (zat pakan) serta takaran serat kasar.

Pakan hijauan merupakan pakan berkualitas rendah yang mempunyai kandungan serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna sebab didalamnya terkandung lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.

Pengendalian Penyakit terhadap sapi jantan:

Didalam upaya pengendalian penyakit pada saat menggemukkan sapi jantansapi jantan, yang paling utama dilakukan adalah dengan pencegahan penyakit daripada pengobatan.

Usaha pencegahan yang bisa dilakukan untuk merawat kebugaran sapi adalah :

a. memanfaatkan kandang karantina.

Sapi yang baru hendaknya dikarantina dengan kandang yang terpisah, dengan tujuan untuk memonitoring terdapatnya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses menggemukkan sapi jantan.

Disamping itu juga untuk mengawasi adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru.

Pada saat sapi sedang dikarantina, sebaiknya sapi diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian dari satu besar sapi di Indonesia, terutama sapi rakyat mengalami cacingan.

Penyakit ini memang tidak mematikan, namun penyakit ini bisa mengurangi kecepatan pertambahan berat badan pada saat akan digemukkan.

Waktu untuk mengkarantina sapi adalah sekitar satu minggu untuk sapi yang sehat dan sapi yang sakit baru dikeluarkan sesudah sapi sehat kembali.

Kandang karantina tidak hanya sekedar untuk sapi baru termasuk digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit supaya tidak menular kepada sapi lain yang kondisinya sehat.

b. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya.

Sapi yang hendak digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak kareba memperoleh pakan yang mencukupi.

Disarankan pembuangan kotoran mesti dilakukan disaat kandang mulai kotor, tujuannya untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit.

c. Vaksinasi untuk bakal sapi baru.

Pemberian vaksin hanya cukup dilakukan pada saat sapi telah berada di kandang karantina.

Vaksinasi yang wajib dilakukan adalah vaksinasi Anthrax.

Tujuannya untuk melindungi sapi dari berbagai jenis penyakit yang bisa meyerang sapi seperti cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan yang lainnya.

C. Faktor-faktor yang merubah mengolah daging adalah

1. Pakan.
Pakan yang berkualitas tinggi dan di dalamnya terdapat jumlah yang optimal maka akan berpengaruh baik terhadap mutu daging.

Perlakuan pakan dengan NPB dapat meningkatkan daya cerna pakan terlebih terhadap pakan yang berkualitas rendah..

2. Faktor Genetik.
Beternak dengan mutu genetik yang baik maka tumbuh dengan baik/cepat supaya mengolah daging jadi lebih tinggi.

3. Jenis Kelamin.
Sapi jantan tumbuh lebih cepat daripada sapi betina, walaupun kaedua sapi tersebut mempunyai umur yang sama, tubuh sapi jantan akan lebih besar daripada tubuh sapi betina.

4. Manajemen.
Pemeliharaan dengan menerapkan metode manajemen yang baik maka akan mengakibatkan sapi tumbuh dengan sehat dan cepat.

Budidaya Lobster Air Tawar Untuk Pemula

Budidaya Lobster Air Tawar.

budidaya lobster air tawar

A. Mengenal Budidaya Lobster Air Tawar.

Lobster air tawar merupakan crustacea yang bentuk tubuhnya menyerupai lobster dan hidupnya di air tawar, budidaya lobster air tawar terbesar berada di negara australia.

Lobster ini dapat bertahan hidup di berbaga lokasi atau tempat dimana tempat atau lokasi tersebut terdapat air tawar yang mengalir serta terdapat tempat untuk ia singgah dan berlindung dari ancaman predatornya.

Oleh sebab itu banyak masyarakat di indonesia yang tertarik untuk mencoba peluang usaha dengan cara budidaya lobster air tawar ini, untuk menambah pundi-pundi penghasilan .

Pada umumnya, lobster air tawar ini tidak bisa bertahan hidup di dalam air yang kondisinya sudah tercemar, dan dari beberapa spesies lobster air tawar termasuk spesies invasif.

Lobster air tawar tergolong ke dalam keluarga Astacoideaa dan Parastacoidea.

Hewan air ini bernapas melalui insang yang bentuknya hampir menyerupai bulu yang dimiliki oleh hewan unggas pada umumnya.

Biasanya makanan dari lobster air tawar adalah zooplankton dan tumbuhan air tapi terkadang lobster ini juga sering dijumpai sedang memakan hewan air yang kondisinya sudah menjadi bangkai.

Kebanyakan lobster air tawar yang dibudidayakan masyarakat di wilayah indonesia didatang langsung dari negara Amerika Utara dan negara bagian Amerika serikat sebagai produsen lobster air tawar terbesar.

Jenis-jenis lobster air tawar yang sering dibudidaya : 
1. Lobster Capit Merah

budidaya-lobster-air-tawar

Lobster ini merupakan salah satu spesies endemik dari kelompok udang yang pada awalnya hidup di area sungai, rawa, atau danau ber air tawar di kawasan queensland Australia.
Warna dari lobster capit merah ini hijau kemerahan. Pada bagian atas capitnya memiliki pola garis berwarna merah yang sangat tajam, terutama pada indukan jantan yang umurnya telah mencapai lebih dari tujuh bulan.
Oleh karena itu, lobster jenis ini dikenal dengan sebutan redclaw atau si capit merah.
Seluruh permukaan pada capit radclaw memiliki duri-duri kecil yang berwarna putih.
Telur dari udang ini berwarna kuning kemerahan dan memiliki masa pengeraman kurang lebih selama 32-35 hari dengan suhu air sekitar 23-31 derajat c.
Redclaw ini dapat berkembang pada kisaran suhu 2-37 derajat c.
Walaupun demikian, suhu air optimum yang paling tepat untuk hidup dan berkembang redclaw adalah 23-31 derajat c.
Disisi lain, kandungan oksigen didalam air untuk lobster ini minimum 3 ppm, ph 6-9,5 dan kadar amonia sekitar 1 ppm.
2. Lobster Yabbies
budidaya-lobster-air-tawar
Merupakan salah satu spesies asli yang tersebar disekitar danau atau sungai yang terletak di wilayah tropis hingga subtropis di beberapa negara bagian Australia, seperti melbourne, adelaide, alice spring, victoria, townsville dll.
Di daerah tersebut, lobster yabbies ini banyak bersinggah diperairan yang kaya oksigen, tumbuhan, dan substrat berlumpur atau berpasir.
Udang Yabbie bisa bertahan hidup pada suhu air 8-30 derajat c. Namun, metabolisme tubuh, nafsu makan, serta pertumbuhannya menjadi rendah apabila dipelihara didalam wadah dengan suhu air kurang dari 16 derajat c.
Kisaran suhu yang paling baik untuk pertumbuhan yabbie adalah sekitar 20-25 derajat c
Pada umumnya yabbie menjadi induk saat berumur kurang lebih 6-7 bulan
Yabbie termasuk pemakan segala atau omnivora, walaupun ia mempunyai kecenderungan menyukai tumbuhan, seperti daun dan ranting pohon yang jatuh diperairan.
Kebiasaan lain dari yabbie adalah dia mampu membuat tempat perlindungan dengan cara menggali lubang di dasar perairan hingga kedalaman sampai sekitar 2meter.
Hal ini sering kali menjadi faktor yag mempersulit para pembudidaya, terutama pembudidaya yang menggunakan media kolam tanah.
3. Jenis Lobster air tawar marron
budidaya-lobster-air-tawar
Lobster Jenis ini bisa mati apabila suhu air yang digunakan untuk budidaya melebihi 30 derajat c.
Lobster Marron bisa bertumbuh menjadi besar hingga mencapai berat kurang lebih 500-2.000 gram.
Selain itu, lobster marron ini tidak bisa berubah warna dari warna biru ke warna yang lainnya, meskipun di beri perlakuan yang berbeda dan tempat hidupnya di ubah.
Marron ini berasal dari wilayah barat australia.
Sampai saat ini lobster ini sudah mulai menyebar ke wilayah selatan, terutama dipulau kanguru.

B. Cara Budidaya Lobster Air Tawar.

budidaya-lobster-air-tawar

Lobster air tawar adalah binatang bertempat tinggal di air yang cukup mudah apabila dibudidayakan.

Harganya yang cukup tinggi sekitar 150 sampai 250 ribu/kg, membuat banyak orang tertarik untuk membuat budidaya lobster air tawar yang cukup menguntungkat bila dilakukan melalui prosedur yang benar.

Seperti namanya, lobster air tawar hidup di sungai, danau, serta rawa yang berair tawar.

Untuk media budidaya lobster air tawar sangat bervariasi, pada umumnya lobster air tawar biasanya dibudidayakan pada kolam tanah.

Pada metode ini petani hanya akan menaruh indukan lobster pada kolam tanah tersebut lalu pada masa berkala, kolam tersebut dikeringkan dan lobster yang ukurannya telah memenuhi ukuran layak jual, siap dipasarkan.

Cara budidaya lobster air tawar sangatlah mudah dan cepat, tidak seperti udang jenis windu atau udang galah yang cenderung rumit untuk dibudidayakan.

Lobster air tawar juga tidak mudah stres dan kebal terhadap penyakit.

C. Tips Keberhasilan Budidaya Lobster Air Tawar

Tips 1 :

Pilih indukan udang yang ukuran fisiknya besar dan sehat sebagai media produksi bibit udang air tawar.

Untuk mempercepat pertumbuhan bibit udang, berikan makanan secara ekstra berupa cacing sutra dan cacing tanah untuk mempercepat proses bertelur yang dikawinkan.

Selain itu, perlu anda ketahui udang juga ada proses pergantian kulit untuk proses pertumbuhan udang tersebut menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Karena itu guna merangsang pergantian kulit, sesering mungkin anda melakukan pergantian air pada kolam/aquarium minimal 1 kali dalam seminggu tergantung tingkat kekeruhan air dalam kolam tersebut.

Tips 2

Melakukan pengawasan secara berkala untuk menghindari serangan dari lobster lain terhadap lobster yang sedang mengalami ganti kulit.

karena pada saat udang sedang ganti kulit, pada saat yang sama udang mengeluarkan zat cairan yang dapat merangsang sifat kanibal dan melakukan penyerangan terhadap lobster lain yang sedang tidak berdaya.

D. Cara Mudah Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula

Apakah anda menyukai lobster? Lalu Pernahkah anda berfikir tentang bagaimana cara budidaya lobster air tawar? Jika iya, artikel ini insyaallah bisa membantumu.

Lobster air tawar adalah salah satu crustacea yang bentuk tubuhnya mirip dengan lobster namun hidupnya berada di air tawar.

Lobster ini memiliki ketahanan hidup yang lebih tinggi ketimbang lobster lainnya.

Bayangkan saja, lobster ini mampu bertahan hidup diberbagai tempat asalkan tempat tersebut ada air yang mengalir serta tempat untuk berlindung ia berlindung.

Dirinya juga bisa bertahan hidup hingga 8 jam pada keadaan tanpa air.

Selain memiliki ketahanan hidup yang sangat baik dan cita rasa udang ini yang sangat lezat, kandungan gizi udang ini juga sangat banyak.

Inilah alasan banyak orang untuk membudidayakannya.

Apalagi harga jual dari lobster air tawar ini juga terbilang cukup tinggi tergantung bobot dan besarnya lobster tersebut.

Jika Anda adalah salah satu pecinta lobster, daripada anda harus membelinya dan harus merogoh kocek lebih dalam, ada baiknya anda mencoba membudidayakannya sendiri.

Selain anda bisa menikmati lobster dengan gratis, Anda juga bisa mendapat untung atau peluang usaha dari budidaya lobster air tawar tersebut.

Tahap dan Cara Budidaya Lobster Air Tawar

Cara budidaya lobster air tawar dibagi menjadi beberapa tahap yakni pemilihan bibit lobster, pemanenan benih, persiapan, pembesaran dan pemanenan lobster.

Lebih lengkapnya kami uraikan satu persatu dibawah ini:

1. Pemilihan Bibit

Bibit merupakan salah satu hal yang penting bagi seorang pembudidaya.

Memilih bibit yang unggul akan menghasilkan indukan yang unggul juga yakni indukan yang sehat dan produktif.

Lalu, bagaimana cara memilih bibit unggul lobster?

Ketahui Perbedaan Lobster Jantan Dan Betina

Sebelum anda memilih bibit yang unggul, pertama kali yang harus diketahui oleh seorang pembudidaya lobster adalah jenis kelamin dari lobster yang dimilikinya.

Untuk, membedakan lobster jantan dan betina bukan hal yang mudah.

karena lobster memiliki ukuran yang kecil dengan bentuk yang hampir sama, meskipun begitu ada perbedaan yang paling mendasar. Dimana perbedaannya?

Lobster jantan dan betina bisa dibedakan dengan cara melihat warna capitnya, Lobster jantan memiliki capit berwarna merah yang luas dan menyala.

Sedangkan lobster betina memilili capit berwarna hitam dengan merah yang lebih sedikit dibanding lobster jantan.

Lobster betina juga memiliki ukuran badan yang lebih besar dari kepalanya dan sebaliknya untuk lobster jantan, lobster jantan memiliki kepala yang lebih besar ketimbang tubuhya.

Lobster berjenis kelamin betina memiliki lubang kecil yang terletak pada tangkai kaki yang kedua/ketiga.

Sedangkan lobster jantan memiliki selang kecil yang terletak pada kaki yang kelima.

Jangan Pilih Indukan Yang Inbreeding Atau Sedarah

Setelah anda mengetahui jenis kelamin indukan, langkah selanjutnya yakni memilih indukan lobster yang tidak sedarah.

Indukan sedarah dapat menyebabkan bibit dari lobster tersebut mengalami hermaphrodite atau berkelamin ganda.

Pilih Tampilan Lobster Yang Menawan

Ketika anda akan memilih indukan lobster, pilihlah indukan yang bergerak dengan lincah, memiliki warna kulit yang cerah, dan berusia minimal 6 bulan.

Apabila lebih tua usianya dan semakin besar fisiknya, maka akan semakin bagus pula untuk dijadikan sebagai indukan.

Secara umum, indukan lobster bisa bertahan sampai kurang lebih usianya hingga 3-4 tahun dengan besar sekitar 20-25 cm.

2. Pemanenan Benih Lobster Air Tawar

Benih lobster yang sudah siap dipanen umumnya berukuran kurang lebih3-5 cm atau ketika usianya mencapai 2 bulan. Benih ini kemudian bisa diternakkan atau bisa juga dijual di masyarakat untuk diternakkan.

3. Persiapan Pembesaran Lobster Air Tawar

Lobster air tawar bisa dibesarkan menggunakan 2 cara, yakni di aquarium dan di kolam terbuka.

Sebelum anda memasukkan benih, sebelumnya pastikan dulu kolam atau aquarium yang anda gunakan sebagai media terbebas atau tidak terkontaminasi zat kimia yang beracun.

Karena zat kimia beracun yang mengontaminasi bisa membuat pertumbuhan lobster menjadi terganggu dan bahkan bisa menyebabkan kematian

Lingkungan yang baik untuk tumbuh dan berkembangnya lobster air tawar yakni pH air 7-8, oksigen 4 ppm, dan suhu air sekitar 25-29 derajat celcius, Selain itu pastikan juga tidak ada kebocoran.

Berikut adalah beberapa hal yang harus memperhatikan ketika mempersiapkan pembesaran lobster air tawar :

Pembesaran Pada Kolam Tanah/Semen Dan Terpal

Langkah pertama yang perlu anda lakukan untuk memulai pembesaran dengan media kolam tanah adalah dengan mengisi kolam dengan air  kurang lebih selama 7hari sebelum bibit dilepaskan kedalamnya.

Untuk membesarkan lobster dengan skala besar, disarankan anda untuk memilih bibit yang berukuran 1 inchi – 2 inchi.

Bibit dengan ukuran tersebut mampu menghasilkan lobster yang berukuran  kurang lebih sekitar 10-12 ekor/kilogramnya.

Jangan lupa untuk memasang aerator atau kincir angin untuk membuat gelembung udara yang bertujuan agar sirkulasi oksigen bisa lancar dan lobster bisa tumbuh dengan baik.

Pembesaran Pada Aquarium

Ukuran yang biasa digunakan untuk aquarium ini kuranag lebih 100x50x30.

Aquarium dengan ukuran tersebut bisa menampung hingga 3 lobster, 1 jantan dengan 2 betina.

Tak ketinggalan, aerator dan pompa filter juga harus disiapkan.

Pengisian air didalam aquarium juga harus diperhatikan. Paling tidak setinggi 15cm apabila diukur dari dasar aquarium.

4. Pembesaran Lobster Air Tawar

lobster coklat air tawar

lobster coklat air tawar

1. Menebar Benih

Tebar benih dengan kisaran yang sama, apabila ukuran benihnya berbeda tidak lebih dari 10 gram, benih bisa dicampur. Baiknya dalam 1 meter persegi ada sekitar 5-10 ekor lobster.

2. Pemberian Pakan

Pemberian pakan dilakukan secara berkala, sehari dua kali yaitu pada pagi hari dan menjelang sore hari.

Untuk pakannya bisa menggunakan kombinasi antara pakan pelet dan pakan yang berupa nutrisi.

Hal ini bertujuan agar budidaya lobster bisa lebih hemat namun kualitasnya juga tetap terjaga.

Nutrisi yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk pakan lobster antara lain ketela pohon parut, jagung basah parut, atau sayuran yang lainnya.

Nah, bila Anda menggunakan media kolam tanah untuk budidaya lobster, nutrisi bisa didapat dari tumbuh-tumbuhan atau plankton yang ada dalam kolam tersebut.

Cara pemberian nutrisi ini terbilang cukup efektif dalam menekan biaya pakan.

Sebagaimana kita ketahui, pelet memiliki harga yang terbilang cukup tinggi.

Apabila menggunakannya tanpa mengombinasikan dengan alternatif pakan yang lain jelas akan mencekik para peternak lobster.

Khusus untuk bibit anakan atau lobster yang baru saja menetas, hindari pemberian pakan yang didalamnya terkandung nutrisi, seperti umbi-umbian atau sayuran.

Alangkah lebih baik anakan lobster diberi pakan cacing beku atau cacing sutera.

Pemberian pakan kepada anakan lobster sama dengan lobster dewasa yaitu 2x sehari dengan takaran 25% ketika pagi dan 75% saat menjelang malam.

Persentase porsi makanan juga disesuaikan dengan berat anakan lobster tersebut, Setidaknya 3% dari berat badan lobster tersebut.

Ketika anda memberi pakan, pastikan pakan yang anda berikan jatuh kedasar kolam, karena pada umumnya lobster memakan makanan yang berada di dasar kolam.

3. Pengendalian Hama

Cangkang lobster mampu menghindarkan dirinya dari serangan hama.

Namun, bukan berarti anda lengah lalu anda tidak memperhatikannya.

Tetaplah waspada akan serangan hama yang bisa saja tiba-tiba terjadi, khususnya ketika mendekati musim panen.

5. Pemanenan Lobster

Cara budidaya lobster air tawar yang terakhir yakni pemanenan. Lobster sudah bisa dikonsumsi ketika usianya berkisar kurang lebih 6-8 bulan atau ketika beratnya sudah mencapai 10 hingga 12 ekor perkilogramnya.

Ukuran ini merupakan ukuran standar(umum), namun ingat, semakin besar lobster maka semakin mahal pula harga lobster tersebut.

E. Cara Perawatan Pada Budidaya Lobster Air Tawar

Untuk merawat lobster air tawar bukanlah hal yang sulit, namun dibutuhkan kesabaran yang ekstra.

Apalagi lobster baru bisa dipanen ketika usianya sudah mencapai 6-8 bulan.

Nah, diwaktu-waktu itulah perawatan lobster tak boleh ketingggalan.

Beberapa perawatan yang harus dilakukan antara lain:

  1.  Memberikan makan lobster yang teratur yakni 2 kali dalam sehari, setiap pagi dan menjelang sore hari.
  2. Membersihkan filter dari kotoran atau sisa makanan lobster yang telah mengendap di dasar kolam.
  3. Menjaga aerator/gelembung udara agar bekerja dengan baik.
  4. Mengganti air kolam dengan tidak menguras seluruh isi kolam dengan cara menyisakan sekitar ¼ bagian.

Hal ini bertujuan agar lobster tidak kaget akan perubahan suasana didalam kolam.

Bila hal ini terjadi, lobster tersebut akan lebih cepat berganti kulit dan bisa menjadi sasaran dari lobster yang lebih besar darinya.

budidaya ikan nila dilahan yang terbatas

Budidaya ikan nila dilahan yang terbatas

A. Mengenal Ikan Nila.

cara-budidaya-ikan-nila
Bibit ikan nila

Pada artikel kali ini saya akan membagikan sedikit pengetahuan mengenai, bagaimana metode atau cara budidaya ikan nila, mengetahui jenis dan manfaat ikan nila serta masih banyak lagi.

Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi yang sering dibudidayakan oleh masyarakat karena cara budidaya ikan nila tersebut terbilang sangat mudah.

Ikan ini diintroduksi dari Afrika,  tepatnya berada Afrika bagian timur, pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia sekaligus hama di setiap sungai dan danau Indonesia.

Nama ilmiah dari ikan nila adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris sering dikenal sebagai Nile Tilapia.

Sebelum belajar mengenai cara budidaya ikan nila, lebih baik anda mengetahui terlebih dahulu sejarah, metode, dan manfaat dari ikan nila, berikut penjelasannya :

B. Sejarah Singkat Ikan Nila.

Ikan nila berasal dari Sungai Nil dan danau-danau yang ada disekitarnya dan sampai sekarang ikan nila ini telah tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis.

Sedangkan diwilayah yang beriklim dingin, ikan nila tidak dapat hidup dengan baik. Ikan nila banyak diminatia oleh berbagai bangsa karena dagingnya yang enak dan tebal seperti daging ikan kakap merah.

Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang tubuhnya berbentuk memanjang, pipih, dan berwarna putih kehitaman atau keabuan.

Ekor dari ikan nila mempunyai motif garis tegak, yang berjumlah sekitar 7 sampai 12 buah garis.

Ikan nila yang masih berukuran kecil biasanya belum tampak perbedaan alat kelaminnya, perbedaan tersebut akan terlihat saat bobotnya sudah mencapai kurang lebih 50 gram.

Perbedaan kelamin tersebut bisa dibedakan dengan cara melihat pada lubang genitalnya dan bisa juga dengan  ciri-ciri kelamin sekundernya.

Bibit ikan nila didatangkan langsung ke indonesia secara resmi melalui Balai Penelitin Perikanan Air Tawar pada tahun 1969 yang lalu setelah melewati masa penelitian dan adaptasi.

Barulah ikan nila ini disebarluaskan kepada petani yang berada di seluruh Indonesia. Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh pemerintah melalui direktur Jendral Perikanan.

 

Jenis-jenis ikan nila yang sering dibudidayakan masyarakat :

1. Ikan Nila Larasati.
cara-ternak-ikan-nila-dilahan-yang-terbatas
Ikan Nila Larasati

larasati adalah jenis ikan Nila dari hasil persilangan antara ikan nila merah dengan ikan nila hitam, dari persilangan itu nanti akan menhasilkan ikan yang sering disebut dengan ikan nila larasati.

Ikan nila jenis larasati ini mempunyai banyak sekali keunggulan, salah satu keunggulannya yaitu dapat berkembang dengan sangat cepat dan dagingnya yang lebih banyak daripada ikan nila yang lainnya.

2.Ikan Nila Srikandi.
cara-ternak-ikan-nila-dilahan-yang-terbatas
Ikan Nila Srikandi

Ikan nila srikandi ini dihasilkan oleh balai penelitian pemulihan ikan atau singkatannya adalah BPPI, dan pada tahun 2012 ikan ini resmi dirilis oleh mentri kelautan dan mentri perikanan indonesia.

Keunggulan dari ikan nila srikandi ini salah  satunya yaitu kebal akan berbagai jenis penyakit dan sangat cocok apabila dibudidayakan di air tawar.

3.Ikan Nila Best.
cara-ternak-ikan-nila-dilahan-yang-terbatas
Best

Nila Jenis ini mempunyai beberapa keunggulan yang lebih baik daripada ikan nila lokal yang biasa dibudidayakan oleh masyarakat pada umumnya.

Keunggulannya yaitu, memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga ikan ini tidak mudah terserang berbagai jenis penyakit.

Ikan nila  best memiliki daya ketahanan terhadap penyakit sebanyak 140%, Fekunditas mencapai 3-5kali, sedangkan sintasanya mencapai 84,4-93,3% nilai tersebut lebih tinggi 8% dibanding ikan nila jenis lokal.

4.Ikan Nila Nirwana.

 

cara-ternak-ikan-nila-dilahan-yang-terbatas
Ikan Nila Nirwana

Adalah ikan nila yang dikembangkan oleh Balai Benih ikan yang berlokasi di daerah  Kecamatan Wonoyoso, Kabupaten Purwakarta,Provinsi Jawa Barat.

Ikan nila ini mempunyai keunggulan yaitu dapat  berkembang secara cepat dan untuk mendapatkan bobot seberat 1kg hanya memerlukan waktu sekitar 6 bulan saja.

5.Ikan nila jatimbulan.
cara-ternak-ikan-nila-dilahan-yang-terbatas
Nila Jatimbulan

Merupakan jenis ikan hasil rekayasa yang dikembangkan oleh Unit Pelaksana Teknis PBAT yang berlokasi di daerah Provinsi Jawa Timur .

Keunggulan dari ikan nila jatimbulan ini sendiri adalah ia mempunyai daging yang lebih kenyal dan pertumbuhan ikan ini juga terbilang sangat cepat dibandingkan dengan ikan nila jenis lokal.

6.Ikan Nila Gesit.
cara-ternak-ikan-nila-dilahan-yang-terbatas
Gambar Nila Gesit

Ikan nila ini sama dengan ikan nila yang biasanya dipelihara oleh masyarakat pada umumnya. yaitu untuk mendapatkan bobot 400 sampai 500gram, perlu membutuhkan waktu sekitar 6 bulan lamanya.

Ikan nila jenis ini mampu bergerak dengan lincah dan cepat, sehingga masyarakat diIndonesia memberi nama ikan ini dengan sebutan ikan nila gesit.

C. Potensi Budidaya dan keunggulan Ikan Nila.

cara budidaya ikan nila tidaklah sulit, dikarenakan ikan nila masih satu kerabat dengan ikan mujair.

Seperti kita ketahui, kedua ikan ini memiliki kemiripan sifat, yaitu mudah untuk berkembang biak dan mempunyai kemampuan beradaptasi yang cukup baik.

Di alam bebas ikan ini banyak ditemukan diperairan air tawar seperti di sungai, danau, rawa, dan waduk. Ikan nila merupakan hewan pemakan segala atau yang disebut omnivora.

Makanan alami dari ikan nila yaitu plankton, tumbuhan air, dan berbagai jenis hewan air lainnya. Klasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut :

  • Kelas          : Osteichthyes.
  • Sub-class : Acanthoptherigii.
  • Crdo            : Percomorphi.
  • Sub-ordo  : Percoidea.
  • Famili         : Cichlidae.
  • Genus          : Oreochromis.
  • Spesies        : Oreochromis niloticus.

Di indonesia terdapat 3 jenis ikan nila yang banyak dikenal, Yaitu : nila biasa , nila merah(nirah), dan nila albino.

Membudidayakan ikan nila di lahan yang tidak terlalu luas atau terbatas, membutuhkan kreatifitas anda dalam menerapkannya.

Sehingga apabila dapat terlaksana dengan baik, maka bisa menjadi tambahan penghasilan atau peluang usaha yang cukup menguntungkan.

Mungkin anda masih bertanya-tanya bagaimana membuat media ternak sedangkan lahan yang ada begitu terbatas.

Saat ini orang-orang sudah semakin cerdas dalam memaksimalkan keadaan yang ada, agar bisa lebih efektif dengan cara yang efisien.

salah satunya adalah dengan cara memanfaatkan lahan yang terbatas untuk budidaya ikan nila yang nantinya bisa menambah penghasilan atau peluang usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

1. Potensi budidaya ikan nila yang sangat menjanjikan.

Selain gizi serta beragam manfaatnya untuk dikonsumsi, ikan nila juga memiliki poin penting disektor ekonomi sebagai peluang usaha ternak atau budidaya yang sangat menjanjikan.

2. Keunggulan ikan nila.
  • Ikan nila memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik terhadap perubahan lingkungan.
  • Ikan nila cukup mudah beradaptasi.
  • Bersifat omnivora atau pemakan segala, dan pertumbuhan yang terbilang cepat.
  • Tahan dan kebal dari serangan virus.
  • Berkembang biak dengan cepat.
  • Banyak diminati orang karena dagingnya yang enak dan juga tebal.

Lantas bagaimana untuk menerapkan atau cara budidaya ikan nila dengan memanfaatkan lokasi atau lahan yang begitu terbatas seperti sekitar rumah?

Sebenarnya yang paling utama adalah bisa memperoleh akses sumber air mengalir yang layak sebagai media budidaya, seperti sungai di aliran air bebas limbah sehingga aman untuk keberlangsungan bibit ikan nantinya.

 

 

D. Metode Budidaya Ikan Nila.

Metode tepat untuk budidaya ikan nila di lokasi yang sempit atau terbatas.

cara-budidaya-ikan-nila-dilahan-yang-terbatas
Contoh Kolam Terpal

Untuk memulai membudidayakan ikan nila di lokasi sekitar rumah yang cenderung terbatas, maka salah satu pilihannya adalah dengan menerapkan kolam terpal.

Kenapa kolam terpal? Ya, Karena dengan menggunakan kolam terpal Anda tidak perlu menggunakan lahan yang luas untuk mengaplikasikannya.

Kelebihan lainnya adalah anda tidak perlu terlalu sering memasok air kedalam kolam tersebut selama tidak ada indikasi bocor dari kolam tersebut.

Jadi secara garis besar penerapan kolam terpal akan lebih menghemat modal yang harus anda keluarkan.

1. Mempersiapkan kolam terpal.

Pertama-tama yang perlu anda siapkan adalah membuat kolam. Kolam tersebut harus dibuat dengan kedalam 50-75cm agar nantinya memberikan ruang yang cukup untuk ikan nila berkembang biak dengan sempurna.

2. Konstruksi kolam terpal.

Jika kedalam kolam telah mencapai 50-75cm, maka anda harus memadatkan dasar kolam dan ditepi kolam dibuat tanggul atau diperkuat dengan media batu bata atau bisa juga dengan batu bata.

Dasar kolam juga bisa diberi batako agar dasar menjadi rata dan keras. Setelah itu diberi sekam yang merata dan barulah terpal yang telah disiapkan bisa dipasang.

Cara ini mirip pembuatan tambak yang ada di daerah pesisir pantai untuk mencegah kehilangan air. setelah terpal terpasang, pastikan terpal tersebut terkunci dengan baik dipingir-pinggir kolam.

Untuk memastikan agar ujung-ujung terpal terkunci dengan baik, beri batu bata atau batako diatas pinggiran terpal agar terpal tidak mudah berubah kedudukannya.

Setelah semuanya terpasang dengan baik, isi kolam tersebut dengan air.

Hal ini juga bertujuan untuk memeriksa apakah terpal yang digunakan ada yang bocor atau tidak. Setelah di isi air, lalu kolam tersebut dikeringkan kembali untuk tahap persiapan selanjutnya.

3. Penebaran bibit ikan serta perawatannya.

Persiapan selanjutnya adalah mempersiapkan bibit atau pembenihan ikan nila sesuai dengan kapasitas kolam yang telah dibuat.

  • Anda bisa membeli benih ikan nila ditoko benih ikan atau dinas perikanan.
  • Benih ikan yang bagus biasanya berukuran kurang lebih  5-10cm. dan pilihlah benih yang sehat dengan cara melihat keaktifan mereka saat bergerak.

Setelah kolam dikeringkan kembali, jangan lupa untuk memeriksa sistem pengisian serta sistem pembuangan air dan perkuat pinggiran kolam dengan batu bata.

Taburkan kapur di lapisan dasar kolam sebanyak 25gram-1kg/m2 dan juga berikan  pupuk kandang dengan sebanyak ½kg/m2 dan barulah kolam di isi dengan air kembali.

Setelah itu endapkan air selama 5-7hari sampai tumbuh plankton sebelum bibit ikan nila disebar.

Setelah memasuki 5-7hari, anakan ikan nila sudah bisa disebar dengan kapasitas 5-10ekor/m2.

Tujuannya agar bibit ikan nila dapat berkembang dengan cepat. selain itu agar ikan nila dapat berkembang dengan cepat maka dibutuhkan suplai makanan yang teratur dan baik.

Pakan nila yang baik biasanya adalah pelet ikan yeng mengandung komposisi protein sebanyak 30%-35%, lemak 70%, dan tumbuh-tumbuhan.

Dengan suplai pakan yang cukup, ikan nila sudah bisa dipanen setelah 6bulan dengan ukuran ikan nila yang layak konsumsi yaitu beratnya sekitar 400gram-600gram.

Apabila anda ingin mencari atau membuat indukan sendiri, maka pilihlah beberapa ikan jantan dan betina yang sehat, kemudian pindahkan ke kolam yang khusus.

Permintaan pasar terhadap ikan nila dengan konsumsi yang cukup besar sehingga ini merupakan peluang bisnis wirausaha yang sangat potensial, menjanjikan, dan menguntungkan untuk dijalani.

 

E. Contoh Olahan ikan Nila dan cara membuatnya.

cara-ternak-ikan-nila-dilahan-yang-terbatas
Olahan nila asam pedas

Ikan Nila Asam Pedas.

Sebenernya ada banyak sekali macam-macam olahan yang berbahan dasar ikan nila.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi resep atau olahan yang berbahan dasar ikan nila yaitu Ikan Nila Asam Pedas.

Untuk waktu yang diperlukan dalam membuat ikan nila asam pedas adalah kurang lebih 1jam, yang mana persiapan membutuhkan waktu sekitar 25menit dan sisanya untuk memasak.

Bahan  :
  1. Ikan nila segar yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong.
  2. Bawang bombay kecil.
  3. 2.Siung Bawang Putih.
  4. Buah tomat berukuran besar.
  5. Buah cabe merah.
  6. Jahe.
  7. Daun salam.
  8. Daun Jeruk.
  9. Saos.
  10. Garam.
  11. Gula.
  12. Minyak Goreng.
Penjelasan :
1.Tahap Pembersihan.

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah dengan membersihkan ikan nila dengan air mengalir yang sudah disiapkan sebelumnya untuk membersihkan kotoran yang masih menempel pada tubuh ikan tersebut.

Untuk membersihkan sisik ikan anda perlu menggunakan pisau untuk mempermudah membersihkan sisik dari arah yang berlawanan.

langkah selanjutnya, bersihkan isi perut ikan dengan cara membelah sedikit  bagian perut ikan mengunakan pisau lalu keluarkan isi perutnya menggunakan tangan sampai benar-benar bersih.

Selanjutnya lumuri ikan menggunakan garam, bawang putih, daun jeruk, dan ketumbar yang sudah disiapkan.

2.Tahap Penggorengan.

Kemudian goreng ikan hingga kering dan ditiriskan, setelah ikan ditiriskan tumis bumbu-bumbu yang telah dipersiapkan lalu masukkan air secukupnya hingga air tersebut mendidih.

Jika air sudah mendidih, masukkan saori lalu aduk dan tunggu tomatnya sampai benar-benar layu.

Setelah itu masukkan ikan yang tadi sudah digoreng lalu diaduk-aduk, tambahkan gula, garam, serta daun salam.

Langkah terakhir diamkan ikan tadi dengan api kecil, agar bumbu tadi bisa meresap dengan sempurna kemudian angkat dan ikan siap dihidangkan.

F. Penyakit yang menyerang ikan nila dan cara penanganannya.

cara-ternak-ikan-nila-dilahan-yang-terbatas
Penyakit kulit pada ikan nila

 

Untuk keberlangsungan usaha budidaya ikan nila anda, maka sebaiknya anda juga mampu mengatasi atau mengantisipasi segala ancaman yang bisa datang kapan saja yang diantaranya adalah :

  • Ikan nila stress :

Hal ini seringkali disebabkan oleh air kolam yang jarang diganti sehingga mengakibatkan ikan stres.

Cara menanganinya adalah dengan cara mengganti air secara rutin untuk membuat sirkulasi yang baik.

  • Kurangnya nafsu makan :

Hal tersebut cenderung disebabkan karena kurangnya pemberian vitamin pada ikan yang menyebabkan ikan kurang nafsu makan.

Cara menanganinya adalah dengan cara pemberian POC NASA dan HARMONIK yang bisa dibeli di dinas perikanan.

Melakukan tindakan pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati, pasalnya apabila ikan sudah terserang penyakit maka akan menyebabkan kerugian yang pastinya anda sendiri yang akan menyesali hal tersebut.

Dengan melakukan tindakan pencegahan penyakit pada ikan nila setidaknya hal tersebut dapat meminimalisir atau mengurangi serangan penyakit pada ikan nila.

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah timbulnya serangan berbagai jenis penyakit pada ikan nila :
  • Membersihkan dan mengeringkan dasar kolam setiap selesai panen.
  • Menggunakan bibit ikan yang sehat dan terbebas penyakit.
  • Menghindari penebaran bibit ikan terlalu padat atau melebihi kapasitas kolam.
  • Menggunakan sistem pengairan secara paralel, yang bertujuan untuk mencegah penularan dan penyebaran penyakit.
  • Memelihara ikan nila dengan baik dan benar.
  • Memberikan pakan dengan jumlah yang cukup dan tidak berlebihan, sebab sisa-sisa pakan tersebut akan mengendap didasar kolam dan menimbulkan pencemaran bau busuk pada air kolam.

Hal ini dapat memicu pertumbuhan jamur atau organisme parasit yang akan menyebabkan penyakit pada ikan nila.

  • Mengganti air kolam secara teratur.

Selain dari beberapa organisme yang menjadi penyebab penyakit ikan nila diatas, timbulnya beragam penyakit juga dapat disebabkan oleh kualitas air yang kurang terjaga dengan baik.

Kotoran dan limbah yang mengendap didasar kolam juga dapat memicu keracunan pada ikan.

Kemudian sisa-sisa pakan serta pembusukan material organik didasar kolam secara kimia akan menimbulkan H2S yaitu gas yang sering meracuni ikan.

baca juga : cara membuat pakan lele.

G. Pemicu kegagalan Budidaya ikan nila.

 

cara-budidaya-ikan-nila-dengan-lahan-yang-terbatas

Resiko yang harus diantisipasi ketika beternak ikan nila.

Beternak ikan nila kelihatannya mudah. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit orang yang dalam membudidayakan ikan nika bisa dikatakan gagal. Kenapa? Setidaknya ada tiga hal yang membuat mereka gagal.

1. Bobot yang tidak ideal.

Bobot ideal ikan nila yang siap dipasarkan rata-rata kurang lebih 300gram.

Dan apabila Anda membeli bibit ikan nila sekitar 10-20 gram per ekor, ikan akan mencapai bobot ideal dalam waktu kurang lebih 4-5 bulan.

Sayangnya, tidak sedikit pembudidaya ikan nila yang gagal untuk membuat ikan nila yang dibudidaya mencapai bobot tersebut.

Lalu apa permasalahannya? Ada banyak sekali faktor penyebabnya.

Ada kemungkinan pakan yang diberikan kurang mengandung protein yang cukup.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan jika peternak salah memilih benih. Dalam pemberian pakan juga harus diperhitungkan juga sample saat menentukan berat badan ikan.

Tujuannya adalah sebagai patokan ketika pakan tersebut diberikan.

2. Banyak ikan nila yang mati.

Memang ikan nila mempunyai daya tahan tubuh yang baik dibanding ikan yang lain, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan ikan nila itu bisa bertahan hidup.

Yang perlu diperhatikan disini adalah ketika jumlah ikan nila yang mati sangat banyak, perhatikan perairannya.

Terkadang air tercemar bisa membuat ikan nila stres dan akhirnya mati.

Hama juga bisa menjadi penyebab yang lainnya.

Walaupun daya tahan tubuh ikan nila sangat kuat, jika hama sudah menyerang, bukan tidak mungkin lagi banyak jumlah ikan nila yang mati karena terserang hama tersebut.

3. Harga pakan yang tinggi.

Untuk bisnis beternak ikan nila profesional, tentu saja anda tidak hanya bisa mengandalkan dedaunan sebagai pakan meskipun ikan nila juga mau makan dedaunan.

Harus ada tambahan gizi dari pakan yang mengandung protein yang tinggi. Hal ini diperlukan agar dalam kurun waktu 4 atau 5 bulan, anda sudah bisa memanen ikan tersebut.

Dengan mengetahui resiko yang sering dialami oleh para pembudidaya ikan nila tersebut, diharapkan anda tidak mengalami hal yang sama.

 

H. Beberapa hal yang harus anda pertimbangkan.

Ada beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan ketika ingin membududayakan ikan nila.

Yang pertama adalah lokasi. Lebih baik ikan nila dibudidayakan  di daerah yang memiliki perairan yang bersih dan jernih dan terbebas dari pencemaran.

Biasanya, daerah di ketinggian sekitar 300-600 meter diatas permukaan air laut cocok untuk dijadikan tempat membudidayakan ikan nila.

Namun sekali lagi, kualitas air ditempat tersebut juga harus bersih.

Pasalnya sekarang ini banyak didaerah pegunungan yang kualitas airnya kurang terjaga, sehingga kurang baik jika digunakan untuk membudidayakan ikan nila.

Itu tadi sedikit artikel dari saya semoga bermanfaat,

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]