Langkah-Langkah Menanam Jagung Manis Di Sawah

Produksi menanam jagung manis khususnya jagung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pertambahan jumlah penduduk dan program perbaikan gizi masyarakat melalui diversifikasi pola makan, mendorong tambahan permintaan jagung. Selain itu komunitas jagung sebagai bahan baku industri dalam negeri

Semakin meningkat dengan banyaknya industri makanan ternak, industri minyak jagung dan produksi ethanol. Varietas jagung hibrida mempunyai kelebihan dari jagung komposit dengan selisih produksi 25-30%, tahan rebah, penyakit dan kekeringan serta berumur pendek.

 

Langkah-Langkah Menanam Jagung Manis

Berikut adalah penjelasan secara rinci dalam menanam jagung manis dengan benar, dari pemilihan bibit hingga masa panen jagung tersebut mari simak penjelasan berikut:

menanam jagung manis

 

  • Benih Vareitas Unggul

Produktivitas jagung dapat ditingkatkan dengan penggunaan varietas unggul yang dianjurkan serta diikuti tekink budidaya yang tepat. Kebutuhan benih jagung adalah 25 – 30 kg/ha. Beberapa varietas unggul yang dapat digunakan agar produksi meningkat pada Tabel.

 

  • Penyiapan Lahan

Tanah dibajak sedalam 15-20 cm, gemburkan dan ratakan.  Gulma dan sisa tanaman dibenamkan, lalu digaru sehingga rata.

 

  • Penanaman jagung manis

Buat lubang tanam dengan alat tugal sedalam 5 cm, jarak tanam 70 x 20 cm, tanam satu biji per lubang, biji jagung dimasukkan kedalam lubang tanam dan tutup dengan tanah gembur atau pupuk kandang.

 

  • Pemupukan

Pupuk yang perlu disediakan per hektar adalah 300 kg Urea, 200 kg SP-36, 100 kg KCl dan pupuk kandang 3 ton. Pupuk kandang diberikan seluruhnya pada saat tanam sebagai penutup lubang tanam. Pupuk anorganik diberikan dua kali, pertama pada 7 – 10 hari setelah tanam (HST).

Untuk setiap hektar diberikan 150 kg Urea, 200 kg SP-36 dan 100 kg KCl. Kedua pada 30 – 35 HST untuk setiap hektar diberikan sebanyak 150 kg Urea, pupuk anorganik diberikan kedalam lubang tugal sedalam 5 cm pada jarak 10 cm dari batang tanaman dan ditutup dengan tanah.

 

  • Pemeliharaan Jagung Manis

Penyiangan dilakukan 2 kali, yaitu pada umur tanaman 15 dan 30 HST. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan, yaitu dengan menimbun rumpun tanaman dengan tanah. Pembumbunan ditunjukan untuk menutupi akar tanaman yang terbuka agar tanaman dapat tumbuh tegak dan kokoh.

Pengairan perlu diberikan dengan membasahi lahan tanaman apabila tidak ada hujan, dilakukan pada umur tanaman 15, 30, 45, 60 dan 75 HST.

 

  • Hama Dan Penyakit Serta Cara Mengatasinya

Lalat bibit (Atherigona exigua), merupakan hama tanaman jagung yang masih muda dengan ciri-ciri tanaman kerdil, kekunung-kuningan, pembusukan dan kematian akibat kerusakan tanaman pada titik tumbuh. Penanggulangannya dengan insektisida berbahan aktif carbofuran (seperti Furadan 36, Dharmafur 36, atau Petrodan 36).

Diberikan pada saat tanam sebanyak 4-6 butir per lubang dan pada umur 3 minggu diberikan pada pucuk daun sebanyak 5-6 butir per batang. Kumbang atau Lundi (Phillophaga hollersi), hama ini memakan akar dan mengakibatkan tanaman layu, daun menguning serta kerdil.

Penanggulangannya dengan pengolahan tanah yang disertai pemusnahan larvanya serta pemberian insektisida bahan aktif carbofuran sebanyak 15-20 kg/ha. Ulat Tanah (Agrotis sp.), merupakan hama bagi tanaman jagung yang masih muda dan biji yang baru berkecambah.

Penanggulangannya juga dengan insektisida berbahan aktif carbofuran sebanyak 15-20 kg/ha.
Ulat Penggerek Batang (Ostrinia nubilalis), hama ini menggerek batang dan merusak daun jagung. Penanggulangannya dengan insektisida berbahan aktif carbofuran melalui penaburan pada pucuk tanaman sebanyak 3-4 butir/batang.

Ulat Grayak (Spodoptera sp.), merupakan hama pemakan daun jagung dan melakukan penyerangan pada malam hari. Penanggulangannya menggunakan insektisida cair dengan cara menyemprotkan pada daun.
Penggerek Tongkol (Heliotis armigera).

Hama ini menyerang daun muda dan tongkol dengan ditandai luang. Penanggulangannya dengan menggunakan insektisida berbahan aktif carbofuran yang diberikan pada saat tanam sebanyak 3-4 butir/batang
Penyakit Bulai (Com Down Mildew).

Penyakit ini disebabkan oleh Sclerospora yang menyerang tanaman muda sampai umur 1,5 bulan. Ciri-cirinya tanaman kerdil, daun berwarna kuning keputih-putihan, kaku, dan pada bagian atas daun tampak garis kuning putih penanggulangannya dengan insektisida sejenis Rhidomil-35 SD dengan dosis 5-7 g/kg benih sebelum tanam.

 

  • Panen

Umur panen jagung umumnya 85-100 hari. Jagung siap panen dengan ciri-ciri tongkol atau kelobot yang mulai mengering dan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga, biji sudah kering, keras dan mengkilat yang apabila ditekan dengan kuku tidak membekas.