Cara Pemupukan Jagung Manis

Pemupukan jagung manis sangatlah penting untuk mencapai produksi yang tinggi dan juga berpengaruh terhadap kwalitas hasil. Tanaman jagung hibrida adalah salah satu tanaman yang sangat respon terhadap penyerapan pupuk, sehingga apabila disepelekan pemupukanya maka tanah akan cepat menjadi porus.

Kurus yang mempunyai produksi yang rendah bila ditanami jenis tanaman apa saja terlebih tanaman jagung hibrida. Telah disampaikan didepan bahwa Tanaman hibrida sangat respon terhadap pupuk berarti tanaman jagung tersebut harus tersedia pupuk yang cukup.

Kalau tidak mungkin akan lebih rendah produksi yang dihasilkan dibandingkan non hibrida dan perlu dilakukan pemupukan dengan tepat apabila kurang tepat cara pemupukannya maka hasilnya juga akan lebih jelek daripada jenis jagung komposit.

 

Alternatif Pemupukan Jagung Manis

 

pemupukan jagung manis

 

Jumlah pasar akan jagung manis semakin naik. Hal ini sejalan dengan perkembangan industri kuliner di dalam negeri yang banyak membutuhkan jagung manis sebagai bahan bakunya. Untuk meningkatkan produksi, Anda perlu mengetahui teknik pemupukan jagung manis yang baik dan benar agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Ya, sebelum proses penanaman benih tanaman dimulai, kita perlu memerhatikan teknik pemupukannya terlebih dahulu. Beda tempat dan beda musim tanam, berbeda pula cara pemupukannya. Misalnya, bagi Anda yang menanam jagung manis di sawah pada musim penghujan.

Perawatan yang perlu diberikan pada tanaman tersebut agak berbeda dengan jagung manis yang ditanam di tegalan pada musim kemarau. Pada setiap satu kali siklus penanaman, tumbuhan jagung manis perlu diberikan pupuk sebanyak 3 kali. Pertama, pemupukan dasar pada saat penanaman benih.

Kedua, pemupukan susulan tahap pertama ketika tanaman berumur 15 hari. Ketiga, pemupukan susulan tahap kedua di waktu tumbuhan ini berusia 30 hari. Yuk, simak penjelasan selengkapnya.

 

Pemupukan Dasar Jagung Manis

Pada pemupukan dasar, dosis pupuk yang tepat untuk pemupukan jagung manis terdiri dari 500 kg petroganik, 150 kg phonska, dan 75 kg urea untuk setiap hektare. Pemberian pupuk dilakukan

Dengan cara ditugali persis di samping benih dalam barisan tanaman dengan jarak sekitar 10—15 cm.Tujuan dari pemupukan ini, yakni menyediakan unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan benih jagung manis.

 

Pemupukan Jagung Manis Susulan Tahap Pertama

Proses pemupukan jagung manis susulan kali pertama ini dapat dikerjakan ketika umur tanaman jagung manis sudah mencapai 15 HST (Hari Setelah Tanam). Adapun pupuk-pupuk yang digunakan antara lain 150 kg phonska dan 75 kg urea masing-masing per hektare.

Dengan memberikan kedua pupuk ini, diharapkan pertumbuhan tanaman jagung manis akan semakin subur. Selain itu, tanaman jagung manis juga mempunyai daya tahan yang lebih kuat dari serangan hama dan penyakit.

 

Pemupukan Susulan Tahap Kedua

Untuk pemupukan jagung manis susulan tahap kedua, pekerjaannya dilaksanakan pada waktu tanaman jagung manis telah menginjak usia 30 HST (hari setelah tanam). Proses ini mengandalkan beberapa pupuk yang berguna untuk mendukung pertumbuhan tanaman seperti urea sebanyak 150 kg per hektare.

Selain memberikan pupuk secara tepat, tanaman jagung manis juga perlu disiram secara berkala untuk menjaga kebutuhan air dan kelembapan udara. Jangan sampai tanaman mengalami kekeringan akibat kondisi lahan yang terlalu tandus.

Proses penyiangan dapat dilakukan sebelum proses pemupukan susulan tahap pertama dan kedua dilaksanakan. Sementara, proses pembubunan sebaiknya dikerjakan dalam waktu yang bersamaan dengan pemupukan susulan tahap kedua.

Jaga baik-baik tanaman jagung manis yang Anda budidayakan agar tidak terserang hama atau penyakit. Jenis hama yang paling sering mengganggu tanaman jagung manis ialah penggerek batang. Hama ini bisa ditanggulangi menggunakan petrofur pada pcsuk tanaman umur 15 hari dengan dosis kurang lebih 10 kg/hektare.