Contoh Budidaya Tanaman Pangan Dengan Sistem Hidroponik

Contoh Budidaya Tanaman Pangan – Makanan dan manusia merupakan dua komponen yang saling berkaitan erat. Manusia memerlukan makanan setiap harinya sebagai sumber energi untuk tumbuh.

Maka tidak heran jika tanaman pangan menjadi kebutuhan pokok untuk keberlangsungan hidup manusia. Budidaya tanaman pangan yang baik harus mengetahui teknik budidaya tanaman pangan yang baik juga.

Tanaman pangan mempunyai banyak jenis, baik itu sayuran, umbi-umbian, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan dan lain – lain. Karena keberadaannya yang sangat penting, budidaya terhadap tanaman pangan terus dilakukan.

Langkah Awal Panduan Menanam Sayuran Hidroponik Sederhana

Berikut ini panduan step by step untuk menanam sayuran hidroponik sederhana yang harus kalian perhatikan

1. Penyiapan Benih Tanaman Hidroponik

Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah tahap persiapan benih. Untuk persiapan benih sendiri sama dengan cara bertanam tanaman biasa.
Anda bisa mendapatkan benih tersebut dengan membuatnya sendiri atau membeli benih yang sudah siap ditanam di toko pertanian.
Bagi pemula sendiri lebih dianjurkan untuk membeli benih yang sudah jadi di toko pertanian saja atau membelinya secara online di toko-toko online pertanian yang sudah banyak sekali.
Setelah anda mempunyai benih tanaman yang akan dibudidayakan, langkah selanjutnya adalah tebar atau semai benih tersebut.
Tempat penyemaian yang biasa digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena mempunyai daya serap air yang tinggi dan steril. Rockwool ini juga sekaligus bisa anda beli pada saat membeli bibit.

2. Penyiapan Media Tanam Hidroponik

Setelah benih selesai kita proses seperti cara di atas, maka langkah selanjutnya adalah penyiapan media tanam hidroponik.

Anda bisa menggunakan campuran sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil, atau menggunakan sabut kelapa.

Tempatkan media tanam pada wadah yang kalian inginkan seperti pot atau kaleng bekas. Jika benih sudah cukup umur pindahan ke media tanam.

Kriteria Media yang Baik

  1. Tidak mempengaruhi larutan nutrisi
  2. Tidak menghambat sistem pengairan
  3. Mempunyai pori pori yang baik untuk pengairan

Setiap media tanam mempunyai keunggulan masing-masing. Media rockwol termasuk yang paling banyak dan sering digunakan dalam bertanam hidroponik.

3. Pemberian Nutrisi

Sebagaimana yang sudah kita ketahui, media hidroponik ini tidak menggunakan tanah, maka tanaman membutuhkan nutrisi dari luar, terlebih yang kita berikan.
Dosis atau ukuran nutrisi yang diberikan harus dihitung dengan presisi antara jumlah unsur makro dan mikro agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman berlangsung dengan baik.
Gunakan nutrisi hidroponik yang sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam.
Kalian bisa meracik sendiri atau membeli nutrisi hidroponik di pasaran. Pemberian nutrisi bisa dengan cara disiram manual waktu pagi dan sore hari.
Sumbu (bisa dari kapas, sumbu kompor atau kain bekas)  akan mengalirkan nutrisi ke semua bagian tanaman. Teknik WICK ini merupakan salah satu metode hidroponik sederhana.

4. Perawatan Tanaman Hidroponik

Tahap selanjutnya dari cara menanam sayuran hidroponik adalah tahap perawatan. Perawatan tanaman dengan teknik hidroponik ini tidak jauh berbeda dengan tanaman pada metode penanaman biasa, seperti pemangkasan, pembersihan gulma dan sebagainya.

Setelah kalian mengetahui cara menanam sayuran hidroponik alangkah baiknya jika kalian tahu jenis – jenis tanaman hidroponik. Berikut jenis – jenis sayuran hidroponik yang bisa kalian tanam sendiri dirumah.

Contoh Budidaya Tanaman Pangan dengan Sistem Hidroponik

Contoh budidaya tanaman pangan salah satunya adalah dengan sistem hidroponik. Berikut contoh budidaya tanaman pangan sistem hidroponik

Menggunakan Teknik Larutan Statis

Contoh Budidaya Tanaman Pangan

Cara menanam sayuran hidroponik yang pertama dapat menggunakan teknik larutan statis artinya kalian tidak perlu mengalirkan air yang berisi nutrisi.

Media yang dibutuhkan dalam teknik ini adalah Ember, botol bekas, baskom, bak semen serta tangki. Saran dari saya untuk memilih media yang tidak tembur terhadap cahaya matahari bertujuan menghidarkan tanaman dari serang lumut.

Selain itu yang perlu kalian perhatikan adalah mengontrol ketinggian air, karena teknik ini tidak mengalirkan air tetapi selalu mengisi media tanam dengan air yang rendah kira-kira air nutrisi terkena akar tujuan agar tanaman selalu mendapat oksigen yang cukup.

Menggunakan Teknik Larutan Air

Contoh Budidaya Tanaman Pangan

Teknik selanjutnya untuk cara menanam sayuran hidroponik adalah menggunakan pengaliran air, cara kerjanya kalian hanya perlu menyiapkan tangki berukuran besar yang diletak pada daerah yang lebih tinggi dari media tanam sehingga air yang berisi nutrisi-nutrisi dapat mengalir secara baik keseluruh media tanam.

Teknik hidroponik NFT dapat menggunakan parit buatan yang dibuat dari lempengan logam tipis anti karat, dan tanaman disemai di parit tersebut.

Sekitar saluran parit tersebut akan dialirkan air mineral bernutrisi sehingga sekitar tanaman akan terbentuk lapisan tipis yang dipakai sebagai makanan tanaman.

Parit dibuat dengan aliran air yang sangat tipis lapisannya, sehingga cukup melewati akar dan menimbulkan lapisan nutrisi disekitar akar dan memiliki oksigen yang cukup untuk tanaman.

Cara Menanam Sayuran Hidroponik dengan Sistem WICK

Contoh Budidaya Tanaman Pangan

Jika anda belum tahu contoh budidaya tanaman pangan dengan sistem WICK perhatikan penjelasan di bawah ini.

Teknik yang satu ini menggunakan sumbu yang berguna untuk mengalirkan air yang berisi nutrisi dari bak penampungan ke akar tanaman, Rockwool adalah media yang akan menyerap air nutrisi yang dibawah kain flanel, sehingga akar-akar muda tanaman bisa menyerapnya dari rockwool.

Bahan yang Dibutuhkan

  1. Pertama yang perlu kalian siapakan yaitu botol bekas ukuran 600 ml.
  2. Setelah itu Media tanam : disarankan Rockwool (bisa beli di toko pertanian atau online) Alternatif lain kalau repot bisa diganti sama dacron, busa bekas, gulungan kapas, atau kain flanel yang digulung.
  3. Terakhir Sumbu : dapat menggunakan sumbu kompor / kain flanel / kain yang bisa menyerap air.Jenis Tanaman Hidroponik

Pada umumnya, tanaman yang bisa menghasilkan hasil yang bagus dengan teknik budidaya hidroponik adalah tanaman sayur daun. Berikut ini beberapa contoh tanaman sayur daun.

1. Sawi Hijau

Tanaman sawi merupakan salah satu tanaman kebutuhan pasar yang selalu meningkat, oleh karena itu banyak petani yang berfikir secara cerdas cara menanam sawi dalam jumlah banyak tetapi tidak membutuhkan lahan yang luas.

Timbullah cara menanam dengan metode hodroponik. Jenis sawi yang tepat ditanam dengan metode hidroponik adalah sawi hijau.

2. Slada Hijau

Tanaman yang ini bisa ditanam pada daerah beriklim sedang maupun tropis. Pasalnya masalah jumlah produksi yang kurang banyak petani beralih menanam slada hijau menggunakan teknik hodrponik.

3. Buncis

Tanaman yang satu ini banyak mengandung gizi yang sangat luar biasa meliputi protein nabati, vit A, vit B, dan vit C. Tanaman yang satu ini cukup mudah untuk dibudidayakan oleh karena itu penanaman dapat dilakukan dengan metode hidroponik.

4. Pare

Tanaman selanjutnya adalah pare, tanaman ini tumbuh merambat serta buahnya berwarna hijau kandungan vitaminnya sangat banyak diantaranya vit A, vit C, fosfor, dan zat besi. Oleh karena itu banyak petani yang melakukan budidaya menggunakan teknik hidroponik.

5. Bayam

Bayam adalah salah satu sayuran hijau yang sering sekali kita jumpai di berbagai tempat di Indonesia khususnya di setiap warung makan. Tanaman ini mempunyai kandungan gizi yang sangat luar biasa, tidak hanya vitamin akan tetapi bayam juga mengandung magnesium, kalsium, folat, protein, dan serat.

Itulah artikel tentang contoh budidaya tanaman pangan yang benar semoga bisa menjadi manfaat untuk anda. Sekian dan terima kasih.