Jenis Jenis Bordir Pada Baju

Teknik bordir merupakan salah satu jenis pekerjaan yang cukup berpengaruh di dalam dunia industri jasa konveksi dan tekstil, terutama ketika memberikan hiasan pada pakaian sehingga menjadikannya tampak lebih indah di pandang oleh mata mereka yang memandang ataupun yang memakai pakaian tersebut.

Apa Itu Bordir?

Bordir adalah kegiatan menyulam benang dengan jarum sehingga membentuk suatu pola dengan berbagai desain sesuai dengan kreativitas atau kebutuhan Anda. Mulai dari merajut sebuah logo dari perusahaan, nama, huruf hingga pola hiasan yang unik dan kompleks pada kain tekstil atau garmen.

Bordir atau sulaman merupakan suatu hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lainnya dengan jarum jahit dan juga benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir juga dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, bulu burung, manik-manik dan payet

Jenis-Jenis Teknik Bordir

jenis jenis bordir

 

Bordir memiliki dua teknik sering dilakukan dalam industri garmen. Yaitu bordir manual dan bordir komputer. dibawah ini ada dua teknik bordir dengan segala jenis bordirnya.

1. Jenis Teknik Bordir Manual

Bordir atau biasa dikenal dengan sebutan sulam tangan merupakan teknik menyulam yang pengerjaannya dilakukan dengan olahan tangan. Untuk bordir ini, pola jahitannya lebih bervariasi. Melakukan bordir manualyaitu adalah membuat pola garis pertama.

Dari sudut pandang artistik, jenis bordir manual ini ternyata mempunyai kelebihannya tersendiri. Apalagi jika pengerjaannya dilakukan oleh tangan-tangan ahli. Oleh karena itu, banyak beberapa pesanan, konsumen lebih memilih bordir secara manual. Terutama untuk keperluan yang berhubungan dengan seni.

Dibawah ini ada beberapa teknik bordir manual yang sudah banyak orang pakai.

  •  Tusuk Balik/Tusuk Tikam Jejak

Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat pola dari bentuk garis, menjahit lipatan, serta menyatukan kain. Oleh karena itu teknik ini sering digunakan untuk membuat tangkai. Atau membentuk  sebuah garis yang digunakan saat menjahit lipatan dan untuk menyambung kain.

  • Tusuk Rumani

Teknik ini digunakan tidak hanya untuk desain daun dan bunga, tetapi juga untuk bentuk bidang panjang.

  • Tusuk Veston

Teknik ini merupakan salah satu teknik menjahit yang sering digunakan untuk pembuatan aneka kerajinan yang berasal dari kain flanel. Biasanya digunakan untuk memperkuat dan menghias suatu pola bunga, lubang kancing dan bahkan tepi kain.

Penerapan pada teknik tusuk veston ini biasanya dipakai pada bagian ujung maupun tepi kain.  Teknik feston menggunakan metode tusukan yang sams dengan tusuk lubang kancing (buttonhole stitch), tetapi, oleh karena itu perbedaannya harus terdapat jarak lebih jauh antar tusuk dan adanya kesamaan pada ukuran tusuk.

  • Tusuk Batang/ Tangkai

Digunakan untuk membuat pola dari ranting batang, dan bahkan bidang. Tusuk batang dibuat dengan cara dijahit secara mundur dan mengaitkan setengah dari ukuran tusuk yang masing-masing saling berhimpitan.

  • Tusuk jelujur

Tusuk jelujur bisa digunakan untuk membuat garis kain, jahitan dan lipatan. Teknik ini dibuat dengan cara menjahit tusuk dari kanan ke kiri dengan ukuran dan jarak yang sama panjang. tusuk jelujur juga bisa digunakan untuk menjahit bagian baju yang sulit untuk dijahit kemudian setelah proses menjahit selesai tusuk jelujur tersebut bisa dihilangkan.

  • Tusuk Rantai

Teknik rantai sering digunakan untuk membuat tangkai, batang, ataupun membuat garis pembatas pada kain. Tusuk rantai merupakan salah satu jenis tusuk bordir yang berfungsi untuk membuat suatu hiasan pada kain/bahan. tenik rantai dibuat dengan cara menusukkan jarum dari bawah ke atas lalu membuat lingkaran. Setelah itu, tusukkan jarum ke suatu lubang tempat dimana benang dilingkarkan kemudian benang ditarik agar benang yang melingkar berada pada lubang selanjutnya.

  • Tusuk Bunga

Sesuai namanya, tusuk bunga sering kali digunakan hanya untuk membuat hiasan berbentuk bunga.

  • Tusuk Daun

Teknik bordir yang satu ini sering digunakan untuk membuat berbagai hiasan dengan beragam berbentuk daun atau dedaunan.

  • Tusuk Bullion

Biasanya untuk membuat hiasan berbentuk butiran-butiran atau bunga-bunga kecil itu menggunakan teknik tusuk bullion ini.

  • Tusuk Lurus

Teknik tusuk lurus merupakan teknik yang sering digunakan untuk membuat hiasan bordir berupa rerumputan dan bunga atau yang sejenisnya.

  • Tusuk Flanel

Selain tusuk rantai, teknik bordir tusuk flanel ini sangat umum digunakan untuk membuat garis pembatas pada kain dengan menggunakan tusuk flanel.

  •  Tusuk Satin

Ketika anda ingin membuat bordir bentuk-bentuk yang abstrak, bentuk bebas, ataupun ingin membuat helai daun biasanya menggunakan teknik yang satu ini yang cocok untuk membordir yaitu disebut tusuk satin.

2. Bordir Komputer/Mesin

Bordir komputer/mesin itu sendiri, tentu saja, dilakukan oleh mesin bordir yang terhubung dengan komputer dengan program bordir preset dalam bentuk dan teks yang disulam oleh mesin bordir.

Dalam pekerjaan bordir komputer, sebuah program gambar, biasanya disebut film memancing, dibuat terlebih dahulu, dan kemudian film memancing disimpan di dalam file kecil dengan nama dan format tertentu tergantung pada mesin. Ketika film memancing sudah siap, masukkan film ke kepala mesin bordir komputer dan operator mesin akan menyesuaikan margin, posisi nahan dan warna benang yang akan disulam.

Macam-Macam Teknik Bordir Komputer

1. Bordir Handuk/ Moss stitch/ Towel

Dizaman sekarang ini banyak yang menggunakan teknik bordir handuk yang berfungsi untuk bordiran pada jaket kuliah, tapi kini lebih banyak lagi digunakan untuk busana muslim, serta kerudung dan topi.

2. Bordir Stik/Chain Stitch

Jenis bordir stik ini banyak digunakan pada pembuatan busana islami, atau  kebaya , selendang, kaos oblong, topi dan sebagainya

3. Tusuk Lurus

Untuk membuat pinggiran atau kerangka pada area yang akan dibordir, biasanya lakukan pengaplikasian teknik tusuk lurus terlebih dahulu supaya batasan area bordir terlihat lebih jelas.

Tusuk lurus ini juga bisasanya digunakan untuk membuat suatu hiasan atau motif yang berupa garis lurus ataupun melengkung, ataupun isian bordir sesuai dengan kebutuhan keinginan kita.

4. Tusuk Zig-Zag

Untuk kebutuhan umum dengan berbagai bentuk, tusuk zig-zag juga sering digunakan di mana anda bisa membentuk beragam hiasan yang lebih kompleks seperti bentuk floral, fauna lain sebagainya.

5. Bordir Timbul / 3D

Jika kaos anda ingin memiliki sebuah efek timbul atau 3D, maka dari itu bordir inilah yang sering digunakan dalam proses pembuatan bordir timbul. Dan biasanya diterapkan pada beragam jenis bahan seperti kaos polo jogja, topi, backpack, sweater/hoodie dan lainnya.

6. Bordir Rantai

Secara umum untuk penggunaan bordir rantai, misalnya untuk membuat bordiran pada seragam, busana muslim, kaos, dan lain sebagainya. Umumnya menggunakan dengan sebutan bordir rantai atau yang dikenal juga dengan Chain Stitchatau Bordir Stik.

7. Teknik Bordir Tali Kur (Cord Embroidery)

Bordir tali kur biasanya ukuran benangnya lebih tebal dibandingkan dengan benang biasa, karena memberikan sebuah efek 3D. Namun, tidak semua dengan mesin bordir dapat membordir tali kur. kerapnya tali kur ini dianyam agar menjadi berbagai macam kerajinan tangan yaitu seperti bros tas, gelang, bahkan dompet.

8. Bordir Payet (Sequin Embroidery)

Umumnya bordir payet diaplikasikan ke pakaian. Tapi, hingga sampai saat ini banyak yang menerapkan bordir payet pada tas dengan teknik payet bolak-balik.

9. Bordir Manik-Manik (Beads Embroidery)

Dengan menggunakan teknik bordir ini, Anda bisa menjadi suatu fashion yang baru dengan kreativitas yang Anda miliki. Anda hanya memerlukan gambar desain fashion sesuai dengan yang Anda inginkan dan langsung dapat dibordir menggunakan mesin tanpa harus mengeluarkan tenaga untuk bordir manual.

10. Bordir Benang Tipis

Teknik bordir dengan menggunakan benang tipis maka tulisan akan terbaca dengan mudah. Selain untuk membordir tulisan, bordir benang tipis dapat diterapkan ketika anda ingin menghasilkan bordir yang detail.

11. Bordir 3D

Bordir 3D dapat di terapkan menggunakan bahan urethane sebagai alas di atas bahan/kain. Hal ini hanya dapat diterapkan pada bahan yang bersifat kaku. Biasanya pada teknik bordir inilah hanya biasa diaplikasikan ke topi. Mungkin Anda sering melihat topi yang bordirannya terlihat timbul, itu menggunakan bahan urethane.

12. Bordir Glow in the Dark

Teknik bordir ini terlihat sama dengan bordir biasa. Bedanya benang ini hanya menggunakan benang glow in the dark atau yang terlihat terang ketika suasana gelap.

13. Bordir Kombinasi

2 sampai 3 kombintasi bordir ini juga bisa menambah kesan unik agar produk Anda mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Anda bisa menggabungkan sebuah teknik bordir tali kur dengan bordir payet atau bordir standar.

Langlah Langkah Membuat Bordir Pada Kain

  • Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, seperti beberapa benang berwarna dan kain yang akan dibuat bordiran
  • Menyiapkan desain motif yang sudah di buat kemudian akan diaplikasikan ke kain
  • Memindahkan desain atau menjiplak motif pada kain yang hendak dibordir
  • Memasangkan kain yang sudah diberi motif pada ring (pembidangan) atau mesin
  • Memasangkan benang bordir pada jarum ataupun mesin bordir
  • Kemudian menyulam sesuai pola motif atau memeriksa pergerakan mesin bordir pada kain 
  • Membuat krancang dengan alat sorder
  • Membersihkan sisa-sisa benang bordir di kain
  • Langkah terakhir yaitu merendam, menjemur, dan menyetrika hasil bordir

Alat Alat Membordir

1. Mesin Bordir

Bordir adalah salah satu mesin khusus untuk membuat bordir. Mesin tersebut proses kerjanya ada yang menggunakan kaki (manual), dan ada juga yang digerakkan dengan menggunakan motor (high speed). Peralatan yang pertama harus dipersiapkan yaitu mesin bordir karena alat ini langsung digunakan dalam proses membordir secara langsung.

2. jenis jenis Perlengkapan Membordir

Selain alat utama dalam membordir  adalah mesin, ada juga alat pendukung lainnya sebagai berikut.

  • Alat Pengukur

pengukur merupakan alat yang digunakan sebagai pengukur bahan atau mengukur letak motif yang akan kita buat pada saat membordir. Alat pengukur tersebut biasanya disebut pita ukuran dengan panjang 150 cm atau 60 inci dan lebar 1 cm – 1,5 cm.

  •  Alat Pembuat Pola/Penggores

Alat pembuat pola di sini merupakan sebuah alat yang digunakan untuk membuat gambar/desain. Membuat gambar/desain biasanya dilakukan pada kertas minyak. Peralatan untuk membuat pola di antara lain adalah kertas minyak, penggaris, dan pensil/bolpoin.

  • Alat Pemotong

Alat pemotong merupakan suatu peralatan untuk membordir yang digunakan untuk memotong kain/bahan pada saat membordir. Alat pemotong yang digunakan saat ini adalah gunting bahan, guntug kain, kertas. Ciri khas pada gunting bagian depannya berbentuk sedikit agak melengkung, yang berfungsi untuk menggunting sisa benang pada hasil bordiran agar hasilnya baik dan rapi dan tidak mengenai bahan utama.

  •  Pemberi Tanda

Pemberi tanda merupakan peralatan bordir yang digunakan untuk memberikan tanda saat memindahkan motif/gambar desain pada bahan/kain. contoh alat alat untuk memberikan tanda yaitu, kertas karbon, kapur jahit, bolpoin kosong, dan plastik bening yang berfungsi untuk membedakan.

Kapur jahit memiliki beragam bentuk yaitu segitiga, ada pulajuga yang seperti pensil, berfungsi sebagai pemberi tanda pada bahan. Kertas karbon digunakkan saat membuat motif/gambar pada kertas minyak dipindahkan pada kain/bahan. Ada beragam macam warna yang dimiliki kertas karbon agar ketika pada saat memindahkan suatu motif warna karbon dapat disesuaikan dengan warna bahan dan setelah selesai membordir agar bahannya tetap bersih.

Pensil tumpul/bolpoin kosong yang tintanya sudah habis bisa dipergunakan pada saat memindahkan motif. Jadi, gambar motif ditekan oleh pensil tumpul/bolpoin kosong diletakan di atas plastik bening. Plastik bening yang berfungsi sebagai pelindung gambar motif pada kertas minyak agar tidak bersentuhan langsung dengan pensil/bolpoin kosong sehingga motif tidak cepat rusak.

  •  Perlengkapan untuk Membordir

Dalam teknik membordir juga ada perlengkapan bordir yang berfungsi untuk pekerjaan membordir agar dapat terselesaikan dengan cepat. Alat perlengkapan untuk membordir, yaitu jarum mesin bordir, jarum pentul, raam/pemidangan, pendedel. Jarum mesin bordir merupakan jarum yang biasa digunakan aebaai alat untuk membordir.

Biasanya menggunakan jarum nomor 9 atau 11. Jarum pentul biasanya digunakan untuk menyemat bahan dan motif agar tidak mudah bergerak pada saat memindahkan motif. Bagian kepala jarum biasanya berbentuk bulat besar, yang terbuat dari plastik dan bagian ujungnya berbentuk runcing dan tajam yang terbuat dari logam sehingga terbentuk menjadi jarum pentul.

Pendedel atau biasa disebut sebagai alat pembuka jahitan berfungsi untuk membuka bordiran yang salah. Alat ini terbuat dari logam dengan pegangan menggunakan plastik. Raam/pemidangan adalah alat bantu membordir berbentuk bulat dengan lubang di bagian tengah, yang terdiri atas dua bagian dan ukurannya yang sedikit berbeda sehingga satu sama lain dapat berimpitan.

Pemidangan merupakan alat yang digunakan untuk mengencangkan bahan/kain agar kain tidak berkerut dan rata ketika dibordir, serta alat bantu untuk menggerakkan kain dengan cara memegang bagian tepi pemidangan sehingga kain tidak bergeser.

  • Alat Pengepres dan Finishing Pengepres

Pengepres merupakan alat yang dapat digunakan untuk memberikan bentuk yang tetap pada bagian-bagian yang sudah dibordir dengan cara disetrika. Oleh karena itu, alat yang digunakan untuk pengepresan ini adalah setrika.

Selain setrika, alat finishing dalam membordir juga ada solder, yang dipergunakan untuk melubangi bahan/kain pada bordiran jenis kerancang agar mudah melubanginya.

Kesimpulan

Bordir merupakan salah satu teknik menghias kain yang telah ada sejak lama dan salah satu kekayaan kebudayaan tradisional Indonesia. Meski demikian, hiasan dengan menggunakan teknik bordir masih disukai hingga sekarang dari zaman ke zaman, bahkan nilainya pun termasuk lebih tinggi.

Dalam teknik pengerjaanpun produk kerajian bordir hanya dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik sehingga menghasilkan produk bordir berbeda dari yang lain. Di Indonesia bahkan terdapat daerah yang masih memiliki banyak ciri khas desain bordir.

Keterampilan khusus juga diperlukan untuk menghasilkan sebuah karya bordir yang baik. Untuk mendapatkan hasil akhir bordir yang baik dan maksimal serta banyak diminati oleh banyak konsumen juga bisa mnecari tahu informasi di jenis bahan kaos polo. Juga sangat diperlukan ketekunan serta pembelajaran secara khusus dan berkelanjutan, Selain itu, desain bordir tersebut juga harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman serta permintaan pasar.