Peluang Usaha Pertanian Di Desa Yang Menguntungkan

Peluang Usaha Pertanian Di Desa

Peluang Usaha Pertanian Di Desa – Peluang usaha pertanian di desa tidak kalah bagus dengan usaha pertanian di kota karena modern. Usaha pertanian di desa memiliki banyak kelebihan.

Hasil pertanian yang tidak di olah hanya akan menjadi bahan makanan yang sia -sia. Oleh karena itu pengolahan hasil pertanian akan menjadi prospek pengolahan hasil pertanian yang bagus bila diolah dengan cara yang baik dan benar.

Program ini mempelajari tentang segala hal yang berhubungan dengan teknologi di bidang pertanian. Sekarang ini, dalam industri pertanian terjadi perkembangan teknologi untuk mendapatkan hasil pertanian terbaik dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dunia pertanian.

Semasa perkuliahan kamu akan mempelajari berbagai mata kuliah, misalnya : Sosiologi Industri, Teknologi Pertanian, Teknologi Informasi, Manajemen Lingkungan, Bio Industri, Ekonomi Industri, Keselamatan Kerja, dan lain – lain.

Untuk kamu yang belum mengetahui peluang usaha pertanian di desa, berikut beberapa peluang usaha pertanian di desa yang perlu kamu ketahui.

Peluang Usaha Pertanian Di Desa

Usaha Lahan Basah

Peluang usaha pertanian di desa yang pertama ialah jenis pertanian lahan basah. Okee, dari namannya saja, pertanian lahan basah atau wetlands ini sudah jelas maksudnya.

Pertanian lahan basah adalah jenis kegiatan pertanian yang memanfaatkan lahan basah. Lahan basah yang dimaksud pada pertanian lahan basah ini ialah lahan yang kontur tanahnya merupakan jenis-jenis tanah yang jenuh dengan air.

Pertanian lahan basah yaitu pertanian yang lahannya digenangi air atau dikenal dengan sawah

Pertanian ini banyak dilakukan di dataran rendah, biasanya berlokasi sekitar 300 m diatas permukaan laut.

Karena di wilayah itu umumnya banyak sungai dan adanya irigrasi untuk pengairannya.

Contoh pertanian lahan basah misalnya seperti pertanian pesawahan, rawa-rawa dan hutan bakau.

Itu artinya, tanah pada lahan pertanian basah ini mempunyai kandungan air yang tinggi

Bahkkan tidak jarang lahan pertanian basah ini tergenang oleh air sepanjang waktu.

Atau bisa juga lahan pertanian basah ini tidak pernah mengalami kekeringan yang berarti karena mempunyai kandungan air yang berlimpah secara alami.

Usaha Pertanian Lahan Kering

Peluang usaha pertanian di desa yang kedua adalah lahan kering. Sesuai dengan namanya, pertanian lahan kering adalah kebalikan dari sebuah pertanian lahan basah.

Pertanian lahan kering adalah jenis pertanian yang dilakukan pada sebuah lahan yang kering, yaitu lahan yang memilki kandungan air yang rendah,

Bahkan ekstrimnya merupakan lahan kering ini merupakan jenis lahan yang cenderung gersang, dan tidak mempunyai sumber air yang pasti, seprti sungai, danau ataupun saluran irigasi.

Biasanya berlokasi diatas 500 m di atas permukaan laut tapi banyak jugayang melakukan pada dataran rendah. Contoh pertanian lahan kering seperti pertanian terong, cabai, kacang-kacangan.

Lahan kering adalah pertanian yang lahannya tidak digenangi oleh air tentu saja tanaman yang ditanam tidak memerlukan genangan air pada lahannya untuk tumbuh.

Pertanian lahan kering adalah jenis pertanian yang lahannya banyak terdapat di Negara Indonesia. Iklim di Indonesia juga kebanyakan beriklim tropis, hal ini disebabkan karena cuaca yang panas. Sehingga membuat banyak  air yang hilang dan juga sedikit.

Tetapi demikian, biasanya sebuah pertanian lahan kering ini memanfaatkan crah hujan untuk membantu meningkatkan hasil pertanian yang dimilikinya.

Hal ini sangat mungkin terjadi, pasalnya lokasi dimana pertanian lahan kering ini berada, memiliki curah hujan yang cenderung lebih tinggi dan juga banyak terjadi.

Usaha Pertanian Hdiroponik

Penanaman sayuran kini dapat dilakukan tanpa menggunakan media tanah karena penemuan metode tanam yang dikenal dengan Hidroponik. Teknik penanamannya beda dengan cara menanam jagung manis.

Cara menanam sayuran hidroponik adalah kegiatan bercocok tanam yang dilakukan tanpa tanah melainkan air yang mengandung nutrisi-nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Kalian bisa menggunakan  porus seperti sterofoam, pasir.

Kegiatan budidaya dengan cara hidroponik harus lakukan dengan perhitungan yang tepat, karena kalian harus memperhitungkan seberapa banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanam. Jika tanaman mengalami kekurangan nutrisi dapat berakibat kegagalan panen.

Selain itu terdapat beberapa hal perlu kalian perhatikan adalah jumlah tanaman yang akan ditanam.

Karena sudah jelas penanaman dalam jumlah besar akan berbeda dengan penanaman jumlah kecil.

Jika penanaman jumlah kecil bisa menggunakan bahan-bahan sisa disekitar rumah.

Penanaman ini beda dengan penanaman jumlah besar kalian harus membeli semua bahan – bahan kalau tidak ingin terjadi gagal panen.

Bentuk-Bentuk Pertanian Yang Terdapat di Indonesia

Beberapa bentuk pertanian yang terdapat di Indonesia, diantaranya sebagai berikut.

1. Sawah

Sawah ialah suatu bentuk pertanian yang dilakukan pada lahan basah, sawah membutuhkan banyak air. Berikut bentuk-bentuk sawah diantaranya:

Sawah Irigrasi

Merupakan jenis sawah yang mendapatkan air secara teratur sepanjang tahunnya, sawah ini biasanya mampu menghasilkan panen tiga kali dalam satu tahun.

Sawah Tadah Hujan

Yang jenis ini adalah sawah yang mendapatkan air hanya dari hujan yang turun ke bumi saja. Dalam artian lain sawah ini tidak dialiri air selain air hujan

Sawah Bencah atau Sawah Pasang Surut

Sawah yang lokasinya berada dekat dengan muara sungai atau tepi pantai. Padi yang sering ditanam pada waktu surut dan jenis padi yang ditanam umumnya adalah gogo rencah.

Sawah Lebak

Sawah lebak adalah jenis sawah yang ditanami padi yang letaknya berada di pinggir sungai (kanan atau kiri sungai).

2. Pekarangan

Pekarangan ialah suatu lahan yang letaknya berada di lingkungan pemukiman atau lingkungan rumah dan umumnya dibatasi dengan pagar. Lahan pekarangan sering ditanami dengan tanaman pertanian.

3. Tegalan

Tegelan adalah area dengan lahan kering, yang bergantung kepada pengairan air hujan. Biasanya tegelan ditanami tanaman musiman dan terpisah dari lingkungan sekitar rumah atau sekitar pemukiman.

Tanah tegalan sulit untuk dibangun irigrasi, karana permukaannya tidak rata. Saat musim panas lahan tegelan akan sulit untuk ditanami tanaman pasalnya tanahnya kering.

Jenis Tanaman Hidroponik

Pada umumnya, tanaman yang bisa menghasilkan hasil yang bagus dengan teknik budidaya hidroponik adalah tanaman sayur daun. Berikut ini beberapa contoh tanaman sayur daun

1. Sawi Hijau

Tanaman sawi merupakan salah satu tanaman kebutuhan pasar yang selalu meningkat, oleh karena itu banyak petani yang berfikir secara cerdas cara menanam sawi dalam jumlah banyak tetapi tidak membutuhkan lahan yang luas.

Timbullah cara menanam dengan metode hodroponik, jenis sawi yang tepat ditanam dengan metode hidroponik adalah sawi hijau.

2. Slada Hijau

Tanaman yang ini bisa ditanam pada daerah beriklim sedang maupun tropis, karena masalah jumlah produksi yang kurang banyak petani beralih menanam slada hijau menggunakan teknik hodrponik.

3. Buncis

Tanaman yang satu ini banyak mengandung gizi yang sangat luar biasa meliputi protein nabati, vit A, vit B, dan vit C. Tanaman yang satu ini cukup mudah untuk dibudidayakan oleh karena itu penanaman dapat dilakukan dengan metode hidroponik.

4. Pare

Tanaman selanjutnya adalah pare, tanaman ini tumbuh merambat serta buahnya berwarna hijau kandungan vitaminnya sangat banyak diantaranya vit A, vit C, fosfor, dan zat besi. Oleh karena itu banyak petani yang melakukan budidaya menggunakan teknik hidroponik.

5. Bayam

Bayam adalah salah satu sayuran hijau yang sering sekali kita jumpai di berbagai tempat di Indonesia khususnya di setiap warung makan. Tanaman ini mempunyai kandungan gizi yang sangat luar biasa, tidak hanya vitamin akan tetapi bayam juga mengandung magnesium, kalsium, folat, protein, dan serat.

Sekian artikel tentang peluang usaha pertanian di desa yang bisa saya berikan semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.