Resep Bubur Merah Putih khas Jawa & Tips Trik Beserta Penjelasanya

resep bubur merah putih

Baiklah teman teman pada artikel kali ini saya akan memberikan resep bubur merah putih  dan

Indonesia memiliki beragam budaya dan adat istiadat di masing masing daerah kepulauan. Kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia harus tetap lestari dan terjaga.

Dari berbagai macam rumah adat, pakaian, makanan khas, bahasa dan perilaku sangatlah membanggakan bila kita tahu sejarahnya dan bisa tetap melestarikan hal tersebut.

Bahkan ada makanan tradisional khas yang masih bayak di jual di pasar pasar tradisonal. Jika anda ingin mengetahui cara membuat jajanan pasar yang menarik berserta penjelasanya anda bisa langsung bisa langsung klik saja.

Sebagai bangsa Indonesia kita harus bisa meneruskan budaya budaya luhur zaman dahulu tetapi tetap sejalan pada konteks pancasila sebagai dasar Indonesia sesuai era sekarang ini.

Resep Bubur Merah Putih Khas Jawa

resep bubur merah putih

Bubur merah putih ini biasanya disajikan untuk penghormatan juga harapan seorang yang memiliki hajat agar mendapat restu dan keselamatan saat menggelar syukuran kelahiran.

Setelah dibacakan doa, bubur merah putih ini dibagikan pada tetangga dekat, agar harapannya para tetangga juga bisa ikut merasakan kebahagiaan.

Ikut mendoakan untuk kesehatan bagi yang bersangkutan. Tak lupa, secarik kertas berisi nama sang bayi pun tak lupa dilampirkan.

Dalam suatu perayaan pastilah ada harapan yang diinginkan. Maka lewat bubur merah putih  sebuah harapan pun dicantumkan.

Filosofi bubur merah putih ini adalah kedua bubur ini melambangkan keberanian dan kesucian; Merah (simbol dari keberanian) dan putih (simbol dari kesucian).

Pada moment pemberian nama, kedua bubur ini merupakan simbol dari harapan keluarga, agar kelak si jabang bayi memiliki sifat berani serta selalu bertindak dan berada di jalan yang benar (suci).

langsung saja kita ke resep bubur merah putih

bahan bahan :

  • 1/2kg beras putih
  • 250 liter santan kental
  • 2 buah gula aren ukuran sedang
  • 3 lembar daun pandan
  • 2 liter air
  • Garam secukupnya

Cara Membuat Kuah :

  • Rebus gula aren atau gula jawa dengan air secukupnya (api kompor sedang jangan terlalu besar) hingga mencair. Tambahkan selembar daun pandan.

resep Bubur merah putih

  1. Cuci beras dengan air bersih. Rendam sekitar dua jam.
  2. Bagi dua beras tersebut masing-masing 250gram.
  3. Untuk bubur berwarna putih masukkan 250 gram beras ke dalam panci, tambahka santan, garam setengah sendok teh dan 1 liter air secara perlahan. Masak di atas kompor dengan api sedang.
  4. Masukkan selembar daun pandan.
  5. Aduk berulangkali hingga menjadi bubur lalu angkat.
  6. Untuk bubur merah masukkan 250 gram beras ke dalam panci, tambahkan santan, setengah sendok teh garam, gula jawa yang telah dicairkan, dan satu liter air secara perlahan. Masak dengan api sedang.
  7. Tambahkan selembar daun pandan.
  8. Aduk berulangkali hingga menjadi bubur.
  9. Sajikan kedua bubur tersebut dalam satu mangkok.

Tips & Trik Resep Bubur Merah Putih Yang Lembut

tips dan trik bubur merah putih yang lembut

Rasa gurih berasal dari santan kelapa, sedangkan rasa manis berasal dari gula merah. Rasanya yang nikmat bisa anda sajikan sebagai menu sarapan atau menu camilan sore untuk keluarga.

Cara membuat bubur merah putih sangat mudah dan sederhana. Namun kalian perlu ketahui tips dan trik untuk mendapatkan tekstur bubur merah putih yang halus dan lembut. Ingin tahu bagaimana caranya..? Berikut ini tips dan triknya.

  1. Pilihlah beras berwarna putih dengan bulir yang bagus dan tidak pecah-pecah.
  2. Cuci beras dengan tangan hingga bersih dan sebaiknya rendam beras dalam air minimal 2-3 jam terlebih dahulu sebelum dimasak. Cara ini membantu agar beras lebih cepat lunak dan matang.
  3. Untuk memasak bubur merah putih, sebaiknya beri lebih banyak cairan karena bubur yang dimasak akan menyerap kelebihan cairan. Gunakan perbandingan 1:5 untuk beras dan air, yakni 1 liter beras dgn 5 liter air.
  4. Tambahkan santan yang encer untuk menciptakan rasa gurih pada bubur merah putih
  5. Agar bubur merah putih wangi, jangan lupa untuk memasukkan daun pandan
  6. Masak bubur dengan api sedang agar cairan tidak mudah cepat menyusut dan terserap dengan baik ke dalam beras.
  7. Rutinlah mengaduk bubur setiap 5-10 menit sekali. Pengadukan secara teratur dan perlahan adalah trik untuk mendapatkan bubur merah putih yang lembut, karena membantu mempercepat pemecahan bulir beras dan meningkatkan penyerapan air dan santan
  8. Aduk secara merata. Gunakan sendok kayu untuk mengaduk dan mengambil sisa beras yang menempel di dasar panci, agar tekstur bubur lembut merata dan tidak menimbulkan kerak.
  9. Jika muncul suara meletup dari bubur, tambahkan kembali air panas untuk menjaga bubur tetap cair dan tidak terlalu padat.
  10. Perhatikan waktu memasak dengan baik, sebab hal ini sangat penting untuk mendapatkan tekstur bubur yang Ibu inginkan. Jika dirasa sudah cukup lembut, setelah bubur mendidih dinginkan bubur hingga 30 menit agar terasa lebih lembut.

Manfaat Bahan Bahan Resep Bubur Merah Putih

Manfaat Bahan Bahan Resep Bubur Merah Putih

1.beras putih

Manfaat bahan bahan resep bubur merah putih bagi masyarakat Indonesia beras adalah salah satu kebutuhan utama pangan. Namun ternyata dibalik itu, beras putih juga sangat bermanfaat untuk kecantikan kulit.

Beras yang memiliki bahasa keren oryza sativa mengandung sebuah  senyawa gamma oryzanol yang merupakan antioksidan kuat, berfungsi mengatur produksi kolagen dan menangkal radiasi ultraviolet.

Selain untuk dikonsumsi beras putih juga dimanfaatkan untuk merawat kecantikan kulit wajah dan tubuh sehingga banyak sekali yang gunakan beras putih sebagai bahan pembuatan masker atau lulur.

Dengan mengonsumsi dan menggunakan beras putih untuk perawaatan kulit ada banyak manfaat yang bisa  di dapatkan.

2.santan

Salah satu manfaat santan yang bisa kita dapat adalah kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Kandungan vitamin C yang  bisa membantu dan menjaga daya tahan tubuh dari penyakit.

Asam laurat, antimikroba, dan asam kaprat yang terdapat didalam santan berfungsi sebagai antibakteri, antifungi, dan antivirus.

Berbagai kandungan tersebut juga mampu  menjaga sistem kekebalan dalam tubuh dari serangan berbagai bakteri dan virus berbahaya, seperti influenza hingga herpes.

3.gula aren

Dari segi kesehatan, gula aren memiliki sangat  banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Manfaatnya yang utama ialah gula aren yang mampu mencegah terjadinya anemia pada tubuh kita.

Hal ini disebabkan oleh kandungan zat besi yang terdapat  pada gula aren cukup tinggi sehingga dapat mencegah kekurangan darah atau anemia.

Salah satumanfaat lainya dari gula aren, yaitu kandungan niacin merupakan salah satu kandungan yang mampu menjaga kadar kolesterol tubuh akan tetap terjaga.

Hal ini berarti kondisi kadar kolesterol tubuh yang tinggi akan segera normal kembali dengan mengkonsumsi gula aren.

Kadar koleterol yang terlalu tinggi akan sangat berakibat buruk bagi kesehatan tubuh anda. Berikut ini beberapa kemungkinan buruk yang akan terjadi apabila kadar kolestrol dalam tubuh tidak terjaga dengan baik

4.daun pandan

Manfaat daun pandan yang pertama adalah kemampuannya menurunkan kadar gula darah. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ekstrak daun pandan mampu menurunkan kadar gula darah postprandial.

Tak hanya itu, ekstrak daun pandan bisa  meningkatkan produksi insulin pada sel pankreas. Hal ini tentu akan mencegah datangnya diabetes.

Menurut sebuah penelitian di Thailand yang diterbitkan oleh Pharmacognosy Magazine, teh/ekstrak pandan membantu seseorang menurunkan kadar gula dalam darahnya.

Hal ini telah terbukti bahwa glukosa plasma dari orang yang diteliti telah menurun secara signifikan selama periode penelitian.

Sejarah Bubur Merah Putih

Sejarah Bubur Merah Putih

Bubur ini, umumnya, dihidangkan bersamaan dalam sebuah piring kecil yang porsinya dibagi dua, yakni setengah untuk bubur merah,Setelah tadi saya membahas tentang resep bubur merah putih dan tips & trik resep bubur merah putih yang lembut  sekarang saya akan menjelaskan tentan sejarah bubur merah putih

Di sebuah desa di Tasikmalaya, pada pagi hari setiap tanggal 10 Muharam hampir setiap rumah memasak bubur merah dan putih yang disimpan terpisah.

Bubur itu kemudian dikenal dengan bubur suro. Selanjutnya makanan itu dibawa ke masjid untuk dibagikan masyarakat yang datang ke masjid tersebut.

Di Cimahi kabupaten Bandung, masyarakat desa menyuguhkan hidangan berupa bubur beureum (bubur merah) dan bubur bodas (bubur putih).

Kebiasaan atau adat-adat ini dikenal oleh masyarakat Sunda Priangan sebagai tradisi ngabubur beureum jeung ngabubur bodas.

1 peringatan 1 muharam

Dua peristiwa besar pada bulan Muharam yang sering diperingati kaum Muslimin yaitu pertama, peringatan tahun baru Hijriah yang jatuh pada n tanggal 1 Muharam dan kedua, peringatan tragedi terbunuhnya Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib, seorang cucu Nabi Muhammad saw.,

di Padang Karbala pada tanggal 10 Muharam. Dari keduanya, peringatan tragedi Karbala memiliki sebuah dimensi tersendiri meskipun lebih sedikit kaum Muslimin yang mau memperingatinya.

Begitu membekasnya peristiwa itu, sehingga menumbuhkan sebuah tradisi di tengah tengah  masyarakat sebagai bentuk penghormatan atas syahidnya Imam Husein.

Sebuah perang yang tidak seimbang terjadi. Imam Husein dengan sekira 70 pengikutnya berhadapan dengan sekira 30.000 tentara Yazid yang dikomandani Ubadilillah bin Ziyad.

Puncaknya, Imam Husein syahid dan kepalanya dipenggal lalu diarak ke istana Yazid bin Muawiyah.

Banyak penduduk Irak meratapinya, karena mereka tahu persis siapa lelaki yang disebut Rasulullah sebagai pemuka para penghuni surga itu. Peristiwa terbunuhnya Imam Husein terjadi pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah.

Tanggal tersebut dikenal dengan nama Hari Asyura. Lidah Jawa melafalkannya menjadi Suro.Menjadi ritual wajib tahunan yang tidak bisa ditinggalkan.

Mereka mengadakan semacam teater massal di tempat terbuka. Lalu kisah penderitaan Husein dibacakan, semua orang menangis.

Kemudian mereka berarak, sambil meneriakkan kalimat, “Setiap hari adalah Asyura, setiap tempat adalah Karbala.”

DI Indonesia, peringatan Asyura memang tidak seheboh di Irak atau Iran. Tapi bukan tidak ada sama sekali.

Sejak dulu peringatan ini dilangsungkan, dan pada umumnya dengan suasana yang sederhana.

Kebanyakan dari mereka tidak tahu persis seperti apa tragedi itu terjadi dan apa motif di belakangnya. Hanya kesadaran tradisilah yang memandu mereka untuk tetap menyelenggarakan peringatan Asyura.

Filsafat Sepiring Bubur Merah dan Bubur Putih

filsafat Bubur Merah Putih

Filosofi bubur merah putih menurut masyarakat bandung adalah kedua bubur ini melambangkan keberanian dan kesucian; Merah (simbol dari keberanian) dan putih (simbol dari kesucian).

Pada moment pemberian nama, kedua bubur ini merupakan simbol dari harapan keluarga, agar kelak si jabang bayi memiliki kesimbangan atara sifat berani dan kesucian (pemihakan pada kebenaran).

Sedangkan pada moment 10 Muharram atau Sur0, kedua jenis bubur ini dihadirkan untuk bentuk napak tilas terhadap peristiwa Syuhada-nya Sayyidina Husein (cucu Nabi Muhammad) di Padang Karbala oleh pasukan Yazid.

Bubur ini menyimbolkan keberanian dan darah syihada dari Sayyidina Husein dan pasukannya yang melakukan puputan (perang terakhir, sekalipun dengan kekuatan tak berimbang).

Pada tahun 70-an, di beberapa tempat di Jawa Barat kegiatan  setengah lagi untuk bubur putih. Bubur merah terbuat dari beras ketan yang diberi gula merah

Selanjutnya pada moment pendirian rumah, kedua bubur ini sering disandingkan dengan bendera merah putih serta makanan lainnya.

Maksud dari si empunya rumah adalah untuk berbagi dengan tetangga sebagai ekspresi dari rasa syukur dikarunia oleh Allah berupa kemampuan mendirikan rumah.

Kedua bubur ini pun, menurut sebagian kalangan tua, menyimbolkan pendidikan terhadap tanah air [merah: tanah; air:putih], terutama dalam konteks perlawanan [diam] terhadap kolonial Belanda dan Jepang.

Ketika kain untuk bendera merah putih masih terbatas, maka bubur merah dan putih dijadikan media penyimbolan bagi lambang negara Indonesia.

Filosofi bubur merah putih menurut tradisi turun menurun simbah di Kudus adalah dimana putih artinya asal kehidupan yakni sebelum manusia lahir.

Kemudian merah yaitu dunia atau bumi tempat manusia lahir. Dierbagai daerah di Indonesia melahirkan beragam kuliner yang menarik dan tentunya sangat lezat untuk dinikmati. Tetapi terdapat beberapa kuliner yang khusus dimasak pada hari hari tertentu.

Sepiring bubur merah dan bubur putih Jawa memberikan suatu inspirasi bagaimanakah pemikiran realita dan nilai budaya masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa. Apa yang terkandung dalam sepiring bubur merah putih tersebut.

Nilai  Budaya Bubur Merah Putih

nilai budaya bubur merah putih

Terdapat pemaknaan simbolik terhadap keberadaan kedua jenis bubur ini, terutama ketika dihubungkan dengan moment-moment penyajiannya.

Pada ketiga momen tersebut(Bandung), penggunaan kedua jenis bubur ini, pada saatnya, tidak dapat dilepaskan dari fungsinya sebagai media pendidikan penanaman kesadaran nilai yang digunakan masyarakat Sunda.

Makanan tradisional  ini dibuat untuk bentuk rasa syukur seseorang tersebut terlahir dan hidup di dunia. Setelah dibacakan doa doa bubur tersebut dibagikan pada tetangga dekat

Kini fungsi ini diambil alih dengan media lain, yang belum tentu memiliki efektivitas yang sama. Tradisi ini kini sudah mulai memudar di kalangan pemakainya.

Terdapat banyak nilai budaya pendidikan yang terkandung dalam sepiring bubur merah putih tersebut :

Sebagai ritual wajib tahunan peringatan Asyura : Nilai religius

Bubur putih menyimbolkan kesucian atau kebenaran yang dibela Sayyidina Husein : Nilai Jujur

Seperti pada moment pendirian rumah masyarakat bandung : Nilai semangat kebangsan

Ketika kain untuk bendera merah putih masih terbatas, maka bubur merah dan putih dijadikan media penyimbolan bagi lambang negara Indonesia : Nilai cinta tanah air

Membagikan bubur untuk masyarakat secara ikhlas tanpa membeda bedakan untuk tetangga sekitar : Nilai toleransi cinta damai dan bersahabat

Menjadikan sebuah makanan sebagai simbol peringatan Suro : Nilai kreatif

Itulah beberapa nilai budaya yang terkandung dalam sepiring bubur merah putih

Lestarikanlah budaya budaya Indonesia dengan belajar mengetahui asal usulnya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan

itu tadi ulasan tentang resep bubur merah putih khas jawa. Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin mengetahui tentang bagaimana resep bubur merah putih dan bagi anda yang ingin tahu tradisi jawa

sekian terimakasih 🙂