Proses Pembuatan Kompos Organik Rumahan

Hallo! kali ini saya akan membahas tentang
proses pembuatan kompos organik rumahan. Pupuk kompos adalah pupuk yang dibuat melalui hasil pengomposan yang dibantu mikroorganisme pengurai.

Bahan baku utama dalam pembuatan pupuk kompos bermacam-macam. Mulai dari sampah organik, kotoran hewan ternak, kotoran hewan peliharaan, hingga limbah rumah tangga. Pembuatan kompos organik terbilang mudah, namun anda perlu memperhatikan beberapa hal.

Proses Pembuatan Kompos Organik

Sebaik proses pengomposan dilakukan di tempat yang Tepat. Pembuatan kompos organik tidak memerlukan tempat khusus, tempat seperti gudang atau gubuk pun bisa kita gunakan sebagai tempat pengomposan

Namun, pelu diperhatikan, tempat proses pengomposan harus terhindar dari sinar matahari langsung dan guyuran hujan. Jika anda memilih tempat yang tidak beratap, anda bisa menggunakan tong atau ember yang dilengkapi dengan penutup.

Proses pengomposan memerlukan sirkulasi udara yang cukup. Wadah yang digunakan dalam pengomposan harus memiliki lubang sirkulasi. Bagian bawah wadah yang digunakan dalam pengomposan diberi alas jaring plastik yang diisi sekam padi atau sabut kelapa.

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Ember, drum, bok kayu sebagai wadah pengomposan
  • plastik atau terpal untuk menutupi bahan kompos
  • Sekop atau cangkul
  • sarung tangan
  • alat pencacah

Bahan-bahan yang Digunakan

  • Sampah organik, bisa berupa sisa sayuran, buah, dan lainnya.
  • bekatul atau dedak
  • Sekam padi
  • Sabut kelapa
  • Aktivator em4
    air

Langkah-langkah Pembuatan Kompos Organik

proses pembuatan kompos organik

  1. Semua bahan yang akan digunakan dalam pengomposan dicacah hingga berukuran kecil. Pencacahan bahan ini harus sekecil mungkin agar bisa mempersingkat waktu penguraiannya. Jika anda mengalami kesulitan dalam mencacah sampah organik ada bisa menggunakan Mesin Pencacah Kompos.
  2. Bahan yang telah dicacah hingga kecil, dimasukkan ke dalam wadah dan ditambah bekatul atau dedak. Jangan lupa untuk mengaduknya hingga rata.
  3. Selanjutnya, tambahkan juga mikroorganisme pemicu penguraian bahan organik (mikroorganisme aktivator) disini saya menggunakan em4. Mikroorganisme aktivator bisa mempercepat proses penguraian sampah menjadi kompos organik. Penggunaan mikroorganisme ini juga akan meningkatkan kualitas kompos organik yang kita buat. Mikroorganisme aktivator bisa dibeli di toko alat pertanian terdekat. Terdapat beberapa macam produk yang dapat anda gunakan, seperti EM4, stardec, starbio, probiotan, green phoskko dan merek lainya.
  4. Pembuatan kompos organik harus benar-benar matang. Kompos yang masih mentah malah akan merusak tanaman ketika digunakan. Mikroorganisme pengurai bisa membusukkan akar tanaman karena tidak mamapu membedakan antara bahan kompos dengan tanaman yang masih berkembang.
  5. Kompos organik siap digunakan setelah melalui proses pengomposan selama 7-14 hari. Apabila anda menggunakan bahan yang mengandung minyak (seperti minyak kayu putih, nilam, cengkih, ampas kelapa, atau ampas tahu), proses pengomposan akan berlangsung lebih lama untuk diuraikan yakni berkisar 14-29 hari. Selama proses pengomposan ini, bahan kompos harus selalu diaduk secara rutin minimal 48 jam sekali.
  6. Kematangan kompos organik bisa dilihat dari strukturnya. Kompos yang telah matang memiliki struktur yang remah dan tidak berair. Warnanya seperti tanah, tidak beraroma busuk, dan suhunya tidak panas.

Jika anda ingin menyimpan kompos organik yang telah jadi, anda bisa mengemasnya dalam karung bersih dan menyimpannya di tempat yang teduh.

Anda juga bisa belajar lebih banyak mengenai kompos organik salah satunya dengan membaca artikel Proses Pembuatan Kompos dari Sampah Organik yang Simpel dan Praktis.

Sekian dulu pembahasan saya mengenai proses pembuatan kompos organik rumahan. Semoga bisa bermanfaat bagi anda.
Selamat mencoba!