Apakah anda menyukai lobster? Lalu Pernahkah anda berfikir tentang bagaimana cara budidaya lobster air tawar? Jika iya, artikel ini insyaallah bisa membantumu.
Lobster air tawar adalah salah satu crustacea yang bentuk tubuhnya mirip dengan lobster namun hidupnya berada di air tawar.
Lobster ini memiliki ketahanan hidup yang lebih tinggi ketimbang lobster lainnya.
Bayangkan saja, lobster ini mampu bertahan hidup diberbagai tempat asalkan tempat tersebut ada air yang mengalir serta tempat untuk berlindung ia berlindung.
Dirinya juga bisa bertahan hidup hingga 8 jam pada keadaan tanpa air.
Selain memiliki ketahanan hidup yang sangat baik dan cita rasa udang ini yang sangat lezat, kandungan gizi udang ini juga sangat banyak.
Inilah alasan banyak orang untuk membudidayakannya.
Apalagi harga jual dari lobster air tawar ini juga terbilang cukup tinggi tergantung bobot dan besarnya lobster tersebut.
Jika Anda adalah salah satu pecinta lobster, daripada anda harus membelinya dan harus merogoh kocek lebih dalam, ada baiknya anda mencoba membudidayakannya sendiri.
Selain anda bisa menikmati lobster dengan gratis, Anda juga bisa mendapat untung atau peluang usaha dari budidaya lobster air tawar tersebut.
Tahap dan Cara Budidaya Lobster Air Tawar
Cara budidaya lobster air tawar dibagi menjadi beberapa tahap yakni pemilihan bibit lobster, pemanenan benih, persiapan, pembesaran dan pemanenan lobster.
Lebih lengkapnya kami uraikan satu persatu dibawah ini:
1. Pemilihan Bibit
Bibit merupakan salah satu hal yang penting bagi seorang pembudidaya.
Memilih bibit yang unggul akan menghasilkan indukan yang unggul juga yakni indukan yang sehat dan produktif.
Lalu, bagaimana cara memilih bibit unggul lobster?
Ketahui Perbedaan Lobster Jantan Dan Betina
Sebelum anda memilih bibit yang unggul, pertama kali yang harus diketahui oleh seorang pembudidaya lobster adalah jenis kelamin dari lobster yang dimilikinya.
Untuk, membedakan lobster jantan dan betina bukan hal yang mudah.
karena lobster memiliki ukuran yang kecil dengan bentuk yang hampir sama, meskipun begitu ada perbedaan yang paling mendasar. Dimana perbedaannya?
Lobster jantan dan betina bisa dibedakan dengan cara melihat warna capitnya, Lobster jantan memiliki capit berwarna merah yang luas dan menyala.
Sedangkan lobster betina memilili capit berwarna hitam dengan merah yang lebih sedikit dibanding lobster jantan.
Lobster betina juga memiliki ukuran badan yang lebih besar dari kepalanya dan sebaliknya untuk lobster jantan, lobster jantan memiliki kepala yang lebih besar ketimbang tubuhya.
Lobster berjenis kelamin betina memiliki lubang kecil yang terletak pada tangkai kaki yang kedua/ketiga.
Sedangkan lobster jantan memiliki selang kecil yang terletak pada kaki yang kelima.
Jangan Pilih Indukan Yang Inbreeding Atau Sedarah
Setelah anda mengetahui jenis kelamin indukan, langkah selanjutnya yakni memilih indukan lobster yang tidak sedarah.
Indukan sedarah dapat menyebabkan bibit dari lobster tersebut mengalami hermaphrodite atau berkelamin ganda.
Pilih Tampilan Lobster Yang Menawan
Ketika anda akan memilih indukan lobster, pilihlah indukan yang bergerak dengan lincah, memiliki warna kulit yang cerah, dan berusia minimal 6 bulan.
Apabila lebih tua usianya dan semakin besar fisiknya, maka akan semakin bagus pula untuk dijadikan sebagai indukan.
Secara umum, indukan lobster bisa bertahan sampai kurang lebih usianya hingga 3-4 tahun dengan besar sekitar 20-25 cm.
2. Pemanenan Benih Lobster Air Tawar
Benih lobster yang sudah siap dipanen umumnya berukuran kurang lebih3-5 cm atau ketika usianya mencapai 2 bulan. Benih ini kemudian bisa diternakkan atau bisa juga dijual di masyarakat untuk diternakkan.
3. Persiapan Pembesaran Lobster Air Tawar
Lobster air tawar bisa dibesarkan menggunakan 2 cara, yakni di aquarium dan di kolam terbuka.
Sebelum anda memasukkan benih, sebelumnya pastikan dulu kolam atau aquarium yang anda gunakan sebagai media terbebas atau tidak terkontaminasi zat kimia yang beracun.
Karena zat kimia beracun yang mengontaminasi bisa membuat pertumbuhan lobster menjadi terganggu dan bahkan bisa menyebabkan kematian
Lingkungan yang baik untuk tumbuh dan berkembangnya lobster air tawar yakni pH air 7-8, oksigen 4 ppm, dan suhu air sekitar 25-29 derajat celcius, Selain itu pastikan juga tidak ada kebocoran.
Berikut adalah beberapa hal yang harus memperhatikan ketika mempersiapkan pembesaran lobster air tawar :
Pembesaran Pada Kolam Tanah/Semen Dan Terpal
Langkah pertama yang perlu anda lakukan untuk memulai pembesaran dengan media kolam tanah adalah dengan mengisi kolam dengan air kurang lebih selama 7hari sebelum bibit dilepaskan kedalamnya.
Untuk membesarkan lobster dengan skala besar, disarankan anda untuk memilih bibit yang berukuran 1 inchi – 2 inchi.
Bibit dengan ukuran tersebut mampu menghasilkan lobster yang berukuran kurang lebih sekitar 10-12 ekor/kilogramnya.
Jangan lupa untuk memasang aerator atau kincir angin untuk membuat gelembung udara yang bertujuan agar sirkulasi oksigen bisa lancar dan lobster bisa tumbuh dengan baik.
Pembesaran Pada Aquarium
Ukuran yang biasa digunakan untuk aquarium ini kuranag lebih 100x50x30.
Aquarium dengan ukuran tersebut bisa menampung hingga 3 lobster, 1 jantan dengan 2 betina.
Tak ketinggalan, aerator dan pompa filter juga harus disiapkan.
Pengisian air didalam aquarium juga harus diperhatikan. Paling tidak setinggi 15cm apabila diukur dari dasar aquarium.
4. Pembesaran Lobster Air Tawar
lobster coklat air tawar
1. Menebar Benih
Tebar benih dengan kisaran yang sama, apabila ukuran benihnya berbeda tidak lebih dari 10 gram, benih bisa dicampur. Baiknya dalam 1 meter persegi ada sekitar 5-10 ekor lobster.
2. Pemberian Pakan
Pemberian pakan dilakukan secara berkala, sehari dua kali yaitu pada pagi hari dan menjelang sore hari.
Untuk pakannya bisa menggunakan kombinasi antara pakan pelet dan pakan yang berupa nutrisi.
Hal ini bertujuan agar budidaya lobster bisa lebih hemat namun kualitasnya juga tetap terjaga.
Nutrisi yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk pakan lobster antara lain ketela pohon parut, jagung basah parut, atau sayuran yang lainnya.
Nah, bila Anda menggunakan media kolam tanah untuk budidaya lobster, nutrisi bisa didapat dari tumbuh-tumbuhan atau plankton yang ada dalam kolam tersebut.
Cara pemberian nutrisi ini terbilang cukup efektif dalam menekan biaya pakan.
Sebagaimana kita ketahui, pelet memiliki harga yang terbilang cukup tinggi.
Apabila menggunakannya tanpa mengombinasikan dengan alternatif pakan yang lain jelas akan mencekik para peternak lobster.
Khusus untuk bibit anakan atau lobster yang baru saja menetas, hindari pemberian pakan yang didalamnya terkandung nutrisi, seperti umbi-umbian atau sayuran.
Alangkah lebih baik anakan lobster diberi pakan cacing beku atau cacing sutera.
Pemberian pakan kepada anakan lobster sama dengan lobster dewasa yaitu 2x sehari dengan takaran 25% ketika pagi dan 75% saat menjelang malam.
Persentase porsi makanan juga disesuaikan dengan berat anakan lobster tersebut, Setidaknya 3% dari berat badan lobster tersebut.
Ketika anda memberi pakan, pastikan pakan yang anda berikan jatuh kedasar kolam, karena pada umumnya lobster memakan makanan yang berada di dasar kolam.
3. Pengendalian Hama
Cangkang lobster mampu menghindarkan dirinya dari serangan hama.
Namun, bukan berarti anda lengah lalu anda tidak memperhatikannya.
Tetaplah waspada akan serangan hama yang bisa saja tiba-tiba terjadi, khususnya ketika mendekati musim panen.
5. Pemanenan Lobster
Cara budidaya lobster air tawar yang terakhir yakni pemanenan. Lobster sudah bisa dikonsumsi ketika usianya berkisar kurang lebih 6-8 bulan atau ketika beratnya sudah mencapai 10 hingga 12 ekor perkilogramnya.
Ukuran ini merupakan ukuran standar(umum), namun ingat, semakin besar lobster maka semakin mahal pula harga lobster tersebut.
E. Cara Perawatan Pada Budidaya Lobster Air Tawar
Untuk merawat lobster air tawar bukanlah hal yang sulit, namun dibutuhkan kesabaran yang ekstra.
Apalagi lobster baru bisa dipanen ketika usianya sudah mencapai 6-8 bulan.
Nah, diwaktu-waktu itulah perawatan lobster tak boleh ketingggalan.
Beberapa perawatan yang harus dilakukan antara lain:
- Memberikan makan lobster yang teratur yakni 2 kali dalam sehari, setiap pagi dan menjelang sore hari.
- Membersihkan filter dari kotoran atau sisa makanan lobster yang telah mengendap di dasar kolam.
- Menjaga aerator/gelembung udara agar bekerja dengan baik.
- Mengganti air kolam dengan tidak menguras seluruh isi kolam dengan cara menyisakan sekitar ¼ bagian.
Hal ini bertujuan agar lobster tidak kaget akan perubahan suasana didalam kolam.
Bila hal ini terjadi, lobster tersebut akan lebih cepat berganti kulit dan bisa menjadi sasaran dari lobster yang lebih besar darinya.




