Daerah Penghasil Komoditas Pertanian Dan Perkebunan di Indonesia

Daerah Penghasil Komoditas Pertanian Dan Perkebunan – Indonesia adalah negara agraris dan sebagian besar mata pencaharian masyarakat indonesia sebagai petani. Banyak komoditas pertanian seperti padi, sorgum, jagung, ubi jalar dan lain – lain.

Indonesia sendiri juga merupakan salah satu negara yang terkenal akan penghasil berbagai komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, cengkih, tebu, teh, tembakau, kopi, kelapa, pala, vanili, karet, lada, dan cokelat.

Komoditas pertanian berbeda dengan perkebunan. Adapun daerah penghasil komoditas pertanian dan perkebunan di Indonesia sebagai berikut.

Apa Itu Pertanian?

Berasal dari campuran bahasa latin yang berarti pertanian lapangan dan cultura yang berarti budaya, pertanian merujuk pada produksi makanan dan barang melalui pertanian dan kehutanan.

Yang dimaksud dengan pertanian yaitu suatu kegiatan manusia dalam memanfaatkan sumber daya hayati untuk dapat menghasilkan bahan pangan, sumber energi, bahan baku industri dan untuk mengelola lingkungannya. Seperti itulah arti dari pertanian secara umum.

Arti pertanian secara luas adalah pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan oleh manusia dengan cara menanam tanaman produktif yang dapat menghasilkan dan dipergunakan untuk kehidupan.

Pertanian dikenal sebagai aspek kunci yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan peradaban seperti ini akhirnya mengarah pada penciptaan jaringan suplai makanan yang demikian dimanfaatkan dengan tujuan memberi makan populasi.

Seluruh kegiatan yang mencakup pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan yang hasilnya dapat digunakan untuk kehidupan manusia.

Sedangkan arti pertanian secara sempit yaitu proses budidaya tanaman pada suatu lahan yang hasilnya bisa mencukupi kebutuhan manusia.

Aktivitas pertanian yang ada di Indonesia terbagi menjadi dua macam diantaranya pertanian lahan basah dan kering.

Daerah Penghasil Komoditas Pertanian

Daerah Penghasil Komoditas Pertanian Dan Perkebunan

Daerah penghasil komoditas pertanian dan perkebunan yang pertama adalah pertanian.

Perbedaan pertanian dan perkebunan juga berbeda di hasil pertanian, pasalnya kebanyakan tanaman pertanian menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Berikut ini merupakan sebagian hasil  pertanian Indonesia yang bisa untuk dijadikan menjadi bisnis usaha.

Avokad

Avokad (Persea Americana) merupakan jenis buah-buahan yang mempunyai berjuta khasiat dan manfaat bagi manusia.

Kandungan gizi yang terkandung dalam avokad yakni 95 mg fosfor, 23 mg kalsium, 1,4 mg zat besi, 1,3 mg potasium, 9 mg sodium, 8,6 mg niacin, 660 I.U. vitamin A, 82 mg vitamin C.

Daerah penghasil avokad terbesar di Indonesia berada di daerah Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat.

Bawang merah dan bawang putih

Hasil pertanian Indonesia yang lain adalah bawang. Bawang dibagi menjadi dua yaitu bawang merah dan bawang putih.

Bawang putih adalah salah satu tumbuhan sayuran yang menjadi menu pokok hampir pada seluruh jenis kuliner dengan fungsi sebagai penyedap masakan dan memberikan serat bagi tubuh manusia.

Tempat penghasil bawang banyak terdapat di daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Beras atau Gabah

Beras berasal dari tanaman padi yang sudah diproses. Padi sendiri adalah makanan utama bagi masyarakat Indonesia, jadi tanaman ini mempunyai andil yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat Indoensia.

Penghasil beras terbesar hampir merata di semua kawasan Nusantara, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Durian atau Duren

Durian (Bombaceae sp.) ialah tumbuhan buah berupa pohon. Sebutan durian adalah duren,  diduga bermula dari budaya Melayu yakni dari kata duri yang diberi akhiran sehingga menjadi duren.

Kata ini khususnya digunakan untuk menyebut buah yang kulitnya lancip menyerupai duri. Tanaman durian berasal dari hutan Kalimantan, Malaysia, dan Sumatra yang menjadi tanaman liar.

Penyebaran duren juga tersebar ke arah barat yaitu ke Birma, Thailand, India dan Pakistan. Buah duren telah diketahui di Asia Tenggara sejak abad 7 masehi.

Kedelai

Kedelai (Glycine Max) sudah ada sejak 1500 tahun sebelum masehi dan diprediksi baru masuk Indonesia, terutama di pulau Jawa sekitar tahun 1750.

Tanaman ini bermanfaat sebagai zat pembangun untuk tubuh, mengurangi gejala menopouse, mencegah atherosclerosis, mencegah osteoporosis, mencegah osteoporosis, mengurangi gejala menopouse, mencegah atherosclerosis, mencegah kanker, meringankan diabetes.

Selain banyak dibudidayakan di Jawa, Bali, dan Lombok, kedelai juga terdapat di daerah  Aceh, Jambi, Papua, dan Kalimantan Barat.

Apa Itu Perkebunan

Berasal dari campuran bahasa latin hortus yang berarti taman dan cultura yang berarti budidaya, Perkebunan mengacu pada industri dan ilmu budidaya tanaman.

Perkebunan dilakukan dengan cara metodis dalam skala tertutup petak kecil menggunakan teknik khusus seperti budidaya tanaman, pemuliaan tanaman, produksi tanaman, fisiologi tanaman serta biokimia dan rekayasa genetika.

Penelitian dan pekerjaan dilakukan mengenai daerah-daerah dan juga dalam mengobati penyakit pada tanaman, hama dan juga, metode meningkatkan kualitas tanaman, dan lain – lain.

Perkebunan terutama berhubungan dengan buah-buahan, berry, kacang-kacangan, sayuran, bunga, pohon, semak, dan rumput dan mempromosikan suksesi ekologi dan keanekaragaman hayati juga.

Daerah Komoditas Penghasil Perkebunan

Daerah Penghasil Komoditas Pertanian Dan Perkebunan

Daerah penghasil komoditas pertanian dan perkebunan yang kedua adalah perkebunan.

Perbedaan pertanian dan perkebunan terlihat jelas dari jenis tanamannya. Tanaman perkebunan tidak menjadi makanan pokok masyarakat indonesia, tetapi diproses lagi menjadi olahan pabrik yang siap digunakan. Berikut beberapa jenis tanaman perkebunan.

Kelapa Sawit

Daerah penghasil komoditas pertanian dan perkebunan yang pertama adalah kelapa sawit.

Kelapa sawit (Elaeis) ialah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel).

Perkebunan ini menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit nomor satu di dunia.

Teh

Tanaman ini merupakan minuman yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 macam: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih.

Kelapa

Kelapa (Cocos nucifera) ialah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae.

Tanaman ini jenis tanaman perkebunan bisa langsung dimanfaatkan buahnya, namun banyak perkebunan besar memanfaatkan kopra sebagai bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya.

Cairan buah yang sudah tua biasanya tidak menjadi bahan minuman penyegar dan merupakan limbah industri kopra. Tapi, cairan ini dapat dimanfaatkan lagi untuk dibuat menjadi bahan semacam jelly yang disebut nata de coco.

Kakao

Kakao (Theobroma cacao L.) ditanam di berbagai kawasan tropika. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal dengan cokelat.

Biji Kakao merupakan bahan utama pembuatan bubuk kakao (coklat), bubuk kakao adalah bahan dalam pembuatan kue, es krim, makanan ringan, susu, dan lain-lain. Dalam  artian lain keseharian masyarakat kita menyebutnya coklat.

Kopi

Kopi adalah salah satu komiditas perkebunan skala besar di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal banyak orang yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).

Indonesia peringkat 3 sampai 5 dalam hal produksi kopi dunia. Di Indonesia produksi kopi telah mencapai lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya.

Sekian yang dapat saya berikan di artikel daerah penghasil komoditas pertanian dan perkebunan semoga bermanfaat untuk anda. Sekian dan terima kasih