Hubungan Agribisnis Dengan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Hubungan Agribisnis Dengan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Hubungan Agribisnis Dengan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian – Bidang pertanian menghasilkan produk pertanian yang bermacam – macam mulai dari sayuran, buah, biji – bijian dan sebagainya.

Pengolahan hasil pertanian tersebut dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi keperluan dan kebutuhannya.  Hasil atau produk pertanian mempunyai mutu yang beragam, dari mutu yang rendah, menengah hinga yang tinggi.

Hubungan Agribisnis Dengan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanianr adalah degan membentuk koprasi agribisnis.

Koperasi yang merupakan organisasi bisnis yang dijalankan oleh sekelompok orang untuk mencapai kepentingan bersama memang sangat diperlukan untuk pengembangan agribisnis.

Pengertian Agribisnis Dalam Hubungan Agribisnis Dengan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Hubungan Agribisnis Dengan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Agribisnis merupakan bisnis berbasis usaha pertanian yang berkelanjutan. Secara sederhana agribisnis adalah usaha pertanian bertujuann untuk mencari keuntungan.

Agribisnis mempelajari bagaimana cara mendapatkan keuntungan dengan mengelola dari setiap subsistem. Berikut ini adalah orang-orang yang mengemukakan pengertian dari agribisnis.

Dalam usaha agribisnis, pemasaran menjadi kunci utama agar produk pertanian bisa sampai ke pasar atau konsumen akhir. Namun sayangnya, sistem pemasaran yang berlangsung di Indonesia belum bisa berjalan secara efektif dan efisien.

Banyaknya perbedaan harga atau marjin pemasaran yang relatif besar masih menjadi tantangan utama dalam pemasaran hasil pertanian.

Dalam kegiatan pemasaran, seringkali dijumpai rantai pemasaran yang panjang sehingga banyak pelaku pemasaran yang terlibat di dalamnya.

Hal inilah yang menyebabkan tingginya akumulasi keuntungan yang diambil dari setiap pelaku pemasaran. Harga yang diterima petani sebagai produsen dan yang dibayarkan oleh konsumen akhir akan berbeda signifikan.

Maka dari itulah, petani harus bisa memilih rantai terpendek dalam memasarkan produknya. Selain itu, petani juga harus bisa menentukan sendiri harga jual produknya jika dipasarkan langsung ke konsumen akhir.

Untuk memaksimalkan potensi agribisnis ini, dibutuhkan strategi yang tepat dan efektif dalam pemasarannya. Berikut ini beberapa strategi pemasaran hasil pertanian agribisnis pertanian yang bisa dijalankan.

Pengertian Agribisnis Menurut Downey dan Erickson (1988)

Agribisnis merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penanganan komoditi pertanian dalam arti luas, yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan masukan dan keluaran produksi (agroindustri), masukan-keluaran pertanian dan kelembagaan penunjang kegiatan.

Yang dimaksud dengan berhubungan ialah kegiatan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatan pertanian.

Pengertian Agribisnis Menurut Prof. Dr. Bungaran Saragih

Sektor agribisnis sebagai bentuk modern dari pertanian primer paling tidak  mencakup empat subsistem. Subsistem tersebut adalah agribisnis hulu, subsistem usahatani atau produksi primer, subsistem hilir, dan subsistem pendukung.

Pengertian Agrbisnis Menurut Hadi (1992)

Sistem agribisnis merupakan suatu rangkaian kegiatan yang terdiri dari empat subsistem yang saling mempengaruhi yaitu subsistem penyediaan input pertanian.

Subsistem produksi pertanian, subsistem pengolahan hasil, dan subsistem pemasaran hasil pertanian yang seluruh kinerjanya dipengaruhi koor agribisnis.

Tiga komponen dalam Pemasaran Agribisnis

Komponen ini sangat penting dalam hubungan agribisnis dengan teknologi pengolahan hasil pertanian. Untuk itu simaklah penjelasannya di bawah ini.

  • Pasar agribisnis, merupakan tempat terjadinya interaksi antara penjual dan pembeli komoditas pertanian, sehingga dalam pasar ini bisa terjadi kesepakatan nilai, jumlah produk, spesifikasi produk, cara pengiriman dan pembayaran.
  • Pemasar agribisnis ialah seseorang yang mencari barang pertanian atau sebagai jasa perdagangan, dimana barang pertanian tersebut ditawarkan atau dipasarkan ke konsumen. Pemasar agribisnis bisa berfungsi sebagai pembeli atau penjual.
  • Pemasaran agribisnis merupakan sejumlah kegiatan bisnis yang ditujukan untuk memberi kepuasan dari barang komoditi atau jasa perdagangan komoditi tersebut kepada konsumen.

Contoh Pengolahan Hasil Pertanian

Setelah mengetahui hubungan agribisnis dengan teknologi pengolahan hasil pertanian dan tiga komponennya, saya akan memberikan contoh pengolahan hasil pertanian.

Pengoptimalan hasil pertanian dapat dilakukan dengan cara pengolahan yang baik sehingga menambah nilai estetika dari produk tersebut.

Aplikasi teknik pengolahan hasil pertanian adalah solusi untuk permasalahan tersebut.Berikut ini adalah contoh pengolahan hasil pertanian.

Pengolahan Hasil Pertanian Menjadi Keripik Buah

Hubungan agribisnis dengan teknologi pengolahan hasil pertanian yang pertama adalah mengolah buah menjadi keripik. Ternyata buah yang nilainya tak seberapa, jika diolah dengan baik bisa menghasilkan keuntungan yang besar jika dijual.

Pengolahan hasil pertanian ini sudah banyak dimanfaatkan di kalangan masyarakat. Berikut cara – pengolahan buah menjadi keripik.

1. Keripik Buah Nangka

Keripik buah Nangka menurut saya adalah salah satu yang paling pavorit diantara lainnya. Rasa buahnya yang manis, nampaknya yang menggugah selera, warnanya yang cerah, membuat siapapun teringin mencicipinya, bahkan saat di toko oleh-oleh serasa ingin memborong sebagai oleh-oleh unggulan.

Kelebihan dari buah ini, boleh dikatakan berbuah sepanjang musim, sehingga stok nangkanya pasti terjaga. Bedanya buah ini agak lama dalam berbuah, jadi perlu sedikit sabar. Dan tentunya karena buahnya premium, maka harga pun sedikit melambung.

Tapi jangan khawatir, dengan keripik buah ini, ada istilah jawa, Ono rego ono Rupa atau ada harga ada barang. Barangnya istimewa, harganya premium, rasanya pun lezat.

2. Keripik Buah Salak

Pernah merasakan kripik buah salak? hmmm… Yeahh. Enak Sekaliii.  Saya pernah membuat dan mencobanya, dan rasanya manis, enak dan gurih. Rasanya hampir mirip dengan buah nangka. Hati – hati keliru, karena rasanya bener – bener mirip.

Buah salak ini sedikit unik, karena tumbuh bagus hanya ditempat tertentu, idealnya di tempat dingin atau kaki gunung. Kurang bagus jika ditanam disembarang tempat. Maka bersyukurlah yang di karuniai tempat yang cocok untuk menaman salak.

Salak juga enak langsung dimakan, bahkan enaknya ingin cepat-cepat menghabikan. Tapi jangan khawatir, ketika ingin makan salak yang versi keripik atau salak yang lebih awet, maka solusi membuat kripik buah salak sangat tepat.

Keripik buah salak ini sangat bmudah meningkat harganya. Sangat cocok untuk dijadikan oleh – oleh yang khas, Yogyakarta, Malang, Bogor dan tempat-tempat dingin lainnya, menjadi tempat pavorit untuk bisnis kripik buah salak, karena selain wisatanya mendukung, oleh-oleh khasnya juga akan berkembang.

Pengolahan Menjadi Tepung

Hubungan agribisnis dengan teknologi pengolahan hasil pertanian yang kedua dalam pengolahan menjadi tepung.

Tepung sangat berguna untuk bahan masakan atau campuran masakan. Berikut cara – cara membuat tepung dengan benar.

1. Tepung Terigu

Tahapan proses embuatan tepung terigu atau Gandum ternyata harus melalui beberapa proses yang akhirnya bisa membuat nya menjadi tepung terigu yang siap makan.

Oleh karena itulah dalam proses pembuatan tepung terigu tidaklah semudah itu. Meskipun begitu usaha tepung terigu juga dapat mendatangkan banyak keuntungan jika mengingat tidak mudah untuk membuatnya sendiri sehingga kebanyakan orang lebih suka untuk membelinya. Berikut cara pembuatan tepung yang benar agar kalian bisa membuatnya sendiri dirumah.

Proses Pembuatan
  1. Tahapan awalnya yaitu proses seleksi gandum, dalam proses ini memang harus dilakukan penyeleksian yang bertujuan untuk memilih gandum yang berkualitas agar hasilnya nanti juga berkualitas. Kalian harus mengklasifikasikan gandum yang sudah dipanen ke dalam varietas nya sendiri-sendiri agar memudahkan proses nya.
  2. Proses pembersihan harus dilakukan setelah gandum sudah di seleksi pasalnya gandum yang baru dipanen tentunya masih kotor dan bercampur dengan benda asing seperti debu, bebatuan dan lain sebagainya. Dalam proses ini, gandum harus diberi cairan agar kulit ari gandum dapat di proses dengan mudah.
  3. Gristing merupakan proses mencampurkan gandum dengan sejumlah gluten atau jenis gandum lain nya. Pada tahapan ini bertujuan agar memperoleh kandungan tepung terigu yang sesuai dengan keinginan. Contohnya saja untuk mendapatkan tepung terigu yang berprotein tinggi harus di tambahkan gluten dengan kadar protein yang tinggi juga.
  4. Tahapan ke empat yaitu proses penggilingan atau bisa disebut dengan milling. Dalam hal ini ada 2 tahapan yang bisa anda ketahui. Yang pertama adalah gandum dimasukkkan ke dalam mesin yang berbentuk seperti gulungan supaya kulit arinya bisa terpisah dengan bagian dalam nya yang berwarna putih, kemudian anda akan mendapatkan bagian inti gandum nya dan selanjutnya giling gandum.
  5. Setelah gandum tadi di giling dan sudah berubah bentuk menjadi tepung, maka tahapan selanjutnya ialah pengemasan sesuai dengan jenis tepung terigu yang ada.

Sekian artikel tenyang Hubungan Agribisnis Dengan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian yang bisa saya berikan. Semoga berguna dan bermanfaat untuk anda sekalian. Sekian dan terima kasih