Ini Dia Rahasia Cara Membuat Benih Padi Cepat Tumbuh

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang cara membuat benih padi cepat tumbuh.

Pemilihan benih atau bibit adalah hal yang paling utama dalam membudidayakan tanaman padi. Pilihlah benih yang sesuai dengan area lahan yang akan ditanami tanaman padi.

Untuk sawah yang tadah hujan pilih yang sesuai, begitu juga untuk lahan sawah yang rawa – rawa atau sawahnya selalu ada airnya. Dan jangan lupa juga untuk memperhatikan air dan sumber air yang terdapat pada lahan yang akan ditanami.

Saat ini ada banyak sekali benih yang beredar di pasaran. Hanya saja Anda tidak pernah bisa memastikan yang mana benih yang baik dengan kualitas tinggi dengan yang benih abal-abal.

Jangan sampai anda membeli benih padi bersertifikasi atau benih padi berlabel namun ketika panen hasilnya tidak seperti yang diharapkan bahkan benih itu tidak tumbuh pada waktu penyemaian.

Maka salah satu  cara saya yang biasa dilakukan untuk mendapatkan benih padi kualitas baik adalah dengan membuat benih padi sendiri. Persoalan yang paling sering dihadapi petani adalah  persoalan biaya untuk membeli benih unggul bersertifikat.

Meskipun Kementerian Pertanian memiliki program penyediaan benih gratis melalui SLPTT, BLBU, dan sejenisnya yang ditujukan untuk membantu penggunaan benih unggul bagi petani, namun tidak semua petani bisa menikmati program tersebut tiap musim tanam.

Sementara, kualitas benih merupakan salah satu dari beberapa komponen utama untuk memperoleh hasil panen padi yang tinggi.

Cara Membuat Benih Padi Cepat Tumbuh

1. Pascapanen Padi

Pemanenan padi yang akan dibuat benih unggul adalah ketika padi sudah menguning 85-92%. Hal ini supaya benih padi bisa maksimal. Dan tentunya jika terlalu tua juga dikhawatirkan terkena hama wereng.

Pemanenan padi dilakukan khusus dengan sortir khusus untuk membuat benih padi yang unggul.

Lakukan penjemuran padi pada alas yang lembut dan tidak di atas permukaan yang keras seperti lantai.

Untuk hasil yang bagus, jemurlah bibit padi pada tenda atau terpal untuk menghindari terkelupasnya calon benih padi unggul.

Pada cuaca yang cerah, gabah dijemur selama 3-4 hari sampai kadar air gabah mencapai 11-12%. Ini penting agar dalam penyimpanan, bibit tidak membusuk.

Setelah bibit padi selesai dijemur, diamkan selama beberapa hari supaya benih padi menjadi lebih dingin sebelum direndam.

2. Persiapan Bibit

Ketika sudah memasuki musim tanam, bibit bisa mulai dipersiapkan. Hal pertama yang harus dilakukan dalam mempersiapkan bibit adalah melakukan perendaman. Ini berfungsi untuk menyeleksi bibit mana yang akan digunakan.

Saat perendaman perlu diperhatikan hal-hal berikut ini agar hasil yang didapat sesuai dengan keinginan dan sesuai dengan lahan pertanian. Pastikan juga sesuai dengan metode tanam yang digunakan.

Jika menggunakan metode SRI maka petani cukup merendam 1-2 kg untuk 100 batang/ubin atau 5-6 kg untuk satu ha. Tentu sangat berbeda jika anda memilih metode hazton atau yang lain.

Siapkan air yang sudah mengandung garam, atau abu dengan kondisi jika telur dimasukkan maka akan melayang di tengah air.

Setelah dilakukan perendaman maka akan terjadi perpisahan benih padi yang akan terbagi atas 3 kelompok yaitu bagian yang paling dasar atau tenggelam maka akan memiliki daya tumbuh 90-95 %,

Sedangkan bagian kedua yang melayang maka padi akan memiliki daya tumbuh 85-90 %, Sedangkan bagian yang melayang di bagian atas maka memiliki daya tumbuh 0-85 %.

Pilih bibit yang terendam dan melayang untuk ditanam. Direkomendasikan untuk tidak menggunakan bibit yang mengapung karena kemampuannya untuk tumbuh sangat kecil.

3. Penyemaian Bibit

Setelah didapat bibit yang akan ditanam, bibit bisa direndam air yang telah dicampur dengan sedikit hormon terlebih dahulu.

Ada banyak produk hormone bibit yang bisa digunakan dan ditemukan di pasaran dengan kadar anjuran yang tertera di kemasan. Hormon yang digunakan untuk perkecambahan bibit adalah auksin dan giberelin.

Rendam bibit selama 24 jam penuh hingga mulai muncul sedikit akarnya. Jika belum keluar juga, teruskan perendaman sampai calon akar mulai muncul sebanyak 0,5 cm.

Cek secara rutin sampai bibit siap disemai dalam tray.Siapkan media penyemaian berupa tanah ladu atau tanah sawah yang sudah dikeringkan terlebih dahulu.

Untuk menghilangkan kerikil tanah diayak terlebih dahulu, setelah itu tanah diratakan dalam tray semai setebal kurang lebih 2 cm.

Kemudian bibit yang sudah direndam ditabur ke dalam media tray semai. Siram bibit secara berkala untuk memastikan bibit menerima cukup air untuk tumbuh baik.

Setelah tunas-tunas mulai muncul, pindahkan tray ke lokasi terbuka agar benih menyerap cukup sinar matahari.

Setelah muncul 4-5 daun atau berumur 10-25 hari, benih sudah siap dipindah tanam. Sebab pada umur ini akar benih sudah cukup kokoh dan kuat.

Untuk daerah endemik keong emas, sangat dianjurkan untuk melakukan pindah tanam dengan umur benih yang cukup lama.

Tipe Beras yang Dihasilkan

Berikut ini beberapa jenis padi dilihat dari tipe beras yang dihasilkan.

Padi Ketan

Tekstur padi ketan lebih lengket dari padi nasi, sehingga tidak dijadikan makanan pokok. Padi ketan biasanya hanya dijadikan bahan pembuatan bubur  ketan, tape ketan, dan makanan khas daerah lainnya. Varian dari padi ketan terdiri dari varian padi ketan merah, putih, dan hitam.

Padi Wangi

Sesuai namanya, padi wangi pastinya memiliki karakteristik yang beraroma wangi. Contoh padi wangi adalah padi pandanwangi.

Padi Pera

Padi pera merupakan padi yang apabila berasnya dimasak, nasinya akan bertekstur pera. Maksud dari perah adalah tekstur nasi yang sedikit keras.

Nasi ini menjadi perah karena berasal dari kadar amilosa yang tinggi. Semakin tinggi kadar amilosa, semakin terasa tekstur nasinya. Kadar amilosa yang menghasilkan tesktur pera minimal 25%.

Sumatera Barat dan Riau merupakan daerah yang paling populer yang memproduksi jenis padi ini. Padi dengan kadar amilosa tinggi tak hanya dijadikan nasi, melainkan dijadikan juga bahan pembuatan bihun.

Padi Pulen

Merupakan padi yang apabila berasnya dimasak, akan menghasilkan karakteristik nasi yang pulen, mirip-mirip dengan padi pera.

Pulen mengandung amilopektin yang tinggi di dalam padi dan kadar amilosa di bawah 25%. Apabila dimasak, nasi yang dihasilkan akan berasa sedikit lengket.

Ada Berapa Jenis Benih ?

Jenis benih yang perlu diketahui ada dua, yaitu benih rekalsitran dan benih ortodoks. Benih rekalsitran adalah benih yang akan rusak apabila dikeringkan dan viabilitasnya akan turun, seperti benih nangka, alpukat, rambutan atau benih buah-buahan yang lain.

Oleh karena itu, benih-benih rekalsitran ini tidak disimpan dalam bentuk benih, tetapi langsung disemai dijadikan bibit tanaman. Sedangkan benih ortodoks adalah benih yang perlu dikeringkan sampai kadar air tertentu, biasanya kisaran 2-5%.

Selain itu, benih ortodoks memiliki masa dormansi (masa istirahat) dimana benih tidak akan tumbuh meskipun kondisi lingkungan tumbuh mendukung. Contoh benih ortodoks adalah benih padi, cabai, tomat, terong, kopi dan tanaman hortikultura lainnya.

Keuntungan dan Kekurangan Memproduksi Benih Sendiri

    • Keuntungan benih yang diproduksi sendiri adalah
      1. Lebih murah
      2. Terjamin selalu tersedia.
    • Sementara kekurangannya adalah
      1. Kualitas atau hasilnya tidak maksimal (kecuali yang memproduksi mengerti bagaimana menghasilkan benih sendiri yang baik) dan
      2. Akan terjadi degradasi benih yang akan berdampak pada kualitas panen. Kekurangan dari benih buatan sendiri ini terjadi karena sifat persilangan tanaman, yang artinya gennya berasal darimana saja, bisa yang baik atau yang buruk.

Demikianlah artikel tentang cara membuat benih padi cepat tumbuh semoga bermanfaat dan sekian.