Proses Pembuatan Gula Merah atau Gula Aren dengan Bahan Baku Kelapa

Pada artikel kali ini akan membahas proses pembuatan gula merah dari bunga pohom keluarga palma seperti kelapa.

Gula aren atau Gula merah merupakan pemanis yang dibuat dari nira yang berasal dari tandan bunga jantan pohon enau atau kelapa. Gula merah terbuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan.

Untuk menghasilkan gula yang bagus maka lakukan penyadapan pada tongkol bunga jantan. Penyadapan tongkol bunga jantan dapat dilakukan selama kurang lebih 3 – 4 bulan sampai tongkolnya habis dan mengering.

Ketika melakukan penyadapan pada bunga tonggol betina maka nira yang akan dihasilkan tidak memuaskan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Nira hasil penyadapan awal pada mulanya akan memiliki jumlah yang sedikit kemudian perlahan-lahan jumlahnya akan meningkat. Lalu sampai pada pertengahan masa sadap nira yang dihasilkan akan stabil dan akhirnya jumlahnya akan kembali seperti semula.

Jika pada proses pertumbuhan tanaman aren pertumbuhannya baik maka akan tumbuh beberapa tongkol bunga jantan dan bunga betina.

Pohon dengan proses pertumbuhan yang maksimal akan sangat menguntungkan karena pada satu pohon dapat dilakukan penyadapan beberapa tongkol bunga jantan setiap harinya. Sebanyak 4 – 5 liter nira dapat dihasilkan dari satu tongkol bunga jantan.

Proses Pembuatan Gula Merah

proses pembuatan gula merah

Berikut ini alat dan bahan serta proses pembuatan gula merah dari kelapa:

Alat dan Bahan:

  • Wajan (Tempat untuk memasak gula merah).
  • Kebuk (Alat yang dibuat dari kayu untuk mengaduk gula merah).
  • Etok etok (Alat yang terbuat dari batok kelapa untuk menuangkan gula yang sudah matang,tapi belum kering ke dalam cetakan gula merah).
  • Papan cetakan (Untuk mencetak gula merah).
  • Plastik (Melapisi cetakan supaya tidak nempel ke cetakan).
  • Saringan (Untuk menyaring sajeng/nira yang akan di masak).
  • Kayu bakar (Untuk emasak).
  • Air sajeng/nira (Bahan baku gula merah)
  • Pawon (Tempat untuk meletakan wajan dan nyalanya api)
  • Semengka (Proses sajeng/nira muali matang dan jadi gula)
  • Kitit (Proses mengentalkan sajeng/nira yang sudah matang).

Proses Pembuatan Gula Merah:

1. Penyadapan Nira

Pohon baru bisa disadap bila telah menghasilkan 3 tandan bunga yang baru membuka dan tandan yang termuda sudah mencapai 20 cm panjangnya.

  • Kelapa umumnya sekitar umur 8 tahun dan 4 tahun untuk kelapa hybrida.
  • Mahkota pohon harus dibersihkan dari semua kotoran dan alat-alat yang akan digunakan juga harus dalam keadaan bersih.
  • Nira diperoleh dari tandan yang seludangnya belum mekar.
  • Lalu tangkai bunganya dipukul perlahan-lahan dan baru boleh disadap  3 – 5 hari kemudian agar memudahkan keluarnya nira
  • Setelah itu, mayang dipotong ujungnya ± 10 cm dengan pisau tajam.
  • Kira-kira seminggu kemudian niranya sudah akan keluar
  • Setelah itu, agar niranya tidak asam, maka kotoran-kotoran tersebut akan mengendap dan gulanya akan memiliki warna kuning muda dan diberi 1 sdm kapur sirih atau larutan Na-bisulfit secukupnya ke dalam wadah. Warna gula dapat ditentukan dengan pekat/tidaknya larutan ini.
  • Penyadapan biasanya dilakukan pagi sebelum pukul 08.00 dan sore setelah pukul 16.00
  • Sebelum wadah dipasang kembali untuk penderesan berikutnya, mayang dipotong sedikit dengan sekali sentuhan agar bisa melancarkan keluarnya nira.
  • Kemudian mayang dapat diambil niranya selama ± 40 hari, pagi dan sore hari.
  • Nira yang baik biasanya ciri-cirinya masih segar, rasa manis, harum, tidak berwarna dan derajat keasaman (pH)nya antara 6,0 – 7,0.
  • Nira yang kualitasnya jelek mempunyai pHnya >6,0 dan bila digunakan, mutu gulanya akan ikut.

2. Proses Pengolahan Nira Menjadi Gula Kelapa

  • Nira yang telah disaring, selanjutnya dituang kedalam wajan/panci.
  • Nira dimasak dengan panas yang konstan pakai bahan bakar kayu/seresah atau bahan bakar lainnya.
  • Lama pemasakan tergantung
  • Kemudian seludang dibalut dengan tali dari ujung ke bagian pangkalnya agar tidak mekar.
  • Lalu mayang tersebut di tundukkan perlahan-lahan supaya membentuk sudut 60° dengan garis vertikal dan diikat agar tetap pada posisi tersebut jumlah nira yang dimasak.
  • Waktu masak ± 15 menit dan sebelum gulanya masak diberi 1 cc santan (1 butir kelapa parutan dicampur 100 cc air).
  • Lalu nira yang sudah mengental diaduk cepat dengan arah memutar
  • Apabila sudah mengental dan berwarna kemerahan dituang kedalam cetakan. ± 10 menit kemudian cairannya sudah padat, berarti proses pembuatannya telah selesai.
  • Kemudian jika menggunakan tempurung kelapa, pada tahap pertama diisi 3/4 bahannya terlebih dahulu, lalu dinginkan selama 15 merit.
  • Lalu, keluarkan dari tempurung kelapa jika sudah mengeras dan tempelkan gula tersebut pada dicetakan lainnya, agar bentuk yang dihasilkan identik satu dengan yang lainnya.
  • Kemudian supaya tidak lengket satu sama lain, diantara gala-gala tersebut dialas daun pisang yang sudah tua serta kering.
  • Pengepakan dapat dilakukan menggunakan keranjang bambu dengan dilapisi daun pisang kering atau daun jati kering. Pengepakan dengan cara seperti ini bertahan ± 1 bulan.

Manfaat Gula Merah

1. Melancarkan Haid

Manfaat gula merah yang pertama yaitu melancarkan haid. Apabila Anda mempunyai siklus menstruasi tidak teratur anda bisa mencoba mengonsumsi gula merah.

Gula merah ini dapat membantu dalam memperlancar peredaran darah dalam tubuh sehingga membuat siklus haid menjadi normal. Selain itu gula merah ini dapat meredakan kram saat menstruasi datang.

2. Mencegah Anemia

Gula merah banyak mengandung zat besi dan folat. Kedua kandungan tersebut ampuh dalam mencegah terjadinya anemia. Manfaat dari gula merah yaitu bisa mempertahankan sel darah merah dalam kadar normal. Masyarakat sering menjadikan gula merah sebagai obat alami untuk mencegah anemia.

3. Mengatasi Flu dan Batuk

Gula merah banyak mengandung antioksidan yang dapat menjadikan tubuh semakin kebal terhadap radikal bebas. Manfaat dari gula merah yang bisa dirasakan adalah sebagai terapi penyembuhan flu, batuk, dan demam.

4. Menurunkan Berat Badan

Gula merah memiliki kadar potasium yang tinggi, manfaat yang bisa didapatkan yaitu dapat meningkatkan proses metabolisme, membantu mengeluarkan racun dan menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Ketika Anda mengonsumsi gula merah dalam jumlah yang terkontrol, hal itu dipercaya dapat menurunkan berat badan Anda.

5. Melawan Radikal Bebas

Gula ini mempunyai kemampuan mampu melawan efek radikal bebas. Karena Mengandung antioksidan yang tinggi, terutama selenium yang membantu mencegah berbagai efek radikal bebas.

Tidak hanya itu, antioksidan yang terkandung dalam gula merah juga dapat mengurangi sejumlah tanda penuaan. Cara mengonsumsi gula merah bisa dilakukan dengan mencampurnya bersama teh hangat. Cara ini dipercaya akan mengobati migrain dan sakit kepala.

6. Mengatasi Kelelahan

Gula merah mengandung folat dan zat besi dalam jumlah yang tinggi, manfaat  yang bisa dirasakan yaitu mampu mencegah kelelahan dan juga rasa lemas yang merupakan gejala umum dari anemia.

7. Mencegah Penyakit Kanker

Manfaat gula aren atau gula merah bisa mencegah berbagai jenis penyakit kanker. Hal ini disebabkan gula aren mempunyai kandungan vitamin C yang sangat tinggi sehingga mampu menangkal berbagai radikal bebas penyebab penyakit kanker.

8. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Dengan mengonsumsi gula aren atau gula merah ternyata juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dikarenakan tidak terlepas dari kandungan antioksidan yang cukup tinggi di dalam gula aren.

Jadi, dengan mengonsumsinya Anda juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi gula aren atau melalui makanan yang mengandung gula merah ini.

Itulah manfaat dan proses pembuatan gula merah dari kelapa mulai dari proses penyadapan sampai dengan proses pengepakan.