
Pempek adalah makanan khas dari Palembang. Biasanya, pempek terbuat dari campuran ikan dan tepung kanji. Mengingat cara membuat pempek ikan yang tak terlalu sulit, banyak orang yang bisa membuat makanan ini.
Alhasil, pempek pun mudah ditemukan di mana saja. Pempek sendiri adalah makanan dengan bahan utama daging ikan, tepung, dan disajikan dengan saus berwarna kehitaman yang biasa disebut cuko.
Uniknya, makanan ini memiliki jenis yang beragam tergantung bentuk dan bahan yang digunakan. Bahkan seiring berjalannya waktu, banyak orang yang berinovasi sehingga terciptalah banyak pempek varian baru.
Berikut ini akan kita bahas cara membuat pempek ikan yang lembut dan enak.

Setelah tau cara membuat pempek ikan yang lembut dan enak, mari kita simak sedikit asal usul nama pempek.

Pempek rupanya sudah ada sejak ratusan tahun lalu, tepatnya pada masa Kesultanan Palembang. Bedanya, di zaman tersebut makanan ini belum dinamai pempek, melainkan kelesan.
Dinamakan kelesan karena cara pengolahannya harus di-keles atau ditekan-tekan dengan alat khusus yang juga disebut sebagai kelesan.
Alat kelesan ini berfungsi sebagai penghancur daging ikan, namun bentuknya tentu saja jauh berbeda dengan mesin penggiling daging zaman sekarang.
Pada zaman dahulu, alat tradisional ini berbentuk cembung dan biasanya dibuat dari batok kelapa yang dilubangi kecil-kecil.
Cara menggunakannya hampir sama seperti mengulek, yaitu dengan meletakkan daging ikan di suatu alas atau wadah lalu ditekan-tekan dengan alat kelesan hingga halus.
Di masa sekarang, alat ini sudah tidak pernah digunakan lagi dan digantikan dengan mesin penggiling yang jauh lebih praktis.
Contohnya adalah mesin penggiling daging daging (meat grinder) dan mesin pemisah tulang ikan (fish bone separator) dari Ramesia.
Kelesan mulai dijual secara luas pada masa penjajahan di sekitar tahun 1916. Walau kelesan dibuat oleh orang asli Palembang, tapi makanan ini selalu dijual oleh orang Cina yang memang dikenal sangat pandai berdagang.
Pada saat itu, para pedagang inipun punya sebutan tersendiri, yaitu apek yang merupakan sebutan untuk laki-laki tua keturunan Cina.
Apek (ada juga yang menyebutnya sebagai empek) biasanya berjualan kelesan dengan cara berkeliling. Saat ingin membeli, orang-orang harus berteriak ‘pek … pek’ untuk memanggil si apek atau pedagang kelesan tersebut.
Gara-gara hal inilah makanan kelesan pun akhirnya lebih populer disebut pempek sampai sekarang.
Setelah mengetahui asal usul pempek, mari kita simak macam-macam pempek palembang dan turunannya.

Siapa yang tak kenal pempek kapal selam? Pempek kapal selam merupakan jenis pempek paling populer yang disukai oleh banyak orang. Pempek jenis ini mempunyai bentuk yang sangat khas dan mirip kapal selam.
Dibandingkan dari jenis pempek lainnya, pempek kapal selam berukuran besar karena diisi dengan telur ayam atau telur bebek utuh.
Bentuknya mirip sekali dengan pempek kapal selam, hanya saja pempek jenis ini jauh lebih kecil sehingga sering disebut dengan pempek kapal selam mini.
Bila pempek kapal selam berisi satu telur utuh, maka pempek telur ini berisi telur ayam yang telah dikocok terlebih dahulu.
Pempek lenjer termasuk jenis pempek yang paling umum. Bentuknya bulat memanjang dan tidak diberi isian apapun.
Dari sekian banyak jenis pempek, pempek lenjer tergolong pempek paling mudah dibuat karena bentuknya yang sederhana.
Pempek adaan juga biasa disebut sebagai pempek bulat. Seperti namanya, pempek ini memang bentuknya bulat dan mirip bakso.
Selain bentuk, hal lain yang membedakan pempek adaan dengan jenis pempek lainnya yaitu bahan tambahan dan cara pembuatannya.
Adonan pempek adaan umumnya ditambah dengan santan serta daun bawang sehingga pempek ini terasa lebih gurih dan wangi.
Untuk pempek jenis lain, adonan yang sudah dibentuk biasanya akan direbus terlebih dulu sebelum digoreng, sedangkan pempek adaan langsung digoreng tanpa melalui proses perebusan.
Jenis Pempek berikut ini namanya pempek pistel atau pempek pastel memiliki bentuk yang sangat khas dan mirip seperti kue pistel.
Pempek jenis ini juga sering disebut pempek kates, kates sendiri adalah sebutan untuk buah pepaya.
Dinamakan demikian karena pempek ini memang diisi dengan buah pepaya muda yang telah diserut dan dimasak.
Dinamakan pempek keriting karena pempek ini mempunyai bentuk keriting seperti bentuk kerupuk, karena itu pempek ini juga dinamakan pempek kerupuk.
Untuk menghasilkan bentuk keriting yang khas, adonan pempek harus dicetak menggunakan alat khusus yang biasa disebut pirikan.
Pempek jenis ini tidak menggunakan daging ikan untuk bahan utamanya, melainkan kulit ikan.
Proses pembuatan pempek kulit pun hampir sama dengan pempek adaan, yaitu adonannya langsung digoreng tanpa direbus terlebih dahulu.
Seperti namanya, pempek ini terbuat dari tahu utuh yang dibalur atau dilapisi dengan adonan pempek, namun ada pula pempek tahu yang adonanannya diisikan ke dalam tahu.
Sekilas, bentuk pempek tahu memang agak mirip seperti batagor dari Bandung, tapi kedua makanan ini tentu saja memiliki cita rasa yang berbeda.
Pempek dos merupakan pempek yang dibuat tanpa menggunakan daging ikan. Sebagai gantinya, pempek dos ini menambahkan tepung terigu ke dalam adonannya.
Pempek dos tetap terasa nikmat dan gurih walau sama sekali tidak menggunakan ikan, karena adonannya sendiri masih memakai campuran telur, penyedap rasa, dan juga kaldu bubuk.
Sementara untuk namanya, pempek jenis ini memang memiliki nama yang unik. Pempek ini disebut dengan nama “dos” karena adonannya akan mengeluarkan suara ‘dos’ seperti suara letupan saat digoreng.
Berbeda dari kebanyakan pempek yang digoreng, pempek yang biasanya dibentuk bulat pipih ini justru dipanggang sehingga permukaannya terkesan kering.
Adonan pempek tunu hampir sama seperti pempek kebanyakan, yaitu menggunakan bahan utama daging ikan dan tepung tapioka.
Cara penyajian pempek tunu pun tergolong unik dan berbeda dari pempek jenis lainnya.
Ketika sudah matang, pempek ini dibelah di bagian tepinya lalu diberi isian udang kering yang sudah dihaluskan, sambal, serta kecap.
Sama seperti pempek jenis lain, pempek tunu juga dimakan dengan cuko agar terasa lebih nikmat.
Yang terakhir ada pempek lenggang. Pempek lenggang memiliki cara pembuatan yang agak berbeda dari jenis pempek lainnya.
Pempek lenggang sebenarnya lebih mirip telur dadar yang dicampur dengan pempek, namun cara memakannya tetap menggunakan cuko dengan rasanya yang khas.
Cara membuat pempek lenggang pun terbagi menjadi dua macam, yaitu digoreng dan dipanggang. Untuk jenis yang digoreng, cara membuatnya sama seperti saat Anda membuat telur dadar.
Telur yang sudah dikocok kemudian ditambah dengan potongan pempek lenjer dan digoreng menggunakan minyak.
Apabila ingin membuat pempek lenggang dengan cara dipanggang, campuran telur dan pempek harus dituang terlebih dahulu ke dalam wadah yang terbuat dari daun pisang. Setelah itu baru dipanggang di atas bara api hingga matang.
Sekian artikel tentang cara membuat pempek ikan yang bisa penulis lintas usaha berikan. Jika berkenan silahkan dicek juga franchise makanan terlaris yang bisa anda coba. Semoga bermanfaat.
Sebagai penulis di lintasusaha.com, saya sangat tertarik pada perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang teknologi IT. Saya juga senang belajar berbagai hal dan berbagi informasi seputar dunia bisnis serta tips terbaru dengan pembaca.